Senin, 07 Oktober 2019
Inter Milan Ditekuk Juventus, Conte Suruh Lukaku Banyak Berlatih
07 Okt 2019, 17:25 WIB
Pelatih Inter Milan Antonio Conte meminta Romelu Lukaku untuk lebih keras berlatih. Conte menilai kondisi tubuh Lukaku saat ini belum ideal. Hal tersebut dikatakan Conte usai Inter Milan takluk 1-2 dari Juventus dalam lanjutan Liga Italia, Senin (7/10/2019) dini hari WIB.
"Lukaku adalah pemain yang jelas-jelas harus berlatih lagi, karena menjadi pemain dengan tubuh yang besar dia harus berlatih agar mendapat bentuk yang bagus," ujarnya seperti dilansir Sportskeeda.
Lukaku tak berkutik menghadapi barisan pertahanan Juventus dalam pertandingan dinihari tadi. Sebiji gol Inter Milan dalam laga itu lahir dari tendangan penalti Lautaro Martinez di menit ke-18.
Gol tersebut sempat membuat Inter Milan menyamakan kedudukan usai dibobol striker Juventus, Paulo Dybala lebih dulu di menit ke-4. Sayang, 10 menit jelang bubar, gawang Samir Handanovic kembali jebol oleh gol Gonzalo Higuain.
Kekalahan ini menjadi yang kedua beruntun bagi Inter Milan. Sebelumnya, mereka juga kalah dengan skor sama saat meladeni Barcelona di Liga Champions.
Conte menuturkan, kondisi Lukaku saat ini belumlah ideal. Eks pelatih Chelsea itu mengungkapkan striker berusia 26 tahun itu memiliki masalah otot saat datang ke Inter Milan di awal musim ini.
Kendati demikian, Conte tetap memuji peran Lukaku di pertandingan melawan Juventus."Bagaimana pun, Lukaku sangat berkomitmen dan mencoba yang terbaik, mari harapkan cederanya hilang dan kondisinya 100 persen," ujarnya mengakhiri.
Sumber :
https://www.liputan6.com/bola/read/4080624/inter-milan-ditekuk-juventus-conte-suruh-lukaku-banyak-berlatih
Juventus membuka keran gol lebih dulu via Paulo Dybala saat laga berjalan empat menit. Penyerang timnas Argentina itu menaklukkan kiper Samir Handanovic dengan tendangan kaki kiri menuju tiang jauh.
Menginjak menit kesembilan, Si Nyoa Tua gagal mendapatkan gol tambahan karena sepakan Cristiano Ronaldo menghantam mistar gawang. Pada menit ke-18, angin segar gantian berembus ke kubu Inter Milan. Mereka diberi penalti setelah Matthijs de Ligt melakukan handsball.
Lautaro Martinez maju sebagai eksekutor dan berhasil menjalankan tugas dengan baik. Skor 1-1. Juventus merespons gol Inter dengan serangan bertubi-tubi. Hasilnya, Cristiano Ronaldo berhasil menggetarkan jala gawang Inter pada menit ke-41.
Inter Milan: 1-Samir Handanovic, 2-Diego Godin, 18-Kwadwo Asamoah, 6-Stefan de Vrij, 33-Danilo d'Ambrosio, 37-Milan Skriniar, 77-Marcelo Brozovic, 12-Steano Sensi (8-Matias Vecino 34'), 23-Nicolo Barella, 9-Romelu Lukaku, 10-Lautaro Martinez
Pelatih: Antonio Conte
Juventus: 1-Wojciech Szczesny, 19-Leonardo Bonucci, 12-Alex Sandro, 4-Matthijs de Ligt, 14-Blaise Matuidi, 6-Samir Khedira, 5-Miralem Pjanic, 16-Juan Cuadrado, 7-Cristiano Ronaldo, 10-Paulo Dybala, 33-Filippo Bernardeschi
Pelatih: Maurizio Sarri
Sumber :
https://jambi.tribunnews.com/2019/10/07/hasil-inter-milan-vs-juventus-di-liga-italia-2019-2020-7-oktober-2019-skor-1-1-babak-pertama?page=all.
Minggu, 29 September 2019
Sampdoria Vs Inter Milan, Gol dan Kartu Merah Perdana Alexis Sanchez
29/09/2019, 05:44 WIB
Dua kisah Alexis Sanchez yang bertolak belakang terjadi pada pertandingan Sampdoria vs Inter Milan, Sabtu (28/9/2019). Duel Sampdoria vs Inter Milan di Stadion Luigi Ferraris terjadi pada pertandingan pekan ke-6 Serie A - kasta teratas Liga Italia.
Pada pertandingan tersebut, Alexis Sanchez menjadi sorotan utama karena berhasil mencetak gol debutnya bagi Inter sekaligus mendapat kartu merah pertama. Baru 20 menit pertandingan Sampdoria vs Inter Milan berjalan, tim tamu unggul berkat aksi Stefano Sensi lewat tembakan dari luar kotak penalti.
Dua menit berselang, Alexis Sanchez mencatatkan namanya di papan skor seusai melakukan kerja sama 1-2 dengan Stefano Sensi.
Menit ke-36, Antonio Candreva berhasil menaklukkan Emilio Audero, tetapi golnya tak disahkan wasit karena telah terlebih dahulu berada dalam posisi offside. Di babak kedua, kejutan justru didapati Nerazzuri saat Alexis Sanchez harus diusir wasit Giampaolo Calvarese pada menit ke-46. Sanchez mendapatkan kartu kuning kedua usai melakukan diving di kotak penalti Sampdoria.
