Halaman

Senin, 29 Juni 2020

Parma vs Inter Milan: Nerazzurri Menang Dramatis


Hasil Pertandingan Serie A Italia Parma vs Inter Milan: Nerazzurri Menang Dramatis

Senin, 29 Juni 2020 04:45 WIB

Sempat tertinggal dari tuan rumah Parma, Inter Milan membalikkan keadaan dan meraih kemenangan dalam lanjutan pekan ke-28 Serie A Italia, Senin (29/06/20) dini hari WIB.

Inter Milan menghadapi laga berat dalam lanjutan Serie A Italia. Senin (29/06/20) dini hari WIB mereka harus bertandang ke markas Parma, guna memantapkan posisi di 3 besar klasemen sementara.

Mengingat pentingnya pertandingan ini, Nerazzurri menurunkan tim terbaik demi meraih hasil maksimal. Duet Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku tampil sejak awal, didukung Christian Eriksen.

Sementara itu, Parma yang juga memburu kemenangan untuk lolos ke zona Liga Europa juga menampilkan skuat andalan, termasuk trisula Gervinho, Andreas Cornelius, dan Dejan Kulusevski.


Inter Milan langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Baru menit ketujuh mereka sudah mendapatkan peluang emas lewat Roberto Gagliardini memanfaatkan crossing Eriksen. Sayangnya, bola sundulan Gagliardini berhasil dibuang bek Parma sebelum melewati garis gawang.

Tuan rumah yang tersengat pun langsung membalas 5 menit kemudian melalui Gervinho. Namun, upaya eks Arsenal itu masih gagal memberikan hasil.

Menit ke-15, Gervinho sukses membayar kegagalannya. Setelah meliuk-liuk di sisi kanan kotak penalti Inter, ia berhasil membobol gawang Samir Handanovic untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Parma nyaris menambah keunggulan pada menit ke-27, tetapi Cornelius yang mendapatkan peluang emas gagal memanfaatkan momen tersebut. Akibatnya, hasil 0-0 bertahan hingga pertandingan babak pertama berakhir.

Di babak kedua, tim tuan rumah langsung menggebrak lewat aksi Cornelius. Namun lagi-lagi sang penyerang gagal menambah keunggulan Parma setelah tembakannya diblok. Inter kemudian membalas melalui Lukaku, yang juga berhasil diblok sehingga berakhir sebagai tendangan sudut.

Tak mau menanggung malu, Inter terus memborbardir pertahanan Parma. Manajer Antonio Conte memasukkan tiga tenaga baru sekaligus dalam diri Ashley Young, Victor Moses, dan Alexis Sanchez untuk menambah daya serang.

Menit ke-84, Stefan de Vrij berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 hasil dari umpan Lautaro Martinez. Tiga menit kemudian, Inter Milan berbalik unggul lewat gol sundulan pemain pengganti Alessandro Bastoni memanfaatkan assist Victor Moses. Skor 1-2 pun bertahan hingga akhir pertandingan.

Berkat hasil dramatis ini, Inter memantapkan diri di posisi 3 klasemen Serie A Italia dengan 61 poin, unggul 4 poin dari Atalanta di peringkat 4. Sementara itu, Parma  masih tertahan di peringkat 8.


Susunan pemain:

Parma (4-3-3): Sepe; Laurini, Dermaku, Alves, Gagliolo; Kucka, Scozzarella, Kurtic; Kulusevski, Cornelius, Gervinho

Inter Milan (3-4-1-2): Handanovic; D’Ambrosio, de Vrij, Godin; Candreva, Barella, Gagliardini, Biraghi; Eriksen; Lukaku, Martinez.


Sumber :
https://www.indosport.com/sepakbola/20200629/hasil-pertandingan-serie-a-italia-parma-vs-inter-milan

Kamis, 25 Juni 2020

Sassuolo Tahan Imbang Inter 3-3


Kamis 25 Jun 2020 02:40 WIB
Red: Agung Sasongko

Inter Milan secara dramatis ditahan imbang Sassuolo pada laga pekan ke-27 Seri A Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Kamis (25/6) dini hari WIB. Dengan hasil ini, Inter gagal memangkas jarak dengan Lazio yang berada di peringkat kedua klasemen.

Kedua tim hanya terpaut empat angka. Namun, Lazio masih menyisakan satu laga. Jika menang, Lazio akan menjauhi Inter dan memberikan tekanan pada pemuncak klasemen, Juventus.

Gol cepat Sassuolo melalui sepakan Caputo menit ke-4 sempat membawa tim tamu unggul sementara atas tuan rumah. Namun, dua gol Inter menjelang akhir babak pertama mengubah skor sementara menjadi 2-1 untuk Inter.

