Minggu, 15 Sep 2019 03:54 WIB
Inter Milan menjamu Udinese dalam ketiga Liga Italia. Meski unggul jumlah pemain, Nerazzurri cuma bisa menang 1-0. Bertanding di Giuseppe Meazza, Minggu (15/9/2019) dinihari WIB, Udinese harus bermain dengan 10 orang melawan Inter setelah Rodrigo de Paul diganjar kartu merah pada menit ke-35.
Unggul jumlah pemain tak bikin Inter dengan mudah melesakkan gol ke gawang Udinese. Nerazzurri berhasil melesakkan gol kemenangan jelang turun minum lewat sundulan Stefano Sensi. Inter sebetulnya punya banyak peluang di babak kedua. Di sisi lain, Udinese gagal menebar ancaman ke pertahanan Inter setelah sempat tampil oke di awal babak kedua.
Kemenangan ini membuat Inter mantap di puncak klasemen dengan sembilan poin dari tiga laga. Juventus harus puas di posisi kedua dengan tujuh poin usai imbang 0-0 dengan Fiorentina. Udinese gagal meraih poin lagi setelah kalah di pekan kedua. Mereka kini duduk di posisi ke-11 dengan tiga poin.
Jalannya Pertandingan
Inter langsung mengancam gawang Udinese lewat tembakan Matteo Politano dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras, namun masih membentur tiang gawang. Udinese langsung balas mengancam di menit keenam. Bola tembakan Nicholas Opoku berhasil ditepis oleh Samir Handanovic.
Inter baru bisa melepas tembakan ke gawang untuk pertama kalinya di menit ke-14. Kala itu, bola tembakan Stefano Sensi dari luar kotak berhasil ditepis oleh Juan Muso. Udinese harus bermain dengan 10 orang di menit ke-35. Rodrigo de Paul diganjar kartu merah langsung setelah memukul wajah Antonio Candreva.
Serangan Inter baru membuahkan hasil di menit ke-44. Diego Godin yang maju ke depan melepas umpan lambung ke kotak penalti Udinese. Bola berhasil disambar Sensi lewat sundulan, yang membawa Nerazzurri unggul 0-1 hingga turun minum.
Udinese sempat oke mengawali babak kedua. Ada dua tembakan yang berhasil mengarah ke gawang Inter, yakni lewat Kevin Lasagna di menit ke-51 dan Seko Fofan semenit kemudian. Bola tembakan itu berhasil dimentahkan Handanovic.
Inter dua kali mengancam gawang Udinese dalam jarak waktu berdekatan, yakni pada menit ke-56 lewat kaki Politano dan di menit ke-59 lewat tembakan Roberto Gagliardini. Bola dari keduanya masih bisa ditepis Muso.
Udinese nyaris tak berkutik sepanjang babak kedua. Inter terus menekan dan menebar ancaman, namun tak ada satupun yang menghasilkan gol tambahan. Inter menutup laga dengan kemenangan 1-0.
Susunan Pemain:
Inter: Handanovic; Godin, De Vrij, Skriniar; Candreva, Barella (Gagliardini 46), Brozovic, Sensi, Asamoah; Politano (Alexis Sanchez 79), R Lukaku (Lautaro Martinez 65).
Udinese: Musso; Becao, De Maio, Opoku; Stryger-Larsen, Jajalo (Barak 70), Walace (Pussetto 80), Fofana, Sema (Mandragora 80); De Paul; Lasagna.
Sumber :
https://sport.detik.com/sepakbola/liga-italia/d-4706825/inter-vs-udinese-nerazzurri-kalahkan-10-pemain-le-zebrette
Minggu, 15 September 2019
Senin, 02 September 2019
Cagliari Vs Inter Milan 1-2
Cagliari Vs Inter Milan 1-2, Fakta Lukaku dan 4 Hal Menarik Lain
Senin, 2 September 2019 05:24 WIB
Inter Milan menjaga kesempurnaannya di awal musim dengan kemenangan 2-1 di kandang Cagliari, Sardegna Arena, dalam lanjutan pekan kedua Liga Italia, Senin dinihari WIB, 2 September 2019. Inter unggul lewat gol Lautaro Martinez (menit 27). Cagliari membalas lewat Joao Pedro (50). Romelu Lukaku kemudian menjadi penentu kemenangan Inter lewat penaltinya (72).
Berikut sejumlah fakta terkait laga ini dan hasilnya:
Sumber :
https://bola.tempo.co/read/1242711/cagliari-vs-inter-milan-1-2-fakta-lukaku-dan-4-hal-menarik-lain/full&view=ok
Romelu Lukaku Jadi Pahlawan Nerrazurri
02/09/2019, 04:28 WIB
Romelu Lukaku jadi pahlawan Inter Milan saat menang 2-1 atas Cagliari pada pekan ke-2 Serie A, kasta tertinggi Liga Italia. Pertandingan antara Cagliari vs Inter berlangsung di Sardegna Arena, Minggu (1/9/2019) atau Senin dini hari WIB.
Pada laga Cagliari vs Inter, Lautaro Martinez membawa Nerrazurri unggul 1-0 lewat golnya pada menit ke-27. Tuan rumah membalas lewat Joao Pedro pada menit ke-50. Lukaku menjadi pahlawan Inter setelah mencetak gol lewat titik penalti pada menit ke-72.
Ini merupakan gol kedua Lukaku di Liga Italia setelah pekan lalu juga mencetak satu gol saat timnya menang 4-0 atas Lecce. Hasil ini membuat Inter memuncaki klasemen sementara Serie A dengan 6 poin dari 2 laga.
Inter mengoleksi poin yang sama dengan rival abadinya, Juventus. Nerrazurri berhak berada di puncak karena unggul selisih gol. Adapun Cagliari berkutat di zona degradasi karena menempati peringkat ke-18. Cagliari belum sama sekali mengoleksi poin walau sudah dua kali bertanding.
Jalannya Pertandingan Dikutip BolaSport.com dari Lega Serie A, Inter Milan memang tampil lebih mendominasi. I Nerazzurri memimpin penguasaan bola dengan 55 persen. Dari segi peluang, Inter memiliki 9 yang 8 di antaranya mengarah tepat sasaran.
Adapun Cagliari mempunyai 7 kesempatan dengan 3 menuju ke gawang. Mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan, Inter Milan unggul 1-0 pada menit ke-27. Menerima umpan silang dari Stefano Sensi, Lautaro Martinez dengan mantap menyundul bola. Skor 1-0 untuk Inter bertahan sampai turun minum.