Bermain dengan 10 orang, menyebabkan pertahanan Inter kehilangan konsentrasi. Akibatnya, tuan rumah mampu memperkecil letinggalan pada menit ke-55. Jakub Jankto melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti, ke pojok kanan bawahmenerobos kaki-kaki barisan pertahanan Inter Milan.
Hanya, 5 menit berselang, Roberto Gagliardini membuat Inter menjauh memanfaatkan penyelamatan tak sempurna Emil Audero.
Skor 3-1 ini bertahan hingga pertandingan Sampdoria vs Inter berakhir. Hasil Liga Italia di Stadion Luigi Ferrarris ini membuat Inter Milan kokoh di puncak klasemen Serie A. Mereka mengumpulkan 18 poin dari 6 laga, unggul 2 poin atas Juventus di klasemen Liga Italia.
Susunan pemain Sampdoria vs Inter Milan:
Sampdoria (3-5-2): 1-Emil Audero; 24-Bartoz Berezynski, 5-Julian Chabot, 15-Omar Colley; 14-Jakub Jankto, 6-Albin Ekdal (17-Gianluca Caprari 73'), 7-Karol Linetty (4-Ronaldo Vieira Nan 69'), 29-Nicola Murru, 12-Fabio Depaoli (9-Federico Bonazzoli 56'); 27-Fabio Quagliarella, 10-Emiliano Rigoni
Pelatih: Eusebio Di Francesco
Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 6-Stefan de Vrij, 37-Milan Skriniar, 95-Alessandro Bastoni; 77-Marcelo Brozovic, 5-Roberto Gagliardini, 12-Stefano Sensi (23-Nicolo Barella 65'), 18-Kwado Asamoah, 87-Antonio Candreva (33-Danilo D'Ámbrosio 57') ; 7-Alexis Sanchez, 10-Lautaro Martinez (9-Romelu Lukaku 56')
Pelatih: Antonio Conte
Sumber :
https://bola.kompas.com/read/2019/09/29/05445838/sampdoria-vs-inter-milan-gol-dan-kartu-merah-perdana-alexis-sanchez?page=all.
Penulis : Jalu Wisnu Wirajati
Editor : Jalu Wisnu Wirajati
Dua kisah Alexis Sanchez yang bertolak belakang terjadi pada pertandingan Sampdoria vs Inter Milan, Sabtu (28/9/2019). Duel Sampdoria vs Inter Milan di Stadion Luigi Ferraris terjadi pada pertandingan pekan ke-6 Serie A - kasta teratas Liga Italia.
Pada pertandingan tersebut, Alexis Sanchez menjadi sorotan utama karena berhasil mencetak gol debutnya bagi Inter sekaligus mendapat kartu merah pertama. Baru 20 menit pertandingan Sampdoria vs Inter Milan berjalan, tim tamu unggul berkat aksi Stefano Sensi lewat tembakan dari luar kotak penalti.
Dua menit berselang, Alexis Sanchez mencatatkan namanya di papan skor seusai melakukan kerja sama 1-2 dengan Stefano Sensi.
Menit ke-36, Antonio Candreva berhasil menaklukkan Emilio Audero, tetapi golnya tak disahkan wasit karena telah terlebih dahulu berada dalam posisi offside. Di babak kedua, kejutan justru didapati Nerazzuri saat Alexis Sanchez harus diusir wasit Giampaolo Calvarese pada menit ke-46. Sanchez mendapatkan kartu kuning kedua usai melakukan diving di kotak penalti Sampdoria.
Bermain dengan 10 orang, menyebabkan pertahanan Inter kehilangan konsentrasi. Akibatnya, tuan rumah mampu memperkecil letinggalan pada menit ke-55. Jakub Jankto melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti, ke pojok kanan bawahmenerobos kaki-kaki barisan pertahanan Inter Milan.
Hanya, 5 menit berselang, Roberto Gagliardini membuat Inter menjauh memanfaatkan penyelamatan tak sempurna Emil Audero.
Skor 3-1 ini bertahan hingga pertandingan Sampdoria vs Inter berakhir. Hasil Liga Italia di Stadion Luigi Ferrarris ini membuat Inter Milan kokoh di puncak klasemen Serie A. Mereka mengumpulkan 18 poin dari 6 laga, unggul 2 poin atas Juventus di klasemen Liga Italia.
Susunan pemain Sampdoria vs Inter Milan:
Sampdoria (3-5-2): 1-Emil Audero; 24-Bartoz Berezynski, 5-Julian Chabot, 15-Omar Colley; 14-Jakub Jankto, 6-Albin Ekdal (17-Gianluca Caprari 73'), 7-Karol Linetty (4-Ronaldo Vieira Nan 69'), 29-Nicola Murru, 12-Fabio Depaoli (9-Federico Bonazzoli 56'); 27-Fabio Quagliarella, 10-Emiliano Rigoni
Pelatih: Eusebio Di Francesco
Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 6-Stefan de Vrij, 37-Milan Skriniar, 95-Alessandro Bastoni; 77-Marcelo Brozovic, 5-Roberto Gagliardini, 12-Stefano Sensi (23-Nicolo Barella 65'), 18-Kwado Asamoah, 87-Antonio Candreva (33-Danilo D'Ámbrosio 57') ; 7-Alexis Sanchez, 10-Lautaro Martinez (9-Romelu Lukaku 56')
Pelatih: Antonio Conte
Sumber :
https://bola.kompas.com/read/2019/09/29/05445838/sampdoria-vs-inter-milan-gol-dan-kartu-merah-perdana-alexis-sanchez?page=all.