Caputo berhasil menaklukkan kiper Inter, Handanovic, setelah memanfaatkan umpan terobosan dari Djuricic. Setelah kebobolan, Inter tampil menekan.

Peluang pertama didapat Inter lewat sundulan Sanchez. Pemain asal Cile itu menyambar umpan Biraghi. Namun, sundulan Sanchez masih melebar.

Kombinasi Biraghi dan Sanchez kembali mengancam gawang Sassoulo. Kali ini sepakan keras Sanchez tak mencapai target.

Sassoulo bukan tanpa peluang. Djuricic tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Handanovic, tetapi ia memilih menyodorkan bola ke arah Caputo. Sayang, operan sang gelandang berhasil diantisipasi pertahanan Nerazzurri.

Djuricic kembali mengancam Inter lewat sepakan jarak jauhnya. Namun, upaya pemain asal Serbia itu melambung terlalu tinggi setelah bola sempat membentur penggawa Nerazzurri.

Pada menit ke-43 akhirnya Inter berhasil menyamakan kedudukan lewat penalti Romelu Lukaku. Skor imbang bertahan hingga turun minum. Berselang dua menit, giliran Biraghi yang mencetak gol pada menit tambahan babak pertama. Inter pun unggul 2-1 atas Sassuolo.

Inter mencoba menyerang dari sayap kanan. Moses mengirim umpan silang ke kotak penalti, tetapi bola kiriman sang winger berhasil dihalau pertahanan Sassuolo. Tim tamu lantas melancarkan serangan balik, tetapi tembakan Berardi masih melebar.

Pada menit ke-40, Inter mendapat hadiah penalti setelah Skriniar dijatuhkan di kotak terlarang. Lukaku sebagai algojo sukses melaksanakan tugasnya. Tembakan eks striker Manchester United itu berhasil menipu Consigli.

Satu menit tambahan, Inter balik unggul atas Sassuolo. Menerima operan dari Sanchez, Biraghi memutuskan untuk melepaskan tembakan lob yang gagal dijangkau oleh Consigli.

Pada babak kedua, Inter terus menekan Sassuolo. Sassuolo berhasil menyamakan kedudukan melalui penalti Berardi pada menit ke-81.  Berselang lima menit kemudian, Inter kembali unggul lewat gol Borja Valero. Valero mendapat asisst Candreva yang sukses dikonversi menjadi gol.

Nahas bagi Inter. Kemenangan di ujung laga gagal diraih. Gol bek Sassuolo, Goangiacomo Magnani, membuyarkan kemenangan tuan rumah. Inter pun terpaksa puas berbagi poin.

Pada laga itu, Lukaku telah mencetak 19 gol di Seri A musim ini, capaian terbaik Lukaku setelah berseragam Everton, yakni 25 gol. Sementara itu, Samir Handanovic telah bermain untuk Inter sebanyak 467 kali. Ia menjadi pemain ke-25 dengan penampilan terbanyak di Seri A.


Susunan Pemain

Inter (3-4-1-2): Samir Handanovic (c); Milan Skriniar, Andrea Ranocchia, Alessandro Bastoni; Victor Moses, Borja Valero, Roberto Gagliardini, Cristiano Biraghi; Christian Eriksen; Romelu Lukaku, Alexis Sanchez.

Sassuolo  (4-2-3-1): Andrea Consigli; Mert Muldur, Vlad Chiriches, Gian Marco Ferrari, Rogerio; Francesco Magnanelli (c), Pedro Obiang; Domenico Berardi, Filip Djuricic, Jeremie Boga; Francesco Caputo


Sumber :
https://republika.co.id/berita/qcg3yq313/sassuolo-tahan-imbang-inter-33

Senin, 22 Juni 2020

Inter Milan vs Sampdoria: Skor 2-1


22-06-2020 04:49 | Dimas Ardi Prasetya

Inter Milan tampil dominan di pertandingan ini. Dua gol Nerrazurri dicetak oleh Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez.

Sampdoria sendiri tak memiliki begitu banyak peluang. Namun mereka sempat merepotkan Inter di babak kedua dan bisa mencetak gol balasan melalui Morten Thorsby.


Babak Pertama

Inter langsung tampil menyerang begitu laga babak pertama dimulai. Hal ini tentu saja wajar karena mereka berusaha menang demi mengejar Lazio dan Napoli.

Namun di sisi lain, Sampdoria tak mau gegabah. Mereka lebih suka berdiam diri di area permainannya sendiri.

