Halaman

Jumat, 07 Februari 2014

Musim Kedelapan (tahun 2002 - 2003)

MUSIM KEDELAPAN
Tahun 2002-2003

Inter Milan musim tahun 2002-2003

Pada dua musim sebelumnya yaitu tanggal 12 April 2000 Ronaldo melakukan pertandingan pertamanya setelah cedera tapi hanya mampu bertahan selama 7 menit dalam pertandingan Coppa Italia melawan Lazio.

Lututnya kembali mengalami cedera sehingga ia pun absen sepanjang musim keempatnya bersama Inter. Setelah 2 operasi dan rehabilitasi yang memakan waktu 20 bulan. Ronaldo pun tampil kembali membela Inter dan mencetak 7 gol dalam 16 pertandingan dalam semua ajang kompetisi.

Ia kemudian terpanggil dalam skuat Brasil untuk Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea, dimana ia secara luar biasa mengantar Brasil meraih gelar Piala Dunia yang kelima. Para fans Inter pun bersuka cita karena mereka mengharapkan Il Fenômeno akan kembali ke performa seperti dulu dan mengantarkan Inter meraih gelar Juara Serie A yang mereka idam-idamkan.

Namun suatu proposal dari klub Real Madrid sebesar € 39 juta membuyarkan impian itu, Ronaldo memilih pindah ke Real Madrid yang sedang membangun timnya dengan mengumpulkan pemain-pemain terbaik dunia untuk bermain bagi El Real. Semasa di Inter total Ronaldo mencetak 59 gol dalam 99 penampilan.Musim 2002-2003.

Pada musim ini Inter Milan membeli Hernan Crespo dengan harga €40 juta dari Lazio yang menjadi pencetak gol terbanyak di Serie A dengan 26 gol. Kelebihan Crespo adalah memiliki insting mencetak gol yang bagus, serta heading yang akurat, yang menjadikan dirinya momok menakutkan bagi bek-bek lawan.

Selain itu juga Inter Milan membeli bek tengah tim nasional sepak bola Italia, Fabio Cannavaro. Cannvaro meski hanya bertinggi badan 176 cm tapi Cannavaro mempunyai kemampuan membaca permainan yang tinggi sehingga sering berhasil mencegat bola-bola yang datang.

Terdapat 1 pemain hebat lagi yang dibeli oleh Inter Milan, yaitu Gabriel Omar Batistuta. Batistuta merupakan striker yang ditakuti bek lawan, tendatangannya sangat keras dan akurat. Karena kemampuan Batistusa dalam mencetak gol, Javier Zanetti, sang kapten Inter Milan menyebutnya sebagai pembunuh sejati dalam kotak pinalti.

Pada musim ini Inter Milan masih ditangani oleh Hector Cuper, yang berhasil meraih posisi 2 di Seri A, dan menjadi semifinalis Champion League. Dengan Vieri menjadi pendulang goal terbanyak di klub sebanyak 24 goal.

Musim ini adalah musim terakhir Cuper sebagai pelatih Inter Milan. Cuper, yang menjadi pelatih pada Juni 2001, memiliki rekor yang patut dihormati di Inter. Dia mengantarkan Inter Milan ke posisi tiga dan kedua Seri A Liga Italia selama dua musim kepemimpinannya, serta membawa tim tersebut ke semifinal Liga Champions musim kompetisi lalu. Selain karena kegagalannya di Liga Champions, Cuper dikecam oleh para pemain dan pendukung klub itu lantaran menerapkan taktik bertahan.