Penulis : Jalu Wisnu Wirajati
Editor : Jalu Wisnu Wirajati
Kamis, 26 September 2019
Inter Milan vs Lazio: Conte Sebut Kemenangan Sulit
Inter Milan Bungkam Lazio di San Siro
26 Sep 2019, 12:54 WIB
Antonio Conte, pelatih Inter Milan, tak menampik, pasukannya kewalahan untuk mendapatkan kemenangan 1-0 atas Lazio di laga pekan kelima Serie A , Rabu (25/9/2019). Laga ini digelar di di Giuseppe Meazza.
Gol Inter disarangkan Danilo D'Ambrosio pada menit ke-23. I Nerazzurri yang tampil dominan sepanjang laga, tak mampu menambah keunggulan sampai pertandingan berakhir.
"Ini adalah kemenangan yang sulit dan penting melawan tim yang sangat kuat, mereka diperkuat selama musim panas dan telah bekerja dengan Simone Inzaghi selama empat tahun. Ini sama sekali bukan kemenangan yang mudah untuk diraih," kata Conte seperti dilansir Football Italia.
"Saya tidak bahagia pada babak pertama, karena Anda akhirnya terlena dalam situasi itu, tetapi kami tetap bermain agresif dan menciptakan peluang untuk menambah keunggulan. Namun, Lazio cukup berbahaya, karena mereka bermain sangat baik," imbuhnya.
Hasil ini membuat Inter Milan menyapu bersih kemenangan dalam lima laga yang sudah dijalani di Serie A musim ini. La Beneamata pun masih menghuni puncak klasemen liga dengan total 15 poin.
Meski masih mencatatkan hasil yang sempurna, Antonio Conte menegaskan timnya bekerja sangat keras, termasuk saat melawan Lazio.
"Lihatlah kesulitan yang kami alami pada babak pertama. Pada saat yang sama, mendapatkan lima kemenangan dari lima pertandingan berarti kerja keras Inter Milan terbayar, kami masih harus terus mengembangkan diri namun kami telah memiliki mentalitas yang tepat," jelas Antonio Conte, yang baru musim ini menangani Inter Milan.
Pujian untuk Samir Handanovic
Antonio Conte juga melayangkan pujian untuk Samir Handanovic. Mantan manajer Chelsea itu menilai sang kiper menjadi pahlawan di balik kemenangan Inter Milan atas Lazio.
Conte menilai para pemain bertahan Inter terlalu sering lengah setelah unggul satu gol. Tim tamu kerap memanfaatkan peluang tersebut, tetapi mampu diselamatkan oleh Handanovic.
"Setelah gol para pemain kami terlalu banyak santai, sehingga memungkinkan Lazio untuk menyerang kami, dan Handanovic sangat bagus, dia membuat perbedaan," kata Antonio Conte.
Berikut daftar susunan pemain:
Inter Milan : Handanovic (GK), Godin, de Vrij, Skriniar, D'Ambrosio, Barella, Brozovic, Vecino, Biraghi, Politano, Lukaku
Lazio : Strakosha (GK), , Luiz Felipe, Acerbi, Bastos, Lazzari, Milinkovic-Savic, Parolo, Alberto, Jony, Correa, Caicedo.
Sumber :
https://www.liputan6.com/bola/read/4072168/inter-milan-vs-lazio-conte-sebut-kemenangan-sulit
https://www.tribunnews.com/superskor/2019/09/26/hasil-inter-milan-vs-lazio-liga-italia-nerazzurri-menang-tipis-1-0?page=all.
26 Sep 2019, 12:54 WIB
Antonio Conte, pelatih Inter Milan, tak menampik, pasukannya kewalahan untuk mendapatkan kemenangan 1-0 atas Lazio di laga pekan kelima Serie A , Rabu (25/9/2019). Laga ini digelar di di Giuseppe Meazza.
Gol Inter disarangkan Danilo D'Ambrosio pada menit ke-23. I Nerazzurri yang tampil dominan sepanjang laga, tak mampu menambah keunggulan sampai pertandingan berakhir.
"Ini adalah kemenangan yang sulit dan penting melawan tim yang sangat kuat, mereka diperkuat selama musim panas dan telah bekerja dengan Simone Inzaghi selama empat tahun. Ini sama sekali bukan kemenangan yang mudah untuk diraih," kata Conte seperti dilansir Football Italia.
"Saya tidak bahagia pada babak pertama, karena Anda akhirnya terlena dalam situasi itu, tetapi kami tetap bermain agresif dan menciptakan peluang untuk menambah keunggulan. Namun, Lazio cukup berbahaya, karena mereka bermain sangat baik," imbuhnya.
Hasil ini membuat Inter Milan menyapu bersih kemenangan dalam lima laga yang sudah dijalani di Serie A musim ini. La Beneamata pun masih menghuni puncak klasemen liga dengan total 15 poin.
Meski masih mencatatkan hasil yang sempurna, Antonio Conte menegaskan timnya bekerja sangat keras, termasuk saat melawan Lazio.
"Lihatlah kesulitan yang kami alami pada babak pertama. Pada saat yang sama, mendapatkan lima kemenangan dari lima pertandingan berarti kerja keras Inter Milan terbayar, kami masih harus terus mengembangkan diri namun kami telah memiliki mentalitas yang tepat," jelas Antonio Conte, yang baru musim ini menangani Inter Milan.
Pujian untuk Samir Handanovic
Antonio Conte juga melayangkan pujian untuk Samir Handanovic. Mantan manajer Chelsea itu menilai sang kiper menjadi pahlawan di balik kemenangan Inter Milan atas Lazio.
Conte menilai para pemain bertahan Inter terlalu sering lengah setelah unggul satu gol. Tim tamu kerap memanfaatkan peluang tersebut, tetapi mampu diselamatkan oleh Handanovic.
"Setelah gol para pemain kami terlalu banyak santai, sehingga memungkinkan Lazio untuk menyerang kami, dan Handanovic sangat bagus, dia membuat perbedaan," kata Antonio Conte.