Usaha tersebut tak bisa menahan laju Inter terlalu lama. Pada menit ke-10, Nerrazurri bisa mencetak gol melalui Lukaku. Gol yang tercipta dengan cukup apik ini merupakan hasil umpan dari Eriksen.

Sampdoria masih belum bisa banyak berkutik setelah gol tersebut. Apalagi Inter masih terus bermain ofensif.

Hasilnya, Inter bisa mencetak gol lagi. Kali ini melalui Lautaro pada menit ke-33, berkat assist Candreva.

Gol ini jadi penutup laga babak pertama. Inter unggul dua gol atas Sampdoria.


Babak Kedua
Di babak kedua ini, Sampdoria mencoba untuk bangkit. Mereka langsung berusaha untuk menekan pertahanan Inter Milan.

Namun justru Inter yang nyaris mencetak gol. Pada menit ke-49, Eriksen memberikan umpan tarik pada Lukaku. Namun tendangan pemain Belgia ini melebar.

Namun pada menit ke-52, usaha Sampdoria akhirnya membuahkan hasil. Mereka mencetak gol melalui Thorsby, memanfaatkan bola rebound hasil tandukan Colley. 2-1!

Sampdoria kemudian berusaha keras untuk bisa menyamakan kedudukan. Mereka akhirnya bahkan bermain sangat agresif.

Il Samp sempat mendapat peluang pada menit ke-87. Free kick Leris nyaris masuk namun masih bisa ditepis oleh Handanovic.

Inter kemudian nyaris saja mencetak gol lagi pada menit ke-88. Sayang tendangan Moses tidak tepat sasaran.

Pertandingan babak kedua kemudian berakhir tanpa ada gol tambahan. Inter Milan berhasil menang dengan skor 2-1 atas Sampdoria.


Susunan Pemain
Inter Milan (3-4-1-2): Samir Handanovic (c); Milan Skriniar, Stefan de Vrij, Alessandro Bastoni; Antonio Candreva, Roberto Gagliardini, Nicolo Barella, Ashley Young; Christian Eriksen; Romelu Lukaku, Lautaro Martinez.

Sampdoria (4-3-2-1): Emil Audero; Bartosz Bereszynski, Maya Yoshida, Omar Colley, Nicola Murru; Morten Thorsby, Andrea Bertolacci, Karol Linetty; Gaston Ramírez (c), Jakub Jankto; Antonino La Gumina.


Sumber :
https://www.bola.net/italia/hasil-pertandingan-inter-milan-vs-sampdoria-skor-2-1-5dc5a5.html

Sabtu, 23 Mei 2020

Bisikan Mourinho pada Guardiola di Liga Champions 2010


Terungkap! Bisikan Mourinho pada Guardiola di Liga Champions 2010

Jose Mourinho mengungkapkan apa yang dia bisikkan kepada Pep Guardiola saat Inter Milan menyingkirkan Barcelona di semifinal Liga Champions 2010. Apa sih?

Ketika itu Mourinho menukangi Inter, sedangkan Guardiola membesut Barcelona. Blaugrana berstatus sebagai juara bertahan sekaligus menjadi tim yang disebut-sebut invicible usai menyapu bersih enam trofi di sepanjang 2009.

Namun, di pertandingan leg I yang digelar di Giuseppe Meazza, Barca secara mengejutkan tumbang 1-3 di tangan Inter. Gol pembuka Barca yang dicetak Pedro dibalas Nerazzurri dengan tiga gol yang dicetak Wesley Sneijder, Maicon, dan Diego Milito.

Di leg II yang dihelat di Camp Nou, Barcelona mengalahkan Inter 1-0 tapi tidak cukup untuk lolos karena kalah agregat 2-3. Pada pertandingan itu, Los Cules gagal mencetak gol tambahan sekalipun bermain dengan keunggulan pemain usai bek tengah Inter Thiago Motta menerima kartu kuning kedua (kartu merah) di menit ke-28.

Gelandang Barcelona Sergio Busquets menciptakan sebuah momen ikonik yang memicu Motta dikeluarkan. Busquets banyak dianggap hanya berpura-pura untuk menipu wasit agar mengeluarkan Motta.

Setelahnya, Guardiola memanggil Zlatan Ibrahimovic untuk memberikan arahan taktik. Mourinho menghampiri dan membisikkan sesuatu kepada rivalnya itu.

"Di bangku penonton Anda punya waktu untuk mengalam dramanya, Anda bisa berdoa tapi di lapangan Anda harus mencari solusi-solusi," kata Mourinho kepada Gazzetta dello Sport, yang dikutip Metro.