Memasuki babak kedua, Inter Milan tetap memegang kendali permainan. Namun, pasukan Antonio Conte dibuat terdiam dengan gol dari Joao Pedro pada menit ke-50. Crossing matang Nahitan Nandez disambut Pedro dengan tandukan akurat yang membuat kiper Inter, Samir Handanovic, mati langkah.
Inter Milan mendapat penalti pada menit ke-70 setelah Stefano Sensi dilanggar Fabio Pisacane di kotak terlarang. Romelu Lukaku, yang maju sebagai eksekutor, melepaskan tendangan datar ke pojok kiri gawang Cagliari. Skor 2-1 untuk Inter Milan tetap tidak berubah hingga wasit Fabio Maresca meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan.
Kemenangan ini mengembalikan Inter ke puncak klasemen Liga Italia 2019-2020 dengan raihan enam poin. Inter unggul produktivitas gol atas Juventus dan Torino yang membuntuti di peringkat kedua dan ketiga.
Susunan pemain Cagliari dan Inter Milan:
Cagliari (3-5-2): 90-Robin Olsen; 15-Ragnar Klavan, 23-Luca Ceppitelli, 19-Fabio Pisacane (29-Lucas Castro 75'); 33-Luca Pellegrini, 4-Radja Nainggolan (8-Luca Cigarini 85'), 21-Artur Ionita, 6-Marko Rog, 18-Nahitan Nandez; 10-Joao Pedro, 9-Alberto Cerri (99-Giovanni Simeone 46')
Pelatih: Rolando Maran
Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 13-Andrea Ranocchia, 33-Danilo D'Ambrosio, 37-Milan Skriniar; 18-Kwadwo Asamoah, 87-Antonio Candreva (2-Diego Godin 79'), 8-Matias Vecino (23-Nicolo Barella 69'), 77-Marcelo Brozovic, 12-Stefano Sensi; 9-Romelu Lukaku, 10-Lautaro Martinez (16-Matteo Politano 78')
Pelatih: Antonio Conte
Sumber :
https://bola.kompas.com/read/2019/09/02/04283188/cagliari-vs-inter-milan-romelu-lukaku-jadi-pahlawan-nerrazurri?page=all.
Senin, 2 September 2019 05:24 WIB
Inter Milan menjaga kesempurnaannya di awal musim dengan kemenangan 2-1 di kandang Cagliari, Sardegna Arena, dalam lanjutan pekan kedua Liga Italia, Senin dinihari WIB, 2 September 2019. Inter unggul lewat gol Lautaro Martinez (menit 27). Cagliari membalas lewat Joao Pedro (50). Romelu Lukaku kemudian menjadi penentu kemenangan Inter lewat penaltinya (72).
Berikut sejumlah fakta terkait laga ini dan hasilnya:
- Romelu Lukaku mendapat pelecehan rasial saat melakukan tendangan penalti. Musim lalu, pemain Juventus Moise Kean juga mendapat perlakuan sama di lokasi ini.
- Lukaku mencetak gol keduanya dalam dua laga secara beruntun. Ia sekaligus mencetak gol penalti pertamanya buat Nerrazzuri, meski telah gagal mencetak gol dalam tiga dari empat penalti sebelumnya.
- Inter memenangi dua laga awalnya di Serie A, untuk ketiga kalinya dalam lima musim terakhir.
- Radja Nainggolan, pemain Inter yang dipinjamkan ke Cagliari, tampil apik. Ia yang terbanyak dalam merebut kembali bola (10 kali) dan melakuka lebih banyak sentuhan (80) ketimbang pemain Cagliari lain.
- Lautaro Martinez selalu mencetak gol buat Inter dalam tiga laga terakhir melawan Cagliari.
- Inter Milan kini memuncaki klasemen dengan nilai 6, unggul selisih gol dari Torino dan Juventus. Dalam laga berikutnya mereka akan menjamu Udinese.
Sumber :
https://bola.tempo.co/read/1242711/cagliari-vs-inter-milan-1-2-fakta-lukaku-dan-4-hal-menarik-lain/full&view=ok
Romelu Lukaku Jadi Pahlawan Nerrazurri
02/09/2019, 04:28 WIB
Romelu Lukaku jadi pahlawan Inter Milan saat menang 2-1 atas Cagliari pada pekan ke-2 Serie A, kasta tertinggi Liga Italia. Pertandingan antara Cagliari vs Inter berlangsung di Sardegna Arena, Minggu (1/9/2019) atau Senin dini hari WIB.
Pada laga Cagliari vs Inter, Lautaro Martinez membawa Nerrazurri unggul 1-0 lewat golnya pada menit ke-27. Tuan rumah membalas lewat Joao Pedro pada menit ke-50. Lukaku menjadi pahlawan Inter setelah mencetak gol lewat titik penalti pada menit ke-72.
Ini merupakan gol kedua Lukaku di Liga Italia setelah pekan lalu juga mencetak satu gol saat timnya menang 4-0 atas Lecce. Hasil ini membuat Inter memuncaki klasemen sementara Serie A dengan 6 poin dari 2 laga.
Inter mengoleksi poin yang sama dengan rival abadinya, Juventus. Nerrazurri berhak berada di puncak karena unggul selisih gol. Adapun Cagliari berkutat di zona degradasi karena menempati peringkat ke-18. Cagliari belum sama sekali mengoleksi poin walau sudah dua kali bertanding.
Jalannya Pertandingan Dikutip BolaSport.com dari Lega Serie A, Inter Milan memang tampil lebih mendominasi. I Nerazzurri memimpin penguasaan bola dengan 55 persen. Dari segi peluang, Inter memiliki 9 yang 8 di antaranya mengarah tepat sasaran.
Adapun Cagliari mempunyai 7 kesempatan dengan 3 menuju ke gawang. Mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan, Inter Milan unggul 1-0 pada menit ke-27. Menerima umpan silang dari Stefano Sensi, Lautaro Martinez dengan mantap menyundul bola. Skor 1-0 untuk Inter bertahan sampai turun minum.
Memasuki babak kedua, Inter Milan tetap memegang kendali permainan. Namun, pasukan Antonio Conte dibuat terdiam dengan gol dari Joao Pedro pada menit ke-50. Crossing matang Nahitan Nandez disambut Pedro dengan tandukan akurat yang membuat kiper Inter, Samir Handanovic, mati langkah.