Berikut daftar susunan pemain:
Inter Milan : Handanovic (GK), Godin, de Vrij, Skriniar, D'Ambrosio, Barella, Brozovic, Vecino, Biraghi, Politano, Lukaku
Lazio : Strakosha (GK), , Luiz Felipe, Acerbi, Bastos, Lazzari, Milinkovic-Savic, Parolo, Alberto, Jony, Correa, Caicedo.
Sumber :
https://www.liputan6.com/bola/read/4072168/inter-milan-vs-lazio-conte-sebut-kemenangan-sulit
https://www.tribunnews.com/superskor/2019/09/26/hasil-inter-milan-vs-lazio-liga-italia-nerazzurri-menang-tipis-1-0?page=all.
Minggu, 22 September 2019
Hasil Derby della Madonnina, Inter Kalahkan AC Milan
Hasil Derby della Madonnina, Inter Kalahkan AC Milan dan Jadi Sempurna
Minggu, 22 September 2019 | 03:45 WIB
Inter Milan berhasil menang atas rival sekota AC Milan dalam laga Derby della Madonnina di Liga Italia. Inter Milan menang dengan skor 2-0 saat melawan AC Milan dalam Derbi Kota Italia pada giornata keempat Liga Italia, Minggu (22/9/2019) dini hari WIB.
Pada laga yang dihelat di Stadion San Siro, Inter Milan unggul lewat gol Marcelo Brozovic (49') dan Romelu Lukaku (78').
Bagi AC Milan, ini adalah kekalahan kedua mereka musim ini, sedangkan Inter menyapu bersih kemenangan dalam empat laga perdana. AC Milan baru mengumpulkan enam angka dan kini berkutat di posisi ke-9 klasemen sementara.
Inter jadi satu-satunya tim yang mengoleksi poin sempurna 12 angka dan ada di puncak klasemen, unggul dua angka dari Juventus. Sepanjang pertandingan, laga berjalan berimbang dengan penguasan bola AC Milan mencapai 52 persen.
Soal tembakan, Inter jauh lebih unggul dengan 16 kali (7 on target) berbanding 9(1) milik Milan. Sejak laga berjalan, Inter Milan tampak lebih menguasai jalannya laga meski bertindak sebagai tim tamu.
Pada menit ke-21, Inter hampir saja mencetak gol andai sepakan Danilo D'Ambrosio memanfaatkan bola muntah tak mengenai tiang gawang.
Menit ke-35, Lautaro Martinez berhasil menjebol gawang Milan, sayang gol tersebut dianulir karena offside. Peluang ini hadir setelah Lautaro menyambut bola muntah hasil tendangan salto D'Ambrosio, tetapi ia sudah terjebak offside terlebih dahulu.
Semenit jelang turun minum, AC Milan punya peluang emas lewat Piatek. Sayang, sundulannya memanfaatkan umpan Leao belum menemui sasaran.
Skor 0-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda babak pertama berakhir.
Pada babak kedua, Inter Milan langsung mencetak gol lewat tendangan Marcelo Brozovic yang berbelok arah pada menit ke-49. Mendapat tendangan bebas dekat kotak penalti, Sensi mengirim umpan pendek kepada Brozovic yang tak terjaga di luar kotak dan melepaskan tendangan keras ke gawang.
Sempat terjadi kebingungan saat wasit mengecek VAR karena Lautaro Martinez sempat dianggap dalam posisi offside dan berusaha mengejar bola.
Akan tetapi, wasit kemudian mengesahkan gol tersebut. Inter unggul 1-0. Inter Milan kemudian bisa menggandakan keunggulan pada menit ke-78 lewat sundulan Romelu Lukaku memanfaatkan umpan Nicolo Barella.
Laga kemudian berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Inter.
AC Milan 0-2 Inter Milan (Marcelo Brozovic 49', Romelu Lukaku 78')
Susunan pemain AC Milan vs Inter:
AC Milan (4-3-1-2): 99-Gianluigi Donnarumma; 12-Andrea Conti, 22-Mateo Musacchio, 13-Alessio Romagnoli, 68-Ricardo Rodriguez (19-Theo Hernandez 72'); 79-Franck Kessie, 20-Lucas Biglia, 10-Hakan Calhanoglu (39-Lucas Paqueta 64'); 8-Suso; 17-Rafael Leao (18-Ante Rebic 83'), 9-Krzysztof Piatek.
Pelatih: Marco Giampaolo
Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 2-Diego Godin, 6-Stefan de Vrij, 37-Milan Skriniar; 33-Danilo D'Ambrosio (87-Antonio Candreva 82'), 12-Stefano Sensi (8-Matias Vecino 71'), 77-Marcelo Brozovic, 23-Nicolo Barella, 18-Kwadwo Asamoah; 10-Lautaro Martinez (16-Matteo Politano 76'), 9-Romelu Lukaku
Pelatih: Antonio Conte
Sudah Percaya Setan, AC Milan Masih Tetap Kalah dari Inter
Minggu, 22 September 2019 | 04:45 WIB
AC Milan harus rela kalah dari rival sekota Inter Milan dalam laga Derby della Madonnina di Liga Italia. AC Milan harus rela ditekuk Inter dengan skor 0-2 pada laga giornata keempat Liga Italia, Minggu (22/9/2019)
Pada laga bertajuk Derby della Madoninna ini, AC Milan sebenarnya bertindak sebagai tuan rumah di Stadion San Siro. Artinya, pendukung AC Milan yang hadir dan mendapatkan jatah tiket lebih banyak.
Pendukung AC Milan pada laga ini membuat sebuah koreografi jelang laga bergulir. Ada beberapa maksud dari gambar dan tulisan yang dibentangkan oleh fan tersebut.