"Saya mengatakan bahwa itu adalah kekalahan terindah dalam karier saya: kami tidak kalah 0-1, tapi kami menang 3-2 dalam kondisi yang epik," sambung dia.

"Ketika Busquets jatuh, saya berada di antara bangku kami secara diagonal, dan titik di mana Thiago Motta dikartu merah. Saya melihat bangku cadangan Barcelona seolah-olah mereka sudah menang saja," sambung pria yang kini melatih Tottenham Hotspur itu.

"Guardiola memanggil Ibra untuk membicarakan taktik -- taktik 11 melawan 10! Saya cuma bilang: 'Jangan mulai dulu pestanya, pertandingannya belum selesai,' ungkap Mourinho.


Sumber :
https://sport.detik.com/sepakbola/uefa/d-5025624/terungkap-bisikan-mourinho-pada-guardiola-di-liga-champions-2010

Pesan Ironis Mourinho pada Ibrahimovic Sebelum Gabung Barcelona

Sabtu, 23 Mei 2020 02:40 WIB


Zlatan Ibrahimovic "diperingatkan" Jose Mourinho saat akan meninggalkan Inter Milan untuk Barcelona di 2009.

Demi Liga Champions, Zlatan Ibrahimovic meninggalkan Inter Milan untuk Barcelona. Namun, usai Ibra pergi, Inter juara. Kata-kata Jose Mourinho jadi kenyataan.

Ibrahimovic pernah dilatih Mourinho di Inter Milan selama semusim pada 2008/2009. Sebanyak 29 gol dibukukan bomber Swedia itu untuk memenangi medali juara Serie A, tapi di Eropa Inter terhenti di babak 16 besar.

Sementara itu Barcelona begitu menjanjikan untuk memenangi Liga Champions kedua kalinya beruntun. Mengingat Blaugrana begitu tangguh usai merebut treble.

Pada akhirnya, Ibra pun menyeberang ke Catalonia dibarter dengan Samuel Eto'o yang pergi ke Giuseppe Meazza pada musim panas 2009. Namun, rupanya Ibrahimovic tidak membuat keputusan yang tepat karena Nerazzurri justru berhasil juara Liga Champions yang melengkapi pencapaian treble di 2010.

Setelah mengetahui rencana kepergian Ibrahimovic, Mourinho mengirim pesan bernada ironis kepada pemainnya itu. "Dia mendatangi ruang ganti dan bilang kepada saya 'Saya pergi, saya harus memenangi Liga Champions'," ungkap dia kepada Gazzetta dello Sport, sebagaimana diwartakan Marca.

"Asisten saya berpikir bahwa tanpa dia akan mustahil kami bisa juara. Rekan-rekan setim dia juga tidak ingin kehilangan dia. Saya juga khawatir, tapi saya akhirnya mengatakan 'mungkin kamu akan pergi dan kami akan juara'.

"Kemudian saya bilang kepada [Marco] Branca 'Kalau dia pergi ke Barcelona, kami akan mencoba merekrut [Samuel] Eto'o. Dia dan [Diego] Milito bisa memberikan sesuatu yang berbeda kepada tim secara taktik," Mourinho menambahkan.


Sumber :
https://sport.detik.com/sepakbola/liga-italia/d-5025595/pesan-ironis-mourinho-pada-ibrahimovic-sebelum-gabung-barcelona

Jumat, 22 Mei 2020

Eks Pelatih Inter Milan, Luigi Simoni, Meninggal Dunia

Jumat, 22 Mei 2020 23:30 WIB


Kabar duka datang dari Inter Milan. Pelatih mereka di periode 1997-98, Luigi Simoni, wafat dalam usia 81 tahun. Gigi, demikian ia biasa disapa, meninggal pada Jumat (22/5/2020). Hal ini diberitakan langsung oleh akun resmi Inter.

"Gigi Simoni telah meninggalkan kita semua hari ini, 22 Mei, di tanggal yang amat bersejarah bagi Inter," demikian pernyataan Nerazzurri.

Diberitakan Football Italia, pelatih kelahiran tahun 1939 ini meninggal karena sakit stroke yang sudah diderita sejak 2019.

Gigi merupakan salah satu pelatih Inter yang berprestasi. Di masa kepemimpinannya yang singkat, ia berhasil menyumbang satu trofi penting, yakni Piala UEFA 1998.

Kala itu, Giuseppe Bergomi dkk berhasil menundukkan Lazio 3-0 di final lewat gol-gol yang dicetak trio Amerika Latin mereka, yakni Ivan Zamorano, Javier Zanetti, dan Ronaldo.