Inter Milan mendapat penalti pada menit ke-70 setelah Stefano Sensi dilanggar Fabio Pisacane di kotak terlarang. Romelu Lukaku, yang maju sebagai eksekutor, melepaskan tendangan datar ke pojok kiri gawang Cagliari. Skor 2-1 untuk Inter Milan tetap tidak berubah hingga wasit Fabio Maresca meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan.
Kemenangan ini mengembalikan Inter ke puncak klasemen Liga Italia 2019-2020 dengan raihan enam poin. Inter unggul produktivitas gol atas Juventus dan Torino yang membuntuti di peringkat kedua dan ketiga.
Susunan pemain Cagliari dan Inter Milan:
Cagliari (3-5-2): 90-Robin Olsen; 15-Ragnar Klavan, 23-Luca Ceppitelli, 19-Fabio Pisacane (29-Lucas Castro 75'); 33-Luca Pellegrini, 4-Radja Nainggolan (8-Luca Cigarini 85'), 21-Artur Ionita, 6-Marko Rog, 18-Nahitan Nandez; 10-Joao Pedro, 9-Alberto Cerri (99-Giovanni Simeone 46')
Pelatih: Rolando Maran
Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 13-Andrea Ranocchia, 33-Danilo D'Ambrosio, 37-Milan Skriniar; 18-Kwadwo Asamoah, 87-Antonio Candreva (2-Diego Godin 79'), 8-Matias Vecino (23-Nicolo Barella 69'), 77-Marcelo Brozovic, 12-Stefano Sensi; 9-Romelu Lukaku, 10-Lautaro Martinez (16-Matteo Politano 78')
Pelatih: Antonio Conte
Sumber :
https://bola.kompas.com/read/2019/09/02/04283188/cagliari-vs-inter-milan-romelu-lukaku-jadi-pahlawan-nerrazurri?page=all.
Selasa, 27 Agustus 2019
Lukaku Cetak Gol Debut, Inter Gulung Lecce 4-0
Selasa, 27 Agustus 2019 | 03:59 WIB
Inter Milan sukses mengawali Liga Italia 2019-2020 dengan kemenangan telak 4-0 atas Lecce dan striker anyar mereka Romelu Lukaku mencetak gol debutnya pada pertandingan. Inter Milan melakoni laga perdana Liga Italia Serie A 2019-2020 melawan Lecce di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (25/8/2019).
Striker anyar Inter Milan, Romelu Lukaku mencetak gol debutnya pada menit ke-60 dalam kemenangan 4-0 timnya atas Lecce. Tiga gol lainnya berhasil disarangkan oleh Marcelo Brozovic (21'), Stefano Sensi (24'), dan sepakan jarak jauh Antonio Candreva (84').
Dalam pertandingan tersebut, Lecce harus bermain dengan 10 pemain setelah pemain Diego Farias diusir wasit pada menit ke-76.
Jalannya Pertandingan
Inter Milan mencoba mengambil inisiatif serangan selepas peluit babak pertama dibunyikan.
Peluang pertama justru hadir untuk Lecce pada menit ke-19 melalui sepakan Panagiotis Tachtsidis. Meneruskan umpan terukur dari Filippo Falco, Panagiotis Tachtsidis melakukan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti.
Inter Milan akhirnya mampu membuka keunggulan terlebih dahulu melalui sontekan kaki kanan Marcelo Brozovic pada menit ke-21.
Bermula dari usaha Kwadkwo Asamoah melakukan umpan sapuan, Marcelo Brozovic yang menyambut datangnya bola lantas melakukan sepakan ke pojok jauh gawang Gabriel. Inter Milan unggul 1-0.
Tidak butuh waktu lama, Inter Milan menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-24 melalui sepakan mendatar Stefano Sensi.
Gol berawal dari Matias Vecino yang mencoba merangsek ke tengah kotak penalti, melihat pergerakan dari Stefano Sensi yang kosong bola langsung disodorkan ke pemain. Kecerdikan Sensi dalam mengarahkan bola melalui kaki kanannya ke sela-sela kaki bek Lecce membuat Gabriel dibuat tak berdaya. Inter unggul 2-0 atas Lecce.
Permainan cepat kemudian diperagakan oleh anak asuh Antonio Conte memanfaatkan kecepatan dari Kwadkwo Asamoah dan Antonio Candreva. Lecce yang tertekan oleh serangan-serangan Inter tidak mampu masuk ke pertahanan tim tuan rumah berkat Andrea Ranocchia dan Milan Skriniar yang disiplin.
Hingga peluit panjang babak pertama dibunyikan, Inter sementara unggul 2-0 atas Lecce.
Pada babak kedua, Lecce mencoba untuk keluar dari tekanan Inter Milan dengan mengambil inisiatif menyerang.
Lecce melakukan percobaan pertama melalui Filippo Falco pada menit ke-47. Merangsek ke jantung pertahanan Inter, Filippo Falco meliuk-liuk melewati dua pemain belakang Inter tetapi sepakannya dari dalam kotak penalti masih dapat diblok.
Lecce kembali mendapatkan peluang melalui Falco pada menit ke-57. Sepakan kaki kanannya masih mampu dimentahkan Ranocchia dari dalam kotak penalti. Pasukan Antonio Conte semakin memperlebar keunggulan menjadi 3-0 berkat sontekan kaki kanan Romelu Lukaku pada menit ke-60.
Berawal dari sepakan Lautaro Martinez dari luar kotak penalti yang gagal ditangkap ditepis dengan baik oleh Gabriel, Romelu Lukaku yang bebas dari offiside lalu mengejar bola muntah.
Penyerang yang baru dibeli Inter pada bursa transfer musim panas ini lantas menyambar bola muntah dengan kaki kanannya dan memperdaya Gabriel. Gol itu menjadi gol pertama sekaligus gol debut Lukaku bersama Inter.
Inter nyaris menambah keunggulan andai sepakan kaki kiri Lautaro Martinez dari dalam kotak penalti tidak mampu digagalkan Gabriel pada menit ke-67. Lukaku yang berada di sisi kanan pertahanan Lecce melepaskan umpan mendatar ke kotak penalti, tetapi sepakan Martinez masih terlalu lemah.
Lecce harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-76 setelah pemain pengganti Diego Farias dikartu merah oleh wasit Federico La Penna akibat melakukan pelanggaran keras terhadap Nicolo Barella.
Keunggulan Inter bisa bertambah menjadi 4-0 andai tembakan kaki kiri Matteo Politano dari luar kotak penalti pada menit ke-80 disahkan oleh wasit Federico La Penna. Gol dianulir lantaran Romelu Lukaku masih berada di dalam kotak penalti dan terlebih dahulu terkena offside.