Tulisan "Al Diavolo La Fede" di bawah gambar bisa diartikan "Kami percaya pada setan" dalam Bahasa Indonesia. Sedangkan gambar yang ada juga memiliki arti tersendiri. Kata-kata tersebut merujuk pada julukan AC Milan, Il Diavolo, yang berarti setan. Di Italia, AC Milan memang kerap dipanggil dengan sebutan tersebut atau sebutan Setan Merah.
Soal gambar, artinya lebih dalam lagi.
Gambar tersebut menunjukkan St Ambrose sedang menginjak ular berwarna hitam dan biru. St. Ambrose adalah Uskup Agung Milan yang bisa dikatakan paling terkenal. Ambrose pernah jadi sosok yang sangat berpengaruh pada abad ke-4. Ia adalah Gubernur Kerajaan Romawi untuk Liguria dan Emilia yang berpusat di Kota Milan.
Karena kepopulerannya tersebut, ia diangkat menjadi Uskup Agung Milan pada tahun 374. Ambrose punya banyak tulisan di bidang teologi dan doktrin serta jadi patron saint atau pelindung Kota Milan. Di gambar tersebut, ia digambarkan menginjak ular hitam biru yang merupakan representasi dari Inter Milan.
Hal ini merujuk pada julukan Inter, Il Biscione, yang merupakan ular simbol Kota Milan. Biscione muncul sebagai lambang Kota Milan mulai abad ke-13. Meski sudah memberikan koreo terbaik mereka, AC Milan nyatanya harus tetap kalah.
Gol dari Marcelo Brozovic dan Romelu Lukaku sudah cukup untuk membungkam tuan rumah. AC Milan kini baru menang dua kali dalam empat laga awal Liga Italia.
Sumber :
https://www.bolasport.com/read/311859806/hasil-derby-della-madonnina-inter-kalahkan-ac-milan-dan-jadi-sempurna?page=all
https://www.bolasport.com/read/311859815/sudah-percaya-setan-ac-milan-masih-tetap-kalah-dari-inter?page=all
Minggu, 22 September 2019 | 03:45 WIB
Inter Milan berhasil menang atas rival sekota AC Milan dalam laga Derby della Madonnina di Liga Italia. Inter Milan menang dengan skor 2-0 saat melawan AC Milan dalam Derbi Kota Italia pada giornata keempat Liga Italia, Minggu (22/9/2019) dini hari WIB.
Pada laga yang dihelat di Stadion San Siro, Inter Milan unggul lewat gol Marcelo Brozovic (49') dan Romelu Lukaku (78').
Bagi AC Milan, ini adalah kekalahan kedua mereka musim ini, sedangkan Inter menyapu bersih kemenangan dalam empat laga perdana. AC Milan baru mengumpulkan enam angka dan kini berkutat di posisi ke-9 klasemen sementara.
Inter jadi satu-satunya tim yang mengoleksi poin sempurna 12 angka dan ada di puncak klasemen, unggul dua angka dari Juventus. Sepanjang pertandingan, laga berjalan berimbang dengan penguasan bola AC Milan mencapai 52 persen.
Soal tembakan, Inter jauh lebih unggul dengan 16 kali (7 on target) berbanding 9(1) milik Milan. Sejak laga berjalan, Inter Milan tampak lebih menguasai jalannya laga meski bertindak sebagai tim tamu.
Pada menit ke-21, Inter hampir saja mencetak gol andai sepakan Danilo D'Ambrosio memanfaatkan bola muntah tak mengenai tiang gawang.
Menit ke-35, Lautaro Martinez berhasil menjebol gawang Milan, sayang gol tersebut dianulir karena offside. Peluang ini hadir setelah Lautaro menyambut bola muntah hasil tendangan salto D'Ambrosio, tetapi ia sudah terjebak offside terlebih dahulu.
Semenit jelang turun minum, AC Milan punya peluang emas lewat Piatek. Sayang, sundulannya memanfaatkan umpan Leao belum menemui sasaran.
Skor 0-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda babak pertama berakhir.
Pada babak kedua, Inter Milan langsung mencetak gol lewat tendangan Marcelo Brozovic yang berbelok arah pada menit ke-49. Mendapat tendangan bebas dekat kotak penalti, Sensi mengirim umpan pendek kepada Brozovic yang tak terjaga di luar kotak dan melepaskan tendangan keras ke gawang.
Sempat terjadi kebingungan saat wasit mengecek VAR karena Lautaro Martinez sempat dianggap dalam posisi offside dan berusaha mengejar bola.
Akan tetapi, wasit kemudian mengesahkan gol tersebut. Inter unggul 1-0. Inter Milan kemudian bisa menggandakan keunggulan pada menit ke-78 lewat sundulan Romelu Lukaku memanfaatkan umpan Nicolo Barella.
Laga kemudian berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Inter.
AC Milan 0-2 Inter Milan (Marcelo Brozovic 49', Romelu Lukaku 78')
Susunan pemain AC Milan vs Inter:
AC Milan (4-3-1-2): 99-Gianluigi Donnarumma; 12-Andrea Conti, 22-Mateo Musacchio, 13-Alessio Romagnoli, 68-Ricardo Rodriguez (19-Theo Hernandez 72'); 79-Franck Kessie, 20-Lucas Biglia, 10-Hakan Calhanoglu (39-Lucas Paqueta 64'); 8-Suso; 17-Rafael Leao (18-Ante Rebic 83'), 9-Krzysztof Piatek.