Baca juga: Laga Spesial dari Real Madrid, Inter, dan Bayern buat Petugas Medis
Kepergiannya meninggalkan duka bagi seluruh fans Inter. Eks Presiden mereka, Massimo Moratti, menganggap pria yang menyabet gelar pelatih terbaik Serie A 1998 itu adalah seorang panutan.

"Dia pelatih yang sopan. Saya memiliki penghargaan dan kasih sayang yang besar untuknya. Berita kematiannya yang dikabarkan istrinya pada saya hari ini benar-benar menyakitkan saya," ujar Moratti.

Semasa hidup, ia menjalani karier kepelatihan sejak 1974 sampai 2012. Sudah banyak klub yang pernah ia tangani. Selain Inter, juga ada Napoli, Genoa, Brescia, Lazio, hingga Torino


Sumber :
https://sport.detik.com/sepakbola/liga-italia/d-5025530/eks-pelatih-inter-milan-luigi-simoni-meninggal-dunia

Senin, 09 Maret 2020

Juventus Vs Inter Milan: Bianconeri Kalahkan Nerazzurri 2-0


Senin, 09 Mar 2020 05:22 WIB

Juventus kembali ke puncak klasemen sementara Liga Italia usai menang 2-0 atas Inter Milan. Gol dicetak Aaron Ramsey dan Paulo Dybala di babak kedua.

Derby D'Italia antara Juventus vs Inter digelar tanpa penonton di Allianz Stadium, Senin (9/3/2020) sini hari WIB dalam lanjutan Serie A. Kedua tim bermain sama kuat 0-0 sepanjang babak pertama.

Selepas turun minum, Juventus mencetak angka lewat gol yang dibuat Ramsey dan Dybala. Skor 2-0 untuk Juventus menjadi hasil akhir laga ini.

Dengan hasil ini, Juventus kembali merebut capolista sementara dengan 63 poin. Bianconeri unggul satu angka dari Lazio yang duduk diperingkat kedua dengan 62 poin.


Jalannya pertandingan Juventus vs Inter Milan

Juventus membuka peluang lewat sepakan Cristiano Ronaldo di menit kelima. Bola masih bisa diblok lini pertahanan Inter.

Alex Sandro mengancam lewat tendangannya di menit ke-15. Kiper Samir Handanovic masih mampu menghalau bola keluar.

Inter mengancam lewat tandukkan Stefan de Vrij di menit ke-27. Namun, bola belum menemui sasarannya.

Sepakan jarak jauh Marcelo Brozovic hampir saja menjebol gawang Juventus di menit ke-36. Meski demikian, kiper Wojciech Szczesny masih bisa menepis bola.

Tidak ada gol tercipta hingga memasuki waktu jeda. Babak pertama ditutup dengan skor sama kuat 0-0.

Selepas turun minum, Juventus mampu memecah kebuntuan di menit ke-55. Aaron Ramsey mencatatkan namanya di papan skor.

Menerima umpan matang dari Ronaldo, ia tanpa kesulitan meneruskan bola ke dalam gawang Inter. Juventus memimpin 1-0.

Paa menit ke-67 Juventus sukses menggandakan keunggulan. Kali ini, gol diciptakan Paulo Dybala.

Berawal dari kerja sama apik Dybala dengan Ramsey di kotak penalti, striker asal Argentina itu lalu melepaskan tembakan yang tak mampu digagalkan Handanovic. Tim tuan rumah menjauh 2-0.

Tertinggal dua gol, Inter mencoba mengejar ketertinggalan. meski demikian, rapatnya barisan pertahanan Juventus masih belum bisa ditembus Romelu Lukaku dkk.

Sampai pertandingan berakhir, Inter tetap belum bisa menctak satu gol pun. Pertandingan berakhir dengan kemenangan Juventus 2-0.


Susunan pemain Juventus vs Inter Milan

Juventus: Wojciech Szczesny; Juan Cuadrado, Leonardo Bonucci, Matthijs de Ligt, alex Sandro; Aaron Ramsey, Rodrigo bentacur, Blaise Matuidi; Douglas Costa, Gonzalo Higuain, Cristiano Ronaldo

Inter Milan: Samir Handanovic; Alessandro Bastoni, Stefan de Vrij, Milan Skriniar; Ashley Young, Nicolo Barella, Mateo Brozovic, Matias Vecino, Antonio Candreva; Romelu Lukaku, Lautaro Martinez


Sumber :
https://sport.detik.com/sepakbola/liga-italia/d-4930628/juventus-vs-inter-milan-bianconeri-kalahkan-nerazzurri-2-0
https://bola.tempo.co/read/1317275/begini-suasana-aneh-yang-terasa-di-laga-juventus-vs-inter-milan/full&view=ok