Akhirnya Inter akhirnya benar-benar unggul 4-0 atas Lecce pada menit ke-84 melalui gol jarak jauh yang dicetak oleh Antonio Candreva.
Menerima umpan lambung dari Nicolo Barella, Antonio Candreva yang berada di depan kotak penalti Lecce terlebih dahulu mengontrol bola sebelum akhirnya melepaskan tembakan dengan kaki kanannya.
Bola menghujam deras ke pojok kanan atas gawang Lecce yang tidak mampu digapai oleh Gabriel. Hingga babak peluit panjang babak kedua dibunyikan tidak ada gol tambahan lagi yang tercipta.
Inter Milan 4-0 Lecce (Marcelo Brozovic 21', Stefano Sensi 24', Romelu Lukaku 60', Antonio Candreva 84')
Berikut susunan pemain Inter Milan Vs Lecce:
Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 33-Danilo D'Ambrosio, 13-Andrea Ranocchia, , 37-Milan Skriniar, ; 87-Antonio Candreva, 8-Matias Vecino (23-Nicolo Barella 66'), 77-Marcelo Brozovic, 12-Stefano Sensi (5-Roberto Gagliardini 73'), 18-Kwadwo Asamoah; 10-Lautaro Martinez (16-Matteo Politano 78'), 9-Romelu Lukaku
Pelatih: Antonio Conte
Lecce (4-3-3): 21-Gabriel; 27-Marco Calderoni, 5-Fabio Lucioni, 13-Luca Rossettini, 29-Andrea Rispoli (6-Romario Benzar 72'); 37-Zan Majer, 77-Panagiotis Tachtsidis, 4-Jacopo Petriccione (8-Marco Mancosu 61'); 10-Filippo Falco, 9-Gianluca Lapadula, 19-Andrea La Mantia (17-Diego Farias 62')
Pelatih: Fabio Liverani
Sumber :
https://www.bolasport.com/read/311831442/hasil-liga-italia-lukaku-cetak-gol-debut-inter-gulung-lecce-4-0?page=all
Inter Milan sukses mengawali Liga Italia 2019-2020 dengan kemenangan telak 4-0 atas Lecce dan striker anyar mereka Romelu Lukaku mencetak gol debutnya pada pertandingan. Inter Milan melakoni laga perdana Liga Italia Serie A 2019-2020 melawan Lecce di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (25/8/2019).
Striker anyar Inter Milan, Romelu Lukaku mencetak gol debutnya pada menit ke-60 dalam kemenangan 4-0 timnya atas Lecce. Tiga gol lainnya berhasil disarangkan oleh Marcelo Brozovic (21'), Stefano Sensi (24'), dan sepakan jarak jauh Antonio Candreva (84').
Dalam pertandingan tersebut, Lecce harus bermain dengan 10 pemain setelah pemain Diego Farias diusir wasit pada menit ke-76.
Jalannya Pertandingan
Inter Milan mencoba mengambil inisiatif serangan selepas peluit babak pertama dibunyikan.
Peluang pertama justru hadir untuk Lecce pada menit ke-19 melalui sepakan Panagiotis Tachtsidis. Meneruskan umpan terukur dari Filippo Falco, Panagiotis Tachtsidis melakukan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti.
Inter Milan akhirnya mampu membuka keunggulan terlebih dahulu melalui sontekan kaki kanan Marcelo Brozovic pada menit ke-21.
Bermula dari usaha Kwadkwo Asamoah melakukan umpan sapuan, Marcelo Brozovic yang menyambut datangnya bola lantas melakukan sepakan ke pojok jauh gawang Gabriel. Inter Milan unggul 1-0.
Tidak butuh waktu lama, Inter Milan menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-24 melalui sepakan mendatar Stefano Sensi.
Gol berawal dari Matias Vecino yang mencoba merangsek ke tengah kotak penalti, melihat pergerakan dari Stefano Sensi yang kosong bola langsung disodorkan ke pemain. Kecerdikan Sensi dalam mengarahkan bola melalui kaki kanannya ke sela-sela kaki bek Lecce membuat Gabriel dibuat tak berdaya. Inter unggul 2-0 atas Lecce.
Permainan cepat kemudian diperagakan oleh anak asuh Antonio Conte memanfaatkan kecepatan dari Kwadkwo Asamoah dan Antonio Candreva. Lecce yang tertekan oleh serangan-serangan Inter tidak mampu masuk ke pertahanan tim tuan rumah berkat Andrea Ranocchia dan Milan Skriniar yang disiplin.
Hingga peluit panjang babak pertama dibunyikan, Inter sementara unggul 2-0 atas Lecce.
Pada babak kedua, Lecce mencoba untuk keluar dari tekanan Inter Milan dengan mengambil inisiatif menyerang.
Lecce melakukan percobaan pertama melalui Filippo Falco pada menit ke-47. Merangsek ke jantung pertahanan Inter, Filippo Falco meliuk-liuk melewati dua pemain belakang Inter tetapi sepakannya dari dalam kotak penalti masih dapat diblok.
Lecce kembali mendapatkan peluang melalui Falco pada menit ke-57. Sepakan kaki kanannya masih mampu dimentahkan Ranocchia dari dalam kotak penalti. Pasukan Antonio Conte semakin memperlebar keunggulan menjadi 3-0 berkat sontekan kaki kanan Romelu Lukaku pada menit ke-60.
Berawal dari sepakan Lautaro Martinez dari luar kotak penalti yang gagal ditangkap ditepis dengan baik oleh Gabriel, Romelu Lukaku yang bebas dari offiside lalu mengejar bola muntah.
Penyerang yang baru dibeli Inter pada bursa transfer musim panas ini lantas menyambar bola muntah dengan kaki kanannya dan memperdaya Gabriel. Gol itu menjadi gol pertama sekaligus gol debut Lukaku bersama Inter.
Inter nyaris menambah keunggulan andai sepakan kaki kiri Lautaro Martinez dari dalam kotak penalti tidak mampu digagalkan Gabriel pada menit ke-67. Lukaku yang berada di sisi kanan pertahanan Lecce melepaskan umpan mendatar ke kotak penalti, tetapi sepakan Martinez masih terlalu lemah.
Lecce harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-76 setelah pemain pengganti Diego Farias dikartu merah oleh wasit Federico La Penna akibat melakukan pelanggaran keras terhadap Nicolo Barella.