Pelatih: Marco Giampaolo
Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 2-Diego Godin, 6-Stefan de Vrij, 37-Milan Skriniar; 33-Danilo D'Ambrosio (87-Antonio Candreva 82'), 12-Stefano Sensi (8-Matias Vecino 71'), 77-Marcelo Brozovic, 23-Nicolo Barella, 18-Kwadwo Asamoah; 10-Lautaro Martinez (16-Matteo Politano 76'), 9-Romelu Lukaku
Pelatih: Antonio Conte
Sudah Percaya Setan, AC Milan Masih Tetap Kalah dari Inter
Minggu, 22 September 2019 | 04:45 WIB
AC Milan harus rela kalah dari rival sekota Inter Milan dalam laga Derby della Madonnina di Liga Italia. AC Milan harus rela ditekuk Inter dengan skor 0-2 pada laga giornata keempat Liga Italia, Minggu (22/9/2019)
Pada laga bertajuk Derby della Madoninna ini, AC Milan sebenarnya bertindak sebagai tuan rumah di Stadion San Siro. Artinya, pendukung AC Milan yang hadir dan mendapatkan jatah tiket lebih banyak.
Pendukung AC Milan pada laga ini membuat sebuah koreografi jelang laga bergulir. Ada beberapa maksud dari gambar dan tulisan yang dibentangkan oleh fan tersebut.
Tulisan "Al Diavolo La Fede" di bawah gambar bisa diartikan "Kami percaya pada setan" dalam Bahasa Indonesia. Sedangkan gambar yang ada juga memiliki arti tersendiri. Kata-kata tersebut merujuk pada julukan AC Milan, Il Diavolo, yang berarti setan. Di Italia, AC Milan memang kerap dipanggil dengan sebutan tersebut atau sebutan Setan Merah.
Soal gambar, artinya lebih dalam lagi.
Gambar tersebut menunjukkan St Ambrose sedang menginjak ular berwarna hitam dan biru. St. Ambrose adalah Uskup Agung Milan yang bisa dikatakan paling terkenal. Ambrose pernah jadi sosok yang sangat berpengaruh pada abad ke-4. Ia adalah Gubernur Kerajaan Romawi untuk Liguria dan Emilia yang berpusat di Kota Milan.
Karena kepopulerannya tersebut, ia diangkat menjadi Uskup Agung Milan pada tahun 374. Ambrose punya banyak tulisan di bidang teologi dan doktrin serta jadi patron saint atau pelindung Kota Milan. Di gambar tersebut, ia digambarkan menginjak ular hitam biru yang merupakan representasi dari Inter Milan.
Hal ini merujuk pada julukan Inter, Il Biscione, yang merupakan ular simbol Kota Milan. Biscione muncul sebagai lambang Kota Milan mulai abad ke-13. Meski sudah memberikan koreo terbaik mereka, AC Milan nyatanya harus tetap kalah.
Gol dari Marcelo Brozovic dan Romelu Lukaku sudah cukup untuk membungkam tuan rumah. AC Milan kini baru menang dua kali dalam empat laga awal Liga Italia.
Sumber :
https://www.bolasport.com/read/311859806/hasil-derby-della-madonnina-inter-kalahkan-ac-milan-dan-jadi-sempurna?page=all
https://www.bolasport.com/read/311859815/sudah-percaya-setan-ac-milan-masih-tetap-kalah-dari-inter?page=all
Minggu, 15 September 2019
Inter Vs Udinese: Nerazzurri Kalahkan 10 Pemain Le Zebrette
Minggu, 15 Sep 2019 03:54 WIB
Inter Milan menjamu Udinese dalam ketiga Liga Italia. Meski unggul jumlah pemain, Nerazzurri cuma bisa menang 1-0. Bertanding di Giuseppe Meazza, Minggu (15/9/2019) dinihari WIB, Udinese harus bermain dengan 10 orang melawan Inter setelah Rodrigo de Paul diganjar kartu merah pada menit ke-35.
Unggul jumlah pemain tak bikin Inter dengan mudah melesakkan gol ke gawang Udinese. Nerazzurri berhasil melesakkan gol kemenangan jelang turun minum lewat sundulan Stefano Sensi. Inter sebetulnya punya banyak peluang di babak kedua. Di sisi lain, Udinese gagal menebar ancaman ke pertahanan Inter setelah sempat tampil oke di awal babak kedua.
Kemenangan ini membuat Inter mantap di puncak klasemen dengan sembilan poin dari tiga laga. Juventus harus puas di posisi kedua dengan tujuh poin usai imbang 0-0 dengan Fiorentina. Udinese gagal meraih poin lagi setelah kalah di pekan kedua. Mereka kini duduk di posisi ke-11 dengan tiga poin.
Jalannya Pertandingan
Inter langsung mengancam gawang Udinese lewat tembakan Matteo Politano dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras, namun masih membentur tiang gawang. Udinese langsung balas mengancam di menit keenam. Bola tembakan Nicholas Opoku berhasil ditepis oleh Samir Handanovic.
Inter baru bisa melepas tembakan ke gawang untuk pertama kalinya di menit ke-14. Kala itu, bola tembakan Stefano Sensi dari luar kotak berhasil ditepis oleh Juan Muso. Udinese harus bermain dengan 10 orang di menit ke-35. Rodrigo de Paul diganjar kartu merah langsung setelah memukul wajah Antonio Candreva.
Serangan Inter baru membuahkan hasil di menit ke-44. Diego Godin yang maju ke depan melepas umpan lambung ke kotak penalti Udinese. Bola berhasil disambar Sensi lewat sundulan, yang membawa Nerazzurri unggul 0-1 hingga turun minum.
Udinese sempat oke mengawali babak kedua. Ada dua tembakan yang berhasil mengarah ke gawang Inter, yakni lewat Kevin Lasagna di menit ke-51 dan Seko Fofan semenit kemudian. Bola tembakan itu berhasil dimentahkan Handanovic.