                                                    








Susunan pemain Inter Milan 2002 – 2003

No.
Posisi
Nama Pemain
Kebangsaan
1
GK
Francesco Toldo
Italia
12
GK
Alberto Fontana
Italia
27
GK
Mathieu Moreau
Prancis
65
GK
Enrico Rossi Chauvenet
Italia
2
DF
Iván Córdoba
Kolombia
4
DF
Javier Zanetti (captain)
Argentina
13
DF
Fabio Cannavaro
Italia
15
DF
Daniele Adani
Italia
16
DF
Gonzalo Sorondo
Uruguay
17
DF
Michele Serena
Italia
23
DF
Marco Materazzi
Italia
24
DF
Carlos Gamarra
Paraguay
26
DF
Giovanni Pasquale
Italia
31
DF
Nelson Vivas
Argentina
40
DF
Luca Franchini
Italia
43
DF
Alessandro Potenza
Italia
67
DF
Francesco Coco
Italia
5
MF
Emre Belözoglu
Turki
6
MF
Cristiano Zanetti
Italia
7
MF
Sérgio Conçeicão
Portugal
10
MF
Domenico Morfeo
Italia
11
MF
Guly
Argentina
14
MF
Luigi Di Biagio
Italia
18
MF
Stéphane Dalmat
Prancis
21
MF
Nicola Beati
Italia
22
MF
Okan Buruk
Turki
25
MF
Matias Almeyda
Argentina
41
MF
Nicola Napolitano
Italia
44
MF
Mario Rebecchi
Italia
3
FW
Mohamed Kallon
Pantai Gading
9
FW
Hernán Crespo
Argentina
19
FW
Gabriel Batistuta (on loan from Roma)
Argentina
20
FW
Álvaro Recoba
Uruguay
30
FW
Obafemi Martins
Nigeria
32
FW
Christian Vieri
Italia
34
FW
Mattia Altobelli
Italia
45
FW
Wellington
Brazil
78
FW
Nicola Ventola
Italia

Sabtu, 18 Januari 2014

Musim Ketujuh (tahun 2001 - 2002)

MUSIM KETUJUH
Tahun 2001-2002

Inter Milan musim tahun 2001-2002

Musim 2001-2002 Inter dilatih oleh Hector Cuper, pelatih spesialis Runner-up, dimana saat itu mampu mengantar Valencia ke Liga Champions berturut-turut final. Dari awal musim hingga pekan ke-33 Inter berada di posisi teratas, namun beda 1 angka saja dengan Juventus, tim peringkat ke-2. Menyusul kemenangan 3-1 atas Roma dengan enam pertandingan tersisa.

Pertandingan terakhir, pekan ke 38, menjadi krusial sebab inter harus bertandang ke markas juara 2 musim sebelumnya, Lazio. Tentu ini sangat berat. Akhirnya ternyata sangat sial bagi Inter Milan dan interisti di seluruh dunia. Inter Takluk 4-2 sedangkan di pertandingan lain Juventus berhasil mengalahkan lawannya. Inter urung juara malah terperosok ke peringkat ke-3.

Ketika mengunjungi Lazio di Stadion Olimpico, Lazio memiliki musim yang mengerikan tetapi masih memiliki Kualifikasi Piala UEFA untuk bermain. Meskipun Inter memimpin 1-0 dan kemudian 2-1, Karel Poborský menyamakan kedudukan dua kali sebelum jeda. Di babak kedua , Inter runtuh sepenuhnya, Lazio mencetak dua gol, menang 4-2. Sehingga menyerahkan gelar juara kepada Juventus yang mendapatkan kemenangan di Udinese.

Inilah momen paling menyakitkan bagi interisti. Dan kemudian Inter sulit mencapai prestasi sebaik musim itu di Seri A.

Pada musim ini, Inter akhirnya memiliki kiper handal Francesco Toldo. Toldo mengawali karir di Milan dengan banyak status sebagai pemain pinjaman di beberapa klub seperti Hellas Verona FC, Trentino Calcio 1921 dan Ravenna Calcio, penjaga gawang bertinggi hampir 2 meter ini kemudian memilih bergabung dengan ACF Fiorentina. Dan delapan musim yang dilalui Toldo bersama klub tersebut berbuah manis dengan berbagai kemenangan termasuk dua kali menjuarai gelaran bergengsi Coppa Italia.