Keunggulan Inter bisa bertambah menjadi 4-0 andai tembakan kaki kiri Matteo Politano dari luar kotak penalti pada menit ke-80 disahkan oleh wasit Federico La Penna. Gol dianulir lantaran Romelu Lukaku masih berada di dalam kotak penalti dan terlebih dahulu terkena offside.
Akhirnya Inter akhirnya benar-benar unggul 4-0 atas Lecce pada menit ke-84 melalui gol jarak jauh yang dicetak oleh Antonio Candreva.
Menerima umpan lambung dari Nicolo Barella, Antonio Candreva yang berada di depan kotak penalti Lecce terlebih dahulu mengontrol bola sebelum akhirnya melepaskan tembakan dengan kaki kanannya.
Bola menghujam deras ke pojok kanan atas gawang Lecce yang tidak mampu digapai oleh Gabriel. Hingga babak peluit panjang babak kedua dibunyikan tidak ada gol tambahan lagi yang tercipta.
Inter Milan 4-0 Lecce (Marcelo Brozovic 21', Stefano Sensi 24', Romelu Lukaku 60', Antonio Candreva 84')
Berikut susunan pemain Inter Milan Vs Lecce:
Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 33-Danilo D'Ambrosio, 13-Andrea Ranocchia, , 37-Milan Skriniar, ; 87-Antonio Candreva, 8-Matias Vecino (23-Nicolo Barella 66'), 77-Marcelo Brozovic, 12-Stefano Sensi (5-Roberto Gagliardini 73'), 18-Kwadwo Asamoah; 10-Lautaro Martinez (16-Matteo Politano 78'), 9-Romelu Lukaku
Pelatih: Antonio Conte
Lecce (4-3-3): 21-Gabriel; 27-Marco Calderoni, 5-Fabio Lucioni, 13-Luca Rossettini, 29-Andrea Rispoli (6-Romario Benzar 72'); 37-Zan Majer, 77-Panagiotis Tachtsidis, 4-Jacopo Petriccione (8-Marco Mancosu 61'); 10-Filippo Falco, 9-Gianluca Lapadula, 19-Andrea La Mantia (17-Diego Farias 62')
Pelatih: Fabio Liverani
Sumber :
https://www.bolasport.com/read/311831442/hasil-liga-italia-lukaku-cetak-gol-debut-inter-gulung-lecce-4-0?page=all
Senin, 29 Juli 2019
Jadwal Inter Milan 2019/2020
JADWAL LENGKAP PERTANDINGAN INTER DI SERIE A TIM 2019/20
Partai pembuka Nerazzurri akan dilaksanakan di kandang menjamu Lecce, sementara Atalanta akan menjadi laga penutup paruh musim.
Jadwal Serie A TIM musim 2019/20 telah resmi diumumkan, liga akan dimulai saat akhir pekan yang jatuh pada hari Minggu tanggal 25 Agustus 2019 dan akan berakhir pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2020. Skuat asuhan Antonio Conte akan memulai musim ini dengan laga kandang menghadapi Lecce.
Derby Milano akan berlangsung pada matchday empat, sementara Nerazzurri akan menghadapi Atalanta pada laga penutup paruh musim.
Berikut jadwal lengkap pertandingan Inter:
MATCHDAY 1
(pertemuan pertama 25.08.19 – pertemuan kedua 19.01.20)
INTER vs. Lecce
MATCHDAY 2
(pertemuan pertama 01.09.19 – pertemuan kedua 26.01.20)
Cagliari vs. INTER
MATCHDAY 3
(pertemuan pertama 15.09.19 – pertemuan kedua 02.02.20)
INTER vs. Udinese
MATCHDAY 4
(pertemuan pertama 22.09.19 – pertemuan kedua 09.02.20)
AC Milan vs. INTER
MATCHDAY 5
(pertemuan pertama 25.09.19 – pertemuan kedua 16.02.20)
INTER vs. Lazio
MATCHDAY 6
(pertemuan pertama 29.09.19 – pertemuan kedua 23.02.20)
Sampdoria vs. INTER
MATCHDAY 7
(pertemuan pertama 06.10.19 – pertemuan kedua 01.03.20)
INTER vs. Juventus
MATCHDAY 8
(pertemuan pertama 20.10.19 – pertemuan kedua 08.03.20)
Sassuolo vs. INTER
MATCHDAY 9
(pertemuan pertama 27.10.19 – pertemuan kedua 15.03.20)
INTER vs. Parma
MATCHDAY 10
(pertemuan pertama 30.10.19 – pertemuan kedua 22.03.20)
Brescia vs. INTER
MATCHDAY 11
(pertemuan pertama 03.11.19 – pertemuan kedua 05.04.20)
Bologna vs. INTER
MATCHDAY 12
(pertemuan pertama 10.11.19 – pertemuan kedua 12.04.20)
INTER vs. Hellas Verona
MATCHDAY 13
(pertemuan pertama 24.11.19 – pertemuan kedua 19.04.20)
Torino vs. INTER
MATCHDAY 14
(pertemuan pertama 01.12.19 – pertemuan kedua 22.04.20)
INTER vs. Spal
MATCHDAY 15
(pertemuan pertama 08.12.19 – pertemuan kedua 26.04.20)
INTER vs. Roma
MATCHDAY 16
(pertemuan pertama 15.12.19 – pertemuan kedua 03.05.20)
Fiorentina vs. INTER
MATCHDAY 17
(pertemuan pertama 22.12.18 – pertemuan kedua 10.05.20)
INTER vs. Genoa
MATCHDAY 18
(pertemuan pertama 05.01.20 – pertemuan kedua 17.05.20)
Napoli vs. INTER
MATCHDAY 19
(pertemuan pertama 12.01.20 – pertemuan kedua 24.05.20)
INTER vs. Atalanta
Partai pembuka Nerazzurri akan dilaksanakan di kandang menjamu Lecce, sementara Atalanta akan menjadi laga penutup paruh musim.
Jadwal Serie A TIM musim 2019/20 telah resmi diumumkan, liga akan dimulai saat akhir pekan yang jatuh pada hari Minggu tanggal 25 Agustus 2019 dan akan berakhir pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2020. Skuat asuhan Antonio Conte akan memulai musim ini dengan laga kandang menghadapi Lecce.
Derby Milano akan berlangsung pada matchday empat, sementara Nerazzurri akan menghadapi Atalanta pada laga penutup paruh musim.