Inter dua kali mengancam gawang Udinese dalam jarak waktu berdekatan, yakni pada menit ke-56 lewat kaki Politano dan di menit ke-59 lewat tembakan Roberto Gagliardini. Bola dari keduanya masih bisa ditepis Muso.
Udinese nyaris tak berkutik sepanjang babak kedua. Inter terus menekan dan menebar ancaman, namun tak ada satupun yang menghasilkan gol tambahan. Inter menutup laga dengan kemenangan 1-0.
Susunan Pemain:
Inter: Handanovic; Godin, De Vrij, Skriniar; Candreva, Barella (Gagliardini 46), Brozovic, Sensi, Asamoah; Politano (Alexis Sanchez 79), R Lukaku (Lautaro Martinez 65).
Udinese: Musso; Becao, De Maio, Opoku; Stryger-Larsen, Jajalo (Barak 70), Walace (Pussetto 80), Fofana, Sema (Mandragora 80); De Paul; Lasagna.
Sumber :
https://sport.detik.com/sepakbola/liga-italia/d-4706825/inter-vs-udinese-nerazzurri-kalahkan-10-pemain-le-zebrette
Inter Milan menjamu Udinese dalam ketiga Liga Italia. Meski unggul jumlah pemain, Nerazzurri cuma bisa menang 1-0. Bertanding di Giuseppe Meazza, Minggu (15/9/2019) dinihari WIB, Udinese harus bermain dengan 10 orang melawan Inter setelah Rodrigo de Paul diganjar kartu merah pada menit ke-35.
Unggul jumlah pemain tak bikin Inter dengan mudah melesakkan gol ke gawang Udinese. Nerazzurri berhasil melesakkan gol kemenangan jelang turun minum lewat sundulan Stefano Sensi. Inter sebetulnya punya banyak peluang di babak kedua. Di sisi lain, Udinese gagal menebar ancaman ke pertahanan Inter setelah sempat tampil oke di awal babak kedua.
Kemenangan ini membuat Inter mantap di puncak klasemen dengan sembilan poin dari tiga laga. Juventus harus puas di posisi kedua dengan tujuh poin usai imbang 0-0 dengan Fiorentina. Udinese gagal meraih poin lagi setelah kalah di pekan kedua. Mereka kini duduk di posisi ke-11 dengan tiga poin.
Jalannya Pertandingan
Inter langsung mengancam gawang Udinese lewat tembakan Matteo Politano dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras, namun masih membentur tiang gawang. Udinese langsung balas mengancam di menit keenam. Bola tembakan Nicholas Opoku berhasil ditepis oleh Samir Handanovic.
Inter baru bisa melepas tembakan ke gawang untuk pertama kalinya di menit ke-14. Kala itu, bola tembakan Stefano Sensi dari luar kotak berhasil ditepis oleh Juan Muso. Udinese harus bermain dengan 10 orang di menit ke-35. Rodrigo de Paul diganjar kartu merah langsung setelah memukul wajah Antonio Candreva.
Serangan Inter baru membuahkan hasil di menit ke-44. Diego Godin yang maju ke depan melepas umpan lambung ke kotak penalti Udinese. Bola berhasil disambar Sensi lewat sundulan, yang membawa Nerazzurri unggul 0-1 hingga turun minum.
Udinese sempat oke mengawali babak kedua. Ada dua tembakan yang berhasil mengarah ke gawang Inter, yakni lewat Kevin Lasagna di menit ke-51 dan Seko Fofan semenit kemudian. Bola tembakan itu berhasil dimentahkan Handanovic.
Inter dua kali mengancam gawang Udinese dalam jarak waktu berdekatan, yakni pada menit ke-56 lewat kaki Politano dan di menit ke-59 lewat tembakan Roberto Gagliardini. Bola dari keduanya masih bisa ditepis Muso.
Udinese nyaris tak berkutik sepanjang babak kedua. Inter terus menekan dan menebar ancaman, namun tak ada satupun yang menghasilkan gol tambahan. Inter menutup laga dengan kemenangan 1-0.
Susunan Pemain:
Inter: Handanovic; Godin, De Vrij, Skriniar; Candreva, Barella (Gagliardini 46), Brozovic, Sensi, Asamoah; Politano (Alexis Sanchez 79), R Lukaku (Lautaro Martinez 65).
Udinese: Musso; Becao, De Maio, Opoku; Stryger-Larsen, Jajalo (Barak 70), Walace (Pussetto 80), Fofana, Sema (Mandragora 80); De Paul; Lasagna.
Sumber :
https://sport.detik.com/sepakbola/liga-italia/d-4706825/inter-vs-udinese-nerazzurri-kalahkan-10-pemain-le-zebrette
Senin, 02 September 2019
Cagliari Vs Inter Milan 1-2
Cagliari Vs Inter Milan 1-2, Fakta Lukaku dan 4 Hal Menarik Lain
Senin, 2 September 2019 05:24 WIB
Inter Milan menjaga kesempurnaannya di awal musim dengan kemenangan 2-1 di kandang Cagliari, Sardegna Arena, dalam lanjutan pekan kedua Liga Italia, Senin dinihari WIB, 2 September 2019. Inter unggul lewat gol Lautaro Martinez (menit 27). Cagliari membalas lewat Joao Pedro (50). Romelu Lukaku kemudian menjadi penentu kemenangan Inter lewat penaltinya (72).
