Pemain yang Masih Tajam di Usia Senja
Zanetti terkenal sebagai pemain yang sangat jarang mencetak gol, tentu saja karena posisinya sebagai bek lebih banyak berkonsentrasi di garis pertahanan. Sepanjang karier, Zanetti cuma mencetak 26 gol. Dia lebih sering mengobrak-abrik pertahanan lawan atau memberi umpan kepada pemain lain.
Namun Zanetti sempat mencetak gol di usia tua. Tepatnya saat Inter Milan melawan Tottenham Hotspur 20 Oktober 2010. Saat itu Zanetti berusia 37 tahun 72 hari.
Sumber :
http://bola.liputan6.com/read/2112884/5-pemain-yang-masih-tajam-di-usia-senja?p=4
Jumat, 10 Juli 2015
Goal Zanetti di Usia 37 Tahun
Label:
Inter Milan,
Javier Zanetti,
Pemain Inter Milan
Jumat, 12 Juni 2015
Zanetti Diangkat Wapres, Seragam Nomor 4 Dipensiunkan
Presiden Inter Milan Erick Thohir mengangkat Javier Zanetti menjadi wakil presiden selama dua tahun. Thohir juga memilih memensiunkan seragam nomor empat yang telah dikenakan Zanetti sejak 1995.
Zanetti telah memutuskan pensiun pada akhir musim lalu, setelah membela Inter selama 15 tahun. Dalam periode tersebut, Zanetti mengecap 16 gelar bergengsi, yakni Serie-A, Coppa Italia, Piala Super Spanyol, Liga Champions, Piala UEFA, dan Piala Dunia Antarklub.
"Zanetti akan menjadi wakil presiden selama dua tahun. Dewan juga memutuskan memensiunkan seragam dia, bernomor empat," kata Thohir di situs resmi Inter.
Dalam kesempatan itu, Thohir kembali menyatakan keinginannya untuk mempertahankan pelatih Walter Mazzarri.
"Manajemen sedang berdiskusi dengan Mazzarri untuk memperpanjang kontraknya selama setahun. Mudahan-mudahan kami segera mencapai kesepakatan. Jadi, kami bisa selama dua tahun bersama dia," tutur Thohir.
"Menurut saya, selalu bersama dia merupakan hal tepat karena tahun lalu adalah tahun transisi. Tahun ini dan tahun depan, tantangannya adalah membangun tim bersama dia. Saya perlu stabilitas dalam tim. Ada baiknya bertumbuh bersama Mazzarri, dan pada saatnya kami perlu menemukan pemain yang cocok," sambungnya.
Sumber :
http://bola.kompas.com
Minggu, 10 Mei 2015
Zanetti Legenda Sepak Bola Dunia
Pemain veteran Javier Zanetti melakoni pertandingan terakhirnya di San Siro pada Sabtu (10/5/2014) ketika Inter Milan menjamu Lazio. Ini menjadi laga perpisahan karena dia telah memastikan gantung sepatu pada akhir musim.
Zanetti selama 19 tahun berbaju Nerazzurri dan kini berusia 40 tahun dengan sebutan Pupi itu merupakan legenda bagi semua pesepak bola. Laga terakhir Zanetti di Giuseppe Meazza merupakan 856 penampilan di berbagai kompetisi. Selama 19 tahun kariernya membela Inter, berbagai trofi sudah dia menangi, termasuk lima trofi Liga Italia dan satu Liga Champions.
Pemain seperti Javier tidak hanya menjadi simbol atau lambang yang mewakili sebuah klub selama bertahun-tahun, tetapi juga seorang juara sejati yang akan tetap tercatat dalam sejarah olahraga ini atas perilaku mereka, profesionalisme dan tentu saja keterikatan mereka terhadap jersey.
Javier Zanetti menyatakan akan selamanya mencintai Inter Milan.
"Terima kasih semuanya. Kalian tak tahu betapa emosionalnya momen ini. Mengatakan bahwa kalian semua fantastis tidaklah cukup. Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang selalu dekat denganku dalam keadaan apa pun," ujar Zanetti.
"Satu-satunya keinginanku adalah menjaga dan menghormati kostum Inter di negara mana pun di dunia ini. Aku belajar untuk mencintai (kostum) ini dari kalian semua. Aku meminta kalian untuk mencintai klub ini, seperti aku akan mencintai klub ini selamanya. Amala (cintailah klub ini)."
"Aku ingin berterima kasih kepada istriku, Paula, dan keluarga yang luar biasa yang kami bina bersama. Ayahku, yang saat ini berada di depan telebisi dan tidak ingin datang ke sini."