Berikut jadwal lengkap pertandingan Inter:
MATCHDAY 1
(pertemuan pertama 25.08.19 – pertemuan kedua 19.01.20)
INTER vs. Lecce
MATCHDAY 2
(pertemuan pertama 01.09.19 – pertemuan kedua 26.01.20)
Cagliari vs. INTER
MATCHDAY 3
(pertemuan pertama 15.09.19 – pertemuan kedua 02.02.20)
INTER vs. Udinese
MATCHDAY 4
(pertemuan pertama 22.09.19 – pertemuan kedua 09.02.20)
AC Milan vs. INTER
MATCHDAY 5
(pertemuan pertama 25.09.19 – pertemuan kedua 16.02.20)
INTER vs. Lazio
MATCHDAY 6
(pertemuan pertama 29.09.19 – pertemuan kedua 23.02.20)
Sampdoria vs. INTER
MATCHDAY 7
(pertemuan pertama 06.10.19 – pertemuan kedua 01.03.20)
INTER vs. Juventus
MATCHDAY 8
(pertemuan pertama 20.10.19 – pertemuan kedua 08.03.20)
Sassuolo vs. INTER
MATCHDAY 9
(pertemuan pertama 27.10.19 – pertemuan kedua 15.03.20)
INTER vs. Parma
MATCHDAY 10
(pertemuan pertama 30.10.19 – pertemuan kedua 22.03.20)
Brescia vs. INTER
MATCHDAY 11
(pertemuan pertama 03.11.19 – pertemuan kedua 05.04.20)
Bologna vs. INTER
MATCHDAY 12
(pertemuan pertama 10.11.19 – pertemuan kedua 12.04.20)
INTER vs. Hellas Verona
MATCHDAY 13
(pertemuan pertama 24.11.19 – pertemuan kedua 19.04.20)
Torino vs. INTER
MATCHDAY 14
(pertemuan pertama 01.12.19 – pertemuan kedua 22.04.20)
INTER vs. Spal
MATCHDAY 15
(pertemuan pertama 08.12.19 – pertemuan kedua 26.04.20)
INTER vs. Roma
MATCHDAY 16
(pertemuan pertama 15.12.19 – pertemuan kedua 03.05.20)
Fiorentina vs. INTER
MATCHDAY 17
(pertemuan pertama 22.12.18 – pertemuan kedua 10.05.20)
INTER vs. Genoa
MATCHDAY 18
(pertemuan pertama 05.01.20 – pertemuan kedua 17.05.20)
Napoli vs. INTER
MATCHDAY 19
(pertemuan pertama 12.01.20 – pertemuan kedua 24.05.20)
INTER vs. Atalanta
Minggu, 03 Desember 2017
Ivan Perisic
Ivan Perisic adalah seorang pemain sepak bola profesional yang berasal dari Yugoslavia. Ia lahir pada tanggal 2 Februari 1989 di Split, SFR Yugoslavia. Perisic bermain pada gelandang serang atau penyerang. Selain itu ia juga termasuk pemain dalam skuad timnas Kroasia.
Ivan Perisic dalam karir Senior profesionalnya pernah membela 6 klub, yaitu sebagai berikut :
2007–2009 : Sochaux
2009 : Roeselare (Dipinjamkan)
2009–2011 : Club Brugge
2011–2013: Borussia Dortmund
2013-2015: VFL Wolfsburg
2015-Sekarang: Inter Milan
Awal musim 2017 - 2018 ini, Ivan Perisic hampir saja kurang 1 langkah pindah ke Manchester United. Namun akhirnya saga transfer terpanjang pada musim panas lalu adalah terkait kepindahan Ivan Perisic ke Manchester United gagal.
Tak hanya masalah biaya transfer yang tak pernah menemui kata sepakat, permintaan Inter untuk memasukkan nama Anthony Martial dalam kesepakatan juga tak pernah diiyakan oleh kubu Setan Merah.
Hingga akhirnya dua pemain ini diperbandingkan dalam hal kinerja terhadap tim mereka tiga bulan usai bursa transfer ditutup musim ini.
Dalam hal menit bermain, Ivan Perisic sejauh ini sudah mengantongi 1080 menit bermain di mana dirinya selalu bermain di 12 laga awal Serie A sejauh ini. Sementara Anthony Martial sejauh ini baru mengemas 297 menit bermain di Premier League.
Dalam rataan gol per menit, Martial lebih baik dari Perisic. Sejauh ini sayap asal Perancis ini sudah mengemas 4 gol dengan rataan 74,25 menit per gol, sementara Perisic memiliki rataan 270 menit per gol (juga sudah mengemas 4 gol).
Dalam hal crossing sukses, Perisic total sudah mengirimkan 61 crossing berbanding 13 crossing dari Martial.
Dalam hal menciptakan peluang, Martial sudah mencatatkan 9 chances created dengan rataan 1 peluang tercipta setiap 32 menit, sementara Perisic sejauh ini sudah mencatatkan 28 chances created dengan rataan 1 peluang tercipta setiap 38 menit.
Perisic merupakan pemain yang mati-matian berusaha dipertahankan Inter pada bursa transfer musim panas lalu. Pelatih Manchester United, Jose Mourinho memang diketahui begitu ngotot ingin merekrut Perisic.
Inter menolak sejumlah tawaran yang diajukan Man United dan memagarinya dengan banderol besar mencapai 50 juta pounds. Ivan Perisic, mengungkapkan adanya pengaruh besar dari Luciano Spalletti dalam keputusannya bertahan di Stadion Giuseppe Meazza pada musim panas 2017.
Keputusan Inter bersikeras mempertahankan Perisic pun terbukti tepat. Perisic merupakan salah satu pemain penting yang mengispirasi performa impresif skuat asuhan Spalletti sejauh musim ini. Perisic kembali tampil mengilap saat Inter melibas Chievo dengan skor 5-0 di Giuseppe Meazza, Minggu (3/12/2017) waktu setempat.
Ivan Perisic memborong tiga gol (23', 57', 90'), dua gol lain dicetak Mauro Icardi (38'), dan Milan Skriniar (60'). Bahkan, kemenangan tersebut mengantarkan Inter naik ke puncak klasemen sementara Liga Italia dengan menggeser Napoli.
Bahkan, kontribusinya tergolong besar dengan mengemas 7 gol dan 6 assist dalam 14 laga Serie A.