Materazzi

Materazzi adalah sosok yang fenomenal di Inter selain Javier Zanetti. Mantan pemain Perugia ini terkenal sebagai pemain yang nyentrik namun kecintaan dan loyalitas terhadap Nerazzurri. Marco Materazzi memulai karir sepak bola dengan FC Messina Peloro tim muda 1990-1991, lalu bermain di liga yang lebih rendah seperti Marsala, Trapani dan Carpi. Musim 1998-1999 ketika dia bermain di Liga Utama oleh klub Merseyside Everton lalu kembali ke Italia di Perugia.

Pada musim 2000-2001, Marco Materazzi mencetak 12 gol, memecahkan Daniel Passarella’s Serie A rekor gol terbanyak oleh seorang pemain dalam satu musim. dia kemudian ditandatangani oleh Inter Milan selama 10 juta euro di musim panas 2001.

Di Inter Milan, Marco Materazzi telah berkembang menjadi pemain bertahan seimbang, kuat dan tangguh dan baik di udara dengan sentuhan mencetak gol pada beberapa kesempatan.

Nama besar lain yang ditransfer oleh Inter Milan untuk menjadi punggawa baru adalah Sérgio Conçeicão, Emre Belözoğlu, Mohamed Kallon dan Obafemi Martins.

Di musim 2001 - 2002 Kallon yang harus bersaing dnegan beberapa punggawa lini depan inter seperti Vieri, Ronaldo, Recoba dan Nicola Ventola. Di awal musim ia diprediksi hanya akan duduk di bangku cadanga, namun ketika Ronaldo dan Recoba harus absen panjang karena cedera, Kallon menjadi duet maut dengan Vieri. Kallon mencetak 9 goal dari 29 pertandingan.

Yang unik adalah Mohamed Kallon pemilihan nomor punggung yang dia pakai di Inter Milan. Kallon mencuri perhatian di Inter Milan dan menggunakan nomor 3, angka yang tidak biasa untuk seorang penyerang.

Testimoni sang pelatih terhadap Zanetti:
"Javier Zanetti adalah salah satu pesepakbola profesional yang pernah saya latih. Dia sangat berdedikasi, jujur, pekerja keras dan seorang yang bertanggung jawab. Profesional dalam melayani tim dan saya tidak berbicara mengenai dia sebagai pemain namun sebagai seorang profesional dalam sebuah grup." Hector Cuper (2001-03)


Skuad Inter Milan tahun 2001



Susunan pemain Inter Milan 2001 – 2002

No.
Posisi
Nama Pemain
Kebangsaan
1
GK
Francesco Toldo
Italia
12
GK
Alberto Fontana
Italia
22
GK
Mathieu Moreau
Perancis
39
GK
Alex Cordaz
Italia
2
DF
Iván Córdoba
Colombia
4
DF
Javier Zanetti (captain)
Argentina
5
DF
Pasquale Padalino
Italia
13
DF
Dario Šimić
Kroasia
15
DF
Salvatore Ferraro
Italia
16
DF
Gonzalo Sorondo
Uruguay
17
DF
Michele Serena
Italia
21
DF
Grigorios Georgatos
Yunani
23
DF
Marco Materazzi
Italia
24
DF
Vratislav Gresko
Slovakia
31
DF
Nelson Vivas
Argentina
42
DF
Giovanni Pasquale
Italia
43
DF
Luca Perfetti
Italia
6
MF
Cristiano Zanetti
Italia
7
MF
Sérgio Conçeicão
Portugal
8
MF
Francisco Farinós
Spanyol
10
MF
Clarence Seedorf
Belanda
11
MF
Guly
Argentina
14
MF
Luigi Di Biagio
Italia
18
MF
Stéphane Dalmat
Perancis
19
MF
Nicola Beati
Italia
33
MF
Emre Belözoğlu
Turki
77
MF
Okan Buruk
Turki
3
FW
Mohamed Kallon
Pantai Gading
9
FW
Ronaldo
Brazil
20
FW
Álvaro Recoba
Uruguay
30
FW
Obafemi Martins
Nigeria
32
FW
Christian Vieri
Italia
78
FW
Nicola Ventola
Italia

FW
Goran Pandev
Macedonia