"Aku berterima kasih kepada ibuku di surga, yang tentunya sebahagia diriku saat ini. Aku berterima kasih kepada keluarga Moratti, yang selama bertahun-tahun telah menunjukkan kepercayaan kepadaku."
"Aku berterima kasih kepada Presiden Inter Erick Thohir yang mengizinkanku terus menjadi bagian keluarga Inter yang luar biasa ini, yang selalu menjadi impianku."
"Aku berterima kasih kepada rekan-rekan tim, mereka yang datang musim ini dan mereka yang datang sebelum itu, yang menunjukkan kepadaku rasa hormat dan perhatian yang besar."
"Aku gembira atas karier luar biasa bersama klub ini, yang betul-betul aku cintai. Sekarang, aku harus melakukan hal lain. Aku tak tahu apakah aku akan melakukannya dengan baik, tetapi aku bisa mengatakan bahwa aku akan menjadi Inter seperti aku membelanya di lapangan."
"Terima kasih karena mencintaiku. Aku sungguh-sungguh mencintai kalian semua," tuturnya.
Selanjutnya Zanetti akan menjabat salah satu direktur di Inter. Dia pun berharap bisa memberikan yang terbaik, sama seperti saat berada di lapangan membela tim dengan kostum Biru-Hitam kebanggaan Inter.
Sumber :
http://bola.kompas.com
http://bola.viva.co.id
http://sport.detik.com
Jumat, 10 April 2015
The Last Game
Air Mata Zanetti Iringi Kemenangan Inter atas Lazio
Kemenangan Inter Milan 4-1 atas Lazio pada pertandingan lanjutan Serie-A di Stadion Giuseppe Meazza, Sabtu atau Minggu (11/5/2014) dini hari WIB.
itu juga merupakan kado manis bagi perpisahan Javier Zanetti.
Maklum, pemain berusia 40 tahun tersebut sudah menyatakan bakal pensiun pada akhir musim seusai menghabiskan karier bersama Inter sejak Juli 1995.
Selama 19 musim berada di Giuseppe Meazza, Zanetti mengecap 16 gelar bergengsi, yakni Serie-A, Coppa Italia, Piala Super Spanyol, Liga Champions, Piala UEFA, dan Piala Dunia Antarklub.
Pada pertandingan ini, pelatih Inter, Walter Mazzarri, tidak memainkan Zanetti sejak menit pertama. Untuk barisan belakang, Mazzarri memilih memainkan Andrea Ranocchia, Walter Samuel, Rolando, dan Jonathan.
Selepas turun minum, publik Giuseppe Meazza melakukan standing ovation ketika Zanetti masuk ke lapangan menggantikan Jonathan pada menit ke-52.
Pada injury time, terdapat sebuah kejadian di mana salah seorang fans masuk ke lapangan untuk menghampiri dan memeluk Zanetti. Mendapat perlakuan seperti itu, Zanetti pun terlihat sempat meneteskan air matanya. Pertandingan itu pun akhirnya ditutup dengan kemenangan Inter 4-1.
Usai pertandingan, pemain Inter dan Lazio memeluk Zanetti. Presiden Kehormatan Inter Massimo Moratti dan Presiden Inter Erick Thohir juga memeluk Zanetti. Zanetti kemudian masuk kamar ganti, masih dengan mata berkaca-kaca.
Inter memang masih punya satu pertandingan, tetapi laga melawan Lazio itu adalah laga kandang terakhir musim ini, yang berarti juga laga terakhir Zanetti di Giuseppe Meazza.