Sumber :
https://www.bola.net/profile/ivan_perisic/index.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Ivan_Peri%C5%A1i%C4%87
https://www.nerazzurriale.com/2017/11/13/perisic-v-martial-siapa-yang-buat-keputusan-tepat-inter-atau-manchester-united/
https://www.bolasport.com/read/bola/italia/223988-ivan-perisic-bongkar-penyebab-keputusannya-tetap-di-inter-milan?page=2
http://www.mirror.co.uk/sport/football/match-reports/ivan-perisic-bags-hat-trick-11633122
Ivan Perisic dalam karir Senior profesionalnya pernah membela 6 klub, yaitu sebagai berikut :
2007–2009 : Sochaux
2009 : Roeselare (Dipinjamkan)
2009–2011 : Club Brugge
2011–2013: Borussia Dortmund
2013-2015: VFL Wolfsburg
2015-Sekarang: Inter Milan
Awal musim 2017 - 2018 ini, Ivan Perisic hampir saja kurang 1 langkah pindah ke Manchester United. Namun akhirnya saga transfer terpanjang pada musim panas lalu adalah terkait kepindahan Ivan Perisic ke Manchester United gagal.
Tak hanya masalah biaya transfer yang tak pernah menemui kata sepakat, permintaan Inter untuk memasukkan nama Anthony Martial dalam kesepakatan juga tak pernah diiyakan oleh kubu Setan Merah.
Hingga akhirnya dua pemain ini diperbandingkan dalam hal kinerja terhadap tim mereka tiga bulan usai bursa transfer ditutup musim ini.
Dalam hal menit bermain, Ivan Perisic sejauh ini sudah mengantongi 1080 menit bermain di mana dirinya selalu bermain di 12 laga awal Serie A sejauh ini. Sementara Anthony Martial sejauh ini baru mengemas 297 menit bermain di Premier League.
Dalam rataan gol per menit, Martial lebih baik dari Perisic. Sejauh ini sayap asal Perancis ini sudah mengemas 4 gol dengan rataan 74,25 menit per gol, sementara Perisic memiliki rataan 270 menit per gol (juga sudah mengemas 4 gol).
Dalam hal crossing sukses, Perisic total sudah mengirimkan 61 crossing berbanding 13 crossing dari Martial.
Dalam hal menciptakan peluang, Martial sudah mencatatkan 9 chances created dengan rataan 1 peluang tercipta setiap 32 menit, sementara Perisic sejauh ini sudah mencatatkan 28 chances created dengan rataan 1 peluang tercipta setiap 38 menit.
Perisic merupakan pemain yang mati-matian berusaha dipertahankan Inter pada bursa transfer musim panas lalu. Pelatih Manchester United, Jose Mourinho memang diketahui begitu ngotot ingin merekrut Perisic.
Inter menolak sejumlah tawaran yang diajukan Man United dan memagarinya dengan banderol besar mencapai 50 juta pounds. Ivan Perisic, mengungkapkan adanya pengaruh besar dari Luciano Spalletti dalam keputusannya bertahan di Stadion Giuseppe Meazza pada musim panas 2017.
Keputusan Inter bersikeras mempertahankan Perisic pun terbukti tepat. Perisic merupakan salah satu pemain penting yang mengispirasi performa impresif skuat asuhan Spalletti sejauh musim ini. Perisic kembali tampil mengilap saat Inter melibas Chievo dengan skor 5-0 di Giuseppe Meazza, Minggu (3/12/2017) waktu setempat.
Ivan Perisic memborong tiga gol (23', 57', 90'), dua gol lain dicetak Mauro Icardi (38'), dan Milan Skriniar (60'). Bahkan, kemenangan tersebut mengantarkan Inter naik ke puncak klasemen sementara Liga Italia dengan menggeser Napoli.
Bahkan, kontribusinya tergolong besar dengan mengemas 7 gol dan 6 assist dalam 14 laga Serie A.
Sumber :
https://www.bola.net/profile/ivan_perisic/index.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Ivan_Peri%C5%A1i%C4%87
https://www.nerazzurriale.com/2017/11/13/perisic-v-martial-siapa-yang-buat-keputusan-tepat-inter-atau-manchester-united/
https://www.bolasport.com/read/bola/italia/223988-ivan-perisic-bongkar-penyebab-keputusannya-tetap-di-inter-milan?page=2
http://www.mirror.co.uk/sport/football/match-reports/ivan-perisic-bags-hat-trick-11633122
Pemain Inter Milan musim 2017 - 2018
Goalkeepers
1 Samir Handanović
27 Daniele Padelli
46 Tommaso Berni CT
Defenders
7 João Cancelo (on loan from Valencia)
13 Andrea Ranocchia
21 Davide Santon CT
25 Miranda
29 Dalbert Henrique
33 Danilo D'Ambrosio HG
37 Milan Škriniar
55 Yuto Nagatomo
61 Zinho Vanheusden CT U21
Midfielders
5 Roberto Gagliardini (on loan from Atalanta) HG
10 João Mário
11 Matías Vecino
20 Borja Valero
44 Ivan Perišić
77 Marcelo Brozović
87 Antonio Candreva HG
Assane Gnoukouri CT U21
Forwards
9 Mauro Icardi (Captain) HG
17 Yann Karamoh U21 (on loan from Caen)
23 Éder
99 Andrea Pinamonti CT U21
1 Samir Handanović
27 Daniele Padelli
46 Tommaso Berni CT
Defenders
7 João Cancelo (on loan from Valencia)
13 Andrea Ranocchia
21 Davide Santon CT
25 Miranda
29 Dalbert Henrique
33 Danilo D'Ambrosio HG
37 Milan Škriniar
55 Yuto Nagatomo
61 Zinho Vanheusden CT U21
Midfielders
5 Roberto Gagliardini (on loan from Atalanta) HG
10 João Mário
11 Matías Vecino
20 Borja Valero
44 Ivan Perišić
77 Marcelo Brozović
87 Antonio Candreva HG
Assane Gnoukouri CT U21
Forwards
9 Mauro Icardi (Captain) HG
17 Yann Karamoh U21 (on loan from Caen)
23 Éder
99 Andrea Pinamonti CT U21
Jumat, 17 November 2017
Milan Skriniar
"Saya tidak tertarik dengan Barcelona. Saya bermain untuk Inter dan tujuan saya adalah bermain untuk Inter. Saya ingin membuat mereka menang," kata Skriniar.
Sebelumnya media ternama Spanyol, Mundo Deportivo, memberitakan bahwa Barcelona tengah memantau situasi tiga bek untuk dibeli, yaitu Milan Skriniar (Inter Milan), Kalidou Koulibaly (Napoli), dan Dayot Upamecano (RB Leipzig).
Skriniar adalah bintang baru Inter. Ia selalu bermain penuh dalam 12 laga Inter Milan di Serie A. Dia ditebus Inter dari Sampdoria dengan mahar 23 juta euro (sekitar Rp 356,5 miliar). Berkat solidnya pemainan Skriniar bersama Joao Miranda, klub berjuluk I Nerazzuri baru kebobolan sembilan gol.
Dari empat laga Inter di Serie A musim ini, Skriniar selalu menjadi pemain inti dan bermain penuh. Catatannya pun gemilang dengan meraih tiga kali clean sheets dan empat kali menang. Termasuk salah satunya dengan mengukir satu gol di kemenangan dua gol tanpa balas atas Crotone kemarin malam (16/9). Menjadi pemain inti di tim baru adalah pertanda bahwa selain punya kualitas, Skriniar juga cukup adaptif dengan skema Luciano Spalleti dan rekannya di lini belakang.
Skriniar sendiri melengkapi kontingen Eropa Timur yang sudah mengokupansi skuat inti Inter selama ini yakni Perisic dan Samir Handanovic. Bila Handanovic menjadi jaminan mutu di bawah mistar, Perisic, pemain sayap dari Kroasia itu, menawarkan efektivitas serangan dan ketajaman lini depan.
Skriniar, bek jangkung setinggi 187 sentimeter itu, akan menjadi kepingan penting yang berguna bagi lini belakang Inter Milan musim ini. Skriniar mengawali karier bersama akademi pemain muda di klub kampung halamannya, Ziar nad Hronom.
Selanjutnya ia pindah ke klub paling bergengsi di Slovakia, MSK Zilina, pada 2007. Ia tampil di tim utama pada 2012 hingga 2015. Sampdoria hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar 1 juta euro pada Januari 2016 untuk mendapatkan jasa talenta muda berbakat itu. Penjualan Skriniar ke Inter pun mendatangkan keuntungan berlipat-lipat ganda untuk Sampdoria.
Kendati demikian, Skriniar merupakan pemain dengan potensi besar yang masih bisa terus berkembang. Musim lalu, ia bahkan sudah memperlihatkan kegemilangannya dalam bertahan di Serie A. Skriniar merupakan pemain dengan persentase rata-rata operan berhasil terbaik di Serie A musim lalu. Total keberhasilan operannya adalah 91,4 persen.
Rata-rata tersebut lebih baik dari catatan bek Juventus, Andrea Barzagli (90,7%), dan pemain Napoli, Jorginho (90,5%). Skriniar juga menjadi bek termuda yang bisa memainkan 35 pertandingan Serie A musim lalu.
Sumber :
https://www.bolasport.com/read/bola/italia/218550-inter-milan-sebabkan-pemain-senilai-rp-3565-miliar-tolak-barcelona?page=3
https://football-tribe.com/indonesia/2017/09/17/milan-skriniar-pelengkap-inter-milan/
http://bola.kompas.com/read/2017/07/07/18460018/resmi.inter.gaet.bek.pengoper.terbaik.serie.a
http://www.espnfc.com/player/175195/milan-skriniar/blog
Sebelumnya media ternama Spanyol, Mundo Deportivo, memberitakan bahwa Barcelona tengah memantau situasi tiga bek untuk dibeli, yaitu Milan Skriniar (Inter Milan), Kalidou Koulibaly (Napoli), dan Dayot Upamecano (RB Leipzig).
Skriniar adalah bintang baru Inter. Ia selalu bermain penuh dalam 12 laga Inter Milan di Serie A. Dia ditebus Inter dari Sampdoria dengan mahar 23 juta euro (sekitar Rp 356,5 miliar). Berkat solidnya pemainan Skriniar bersama Joao Miranda, klub berjuluk I Nerazzuri baru kebobolan sembilan gol.
Dari empat laga Inter di Serie A musim ini, Skriniar selalu menjadi pemain inti dan bermain penuh. Catatannya pun gemilang dengan meraih tiga kali clean sheets dan empat kali menang. Termasuk salah satunya dengan mengukir satu gol di kemenangan dua gol tanpa balas atas Crotone kemarin malam (16/9). Menjadi pemain inti di tim baru adalah pertanda bahwa selain punya kualitas, Skriniar juga cukup adaptif dengan skema Luciano Spalleti dan rekannya di lini belakang.
Skriniar sendiri melengkapi kontingen Eropa Timur yang sudah mengokupansi skuat inti Inter selama ini yakni Perisic dan Samir Handanovic. Bila Handanovic menjadi jaminan mutu di bawah mistar, Perisic, pemain sayap dari Kroasia itu, menawarkan efektivitas serangan dan ketajaman lini depan.
Skriniar, bek jangkung setinggi 187 sentimeter itu, akan menjadi kepingan penting yang berguna bagi lini belakang Inter Milan musim ini. Skriniar mengawali karier bersama akademi pemain muda di klub kampung halamannya, Ziar nad Hronom.
Selanjutnya ia pindah ke klub paling bergengsi di Slovakia, MSK Zilina, pada 2007. Ia tampil di tim utama pada 2012 hingga 2015. Sampdoria hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar 1 juta euro pada Januari 2016 untuk mendapatkan jasa talenta muda berbakat itu. Penjualan Skriniar ke Inter pun mendatangkan keuntungan berlipat-lipat ganda untuk Sampdoria.
Kendati demikian, Skriniar merupakan pemain dengan potensi besar yang masih bisa terus berkembang. Musim lalu, ia bahkan sudah memperlihatkan kegemilangannya dalam bertahan di Serie A. Skriniar merupakan pemain dengan persentase rata-rata operan berhasil terbaik di Serie A musim lalu. Total keberhasilan operannya adalah 91,4 persen.
Rata-rata tersebut lebih baik dari catatan bek Juventus, Andrea Barzagli (90,7%), dan pemain Napoli, Jorginho (90,5%). Skriniar juga menjadi bek termuda yang bisa memainkan 35 pertandingan Serie A musim lalu.
Sumber :
https://www.bolasport.com/read/bola/italia/218550-inter-milan-sebabkan-pemain-senilai-rp-3565-miliar-tolak-barcelona?page=3
https://football-tribe.com/indonesia/2017/09/17/milan-skriniar-pelengkap-inter-milan/
http://bola.kompas.com/read/2017/07/07/18460018/resmi.inter.gaet.bek.pengoper.terbaik.serie.a
http://www.espnfc.com/player/175195/milan-skriniar/blog
Langganan:
Postingan (Atom)