Sumber :
http://bola.kompas.com
Jumat, 03 April 2015
Pemain Inter Milan musim 2014 - 2015
Goalkeepers
1 Samir Handanović
18 Juan Pablo Carrizo
46 Tommaso Berni
Defenders
2 Jonathan
5 Juan Jesus
6 Marco Andreolli
14 Hugo Campagnaro
15 Nemanja Vidić
21 Davide Santon
22 Dodô
23 Andrea Ranocchia
26 Felipe
33 Danilo D'Ambrosio
54 Isaac Donkor
55 Yuto Nagatomo
93 Federico Dimarco
Midfielders
10 Mateo Kovačić
13 Fredy Guarín
17 Zdravko Kuzmanović
18 Gary Medel
20 Joel Obi
27 Assane Demoya Gnoukouri
29 Gaston Camara
77 Marcelo Brozović
88 Hernanes
Forwards
8 Rodrigo Palacio
9 Mauro Icardi
11 Lukas Podolski
28 George Pușcaș
91 Xherdan Shaqiri
97 Federico Bonazzoli
Players transferred out during the season
7 Dani Osvaldo
19 Rubén Botta[30]
44 Rene Krhin[31]
90 Yann M'Vila
1 Samir Handanović
18 Juan Pablo Carrizo
46 Tommaso Berni
Defenders
2 Jonathan
5 Juan Jesus
6 Marco Andreolli
14 Hugo Campagnaro
15 Nemanja Vidić
21 Davide Santon
22 Dodô
23 Andrea Ranocchia
26 Felipe
33 Danilo D'Ambrosio
54 Isaac Donkor
55 Yuto Nagatomo
93 Federico Dimarco
Midfielders
10 Mateo Kovačić
13 Fredy Guarín
17 Zdravko Kuzmanović
18 Gary Medel
20 Joel Obi
27 Assane Demoya Gnoukouri
29 Gaston Camara
77 Marcelo Brozović
88 Hernanes
Forwards
8 Rodrigo Palacio
9 Mauro Icardi
11 Lukas Podolski
28 George Pușcaș
91 Xherdan Shaqiri
97 Federico Bonazzoli
Players transferred out during the season
7 Dani Osvaldo
19 Rubén Botta[30]
44 Rene Krhin[31]
90 Yann M'Vila
Selasa, 10 Maret 2015
Rahasia Sukses Zanetti
Moratti Ungkap Rahasia Sukses Zanetti
Presiden Kehormatan Inter Milan, Massimo Moratti, menilai kapten Javier Zanetti masih bisa bermain lebih lama. Menurutnya, rahasia Zanetti bisa bermain konsisten di level tinggi hingga usia 40 tahun adalah kerja keras dan kerendahan hati.
"Apakah ia seperti anak bagi saya? Kami memiliki relasi istimewa, karena ia adalah salah satu pemain pertama yang bergabung dengan Inter selama saya memimpin klub ini pada 1995. Rahasianya adalah kerja keras dan kerendahan hati, yang membawanya kepada sukses. Menurut saya, ia layak mendapatkan masa depan seperti Giacinto Facchetti, karena ia memiliki karakter untuk mencapai itu," ujar Moratti.
Hal tersebut disampaikan Moratti setelah pertandingan Serie-A antara Inter dan Lazio, di Giuseppe Meazza, Sabtu (10/5/2014), yang berakhir 4-1 untuk Inter. Itu adalah laga terakhir Zanetti di Giuseppe Meazza, yang telah menjadi rumahnya sejak 1995. Zanetti telah memutuskan pensiun akhir musim ini.
Pada laga itu, Zanetti bermain sebagai pengganti Jonathan pada menit ke-52 dan mendapatkan sambutan luar biasa dari suporter, rekan tim, ofisial tim, ofisial pertandingan, dan bahkan pemain-pemain Lazio.
Sumber :
http://bola.kompas.com
Rabu, 18 Februari 2015
SuperZanetti
Pada umumnya pemain sepakbola yang mampu bertahan bermain hingga usia diatas 35 tahun adalah penjaga gawang. Hanya sedikit pemain gaek non kiper yang mampu mempertahankan fisik dan kualitas bermain.
Hal ini menjadi perkecualian bagi Javier Zanneti. Memang ada legenda hidup lain yang seperti ini, yaitu Costacurta. Namun pemain belakang AC Milan ini lebih banyak menghabiskan masa tuanya sebagai pemain cadangan.
Jika Cristiano Ronaldo dianggap manusia luar biasa dan Lionel Messi dianggap sebagai alien, maka Javier Zanetti adalah Superman. Bayangkan saja, di usia yang sudah 39 tahun, Zanetti masih dapat bermain seperti berusia 20 tahunan. Berlari mengelilingi lapangan tanpa kenal lelah.
Sebagai ikon sekaligus legenda hidup Inter Milan, Zanetti telah bermain sebanyak 814 kali, hampir 18 tahun membela Inter Milan dan angka ini masih akan bertambah.
Rahasia dari pemain berjuluk El Tractor ini adalah latihan secara konstan dan faktor semangat yang membara sehingga tetap memiliki daya tahan fisik yang luar biasa. Zanetti selalu tiba pertama kali saat latihan dan pulang paling belakangan, kemudian dia berhenti untuk melakukan latihan preventif. Zanetti memperlakukan tiap laga seolah-olah itu adalah laga pertama dab terakhirnya untuk Inter Milan.
Langganan:
Postingan (Atom)