Berikut sejumlah fakta terkait laga ini dan hasilnya:
Sumber :
https://bola.tempo.co/read/1242711/cagliari-vs-inter-milan-1-2-fakta-lukaku-dan-4-hal-menarik-lain/full&view=ok
Romelu Lukaku Jadi Pahlawan Nerrazurri
02/09/2019, 04:28 WIB
Romelu Lukaku jadi pahlawan Inter Milan saat menang 2-1 atas Cagliari pada pekan ke-2 Serie A, kasta tertinggi Liga Italia. Pertandingan antara Cagliari vs Inter berlangsung di Sardegna Arena, Minggu (1/9/2019) atau Senin dini hari WIB.
Pada laga Cagliari vs Inter, Lautaro Martinez membawa Nerrazurri unggul 1-0 lewat golnya pada menit ke-27. Tuan rumah membalas lewat Joao Pedro pada menit ke-50. Lukaku menjadi pahlawan Inter setelah mencetak gol lewat titik penalti pada menit ke-72.
Ini merupakan gol kedua Lukaku di Liga Italia setelah pekan lalu juga mencetak satu gol saat timnya menang 4-0 atas Lecce. Hasil ini membuat Inter memuncaki klasemen sementara Serie A dengan 6 poin dari 2 laga.
Inter mengoleksi poin yang sama dengan rival abadinya, Juventus. Nerrazurri berhak berada di puncak karena unggul selisih gol. Adapun Cagliari berkutat di zona degradasi karena menempati peringkat ke-18. Cagliari belum sama sekali mengoleksi poin walau sudah dua kali bertanding.
Jalannya Pertandingan Dikutip BolaSport.com dari Lega Serie A, Inter Milan memang tampil lebih mendominasi. I Nerazzurri memimpin penguasaan bola dengan 55 persen. Dari segi peluang, Inter memiliki 9 yang 8 di antaranya mengarah tepat sasaran.
Adapun Cagliari mempunyai 7 kesempatan dengan 3 menuju ke gawang. Mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan, Inter Milan unggul 1-0 pada menit ke-27. Menerima umpan silang dari Stefano Sensi, Lautaro Martinez dengan mantap menyundul bola. Skor 1-0 untuk Inter bertahan sampai turun minum.
Memasuki babak kedua, Inter Milan tetap memegang kendali permainan. Namun, pasukan Antonio Conte dibuat terdiam dengan gol dari Joao Pedro pada menit ke-50. Crossing matang Nahitan Nandez disambut Pedro dengan tandukan akurat yang membuat kiper Inter, Samir Handanovic, mati langkah.
Inter Milan mendapat penalti pada menit ke-70 setelah Stefano Sensi dilanggar Fabio Pisacane di kotak terlarang. Romelu Lukaku, yang maju sebagai eksekutor, melepaskan tendangan datar ke pojok kiri gawang Cagliari. Skor 2-1 untuk Inter Milan tetap tidak berubah hingga wasit Fabio Maresca meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan.
Kemenangan ini mengembalikan Inter ke puncak klasemen Liga Italia 2019-2020 dengan raihan enam poin. Inter unggul produktivitas gol atas Juventus dan Torino yang membuntuti di peringkat kedua dan ketiga.
Susunan pemain Cagliari dan Inter Milan:
Cagliari (3-5-2): 90-Robin Olsen; 15-Ragnar Klavan, 23-Luca Ceppitelli, 19-Fabio Pisacane (29-Lucas Castro 75'); 33-Luca Pellegrini, 4-Radja Nainggolan (8-Luca Cigarini 85'), 21-Artur Ionita, 6-Marko Rog, 18-Nahitan Nandez; 10-Joao Pedro, 9-Alberto Cerri (99-Giovanni Simeone 46')
Pelatih: Rolando Maran
Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 13-Andrea Ranocchia, 33-Danilo D'Ambrosio, 37-Milan Skriniar; 18-Kwadwo Asamoah, 87-Antonio Candreva (2-Diego Godin 79'), 8-Matias Vecino (23-Nicolo Barella 69'), 77-Marcelo Brozovic, 12-Stefano Sensi; 9-Romelu Lukaku, 10-Lautaro Martinez (16-Matteo Politano 78')
Pelatih: Antonio Conte
Sumber :
https://bola.kompas.com/read/2019/09/02/04283188/cagliari-vs-inter-milan-romelu-lukaku-jadi-pahlawan-nerrazurri?page=all.
Senin, 2 September 2019 05:24 WIB
Inter Milan menjaga kesempurnaannya di awal musim dengan kemenangan 2-1 di kandang Cagliari, Sardegna Arena, dalam lanjutan pekan kedua Liga Italia, Senin dinihari WIB, 2 September 2019. Inter unggul lewat gol Lautaro Martinez (menit 27). Cagliari membalas lewat Joao Pedro (50). Romelu Lukaku kemudian menjadi penentu kemenangan Inter lewat penaltinya (72).
Berikut sejumlah fakta terkait laga ini dan hasilnya:
- Romelu Lukaku mendapat pelecehan rasial saat melakukan tendangan penalti. Musim lalu, pemain Juventus Moise Kean juga mendapat perlakuan sama di lokasi ini.
- Lukaku mencetak gol keduanya dalam dua laga secara beruntun. Ia sekaligus mencetak gol penalti pertamanya buat Nerrazzuri, meski telah gagal mencetak gol dalam tiga dari empat penalti sebelumnya.
- Inter memenangi dua laga awalnya di Serie A, untuk ketiga kalinya dalam lima musim terakhir.
- Radja Nainggolan, pemain Inter yang dipinjamkan ke Cagliari, tampil apik. Ia yang terbanyak dalam merebut kembali bola (10 kali) dan melakuka lebih banyak sentuhan (80) ketimbang pemain Cagliari lain.
- Lautaro Martinez selalu mencetak gol buat Inter dalam tiga laga terakhir melawan Cagliari.
- Inter Milan kini memuncaki klasemen dengan nilai 6, unggul selisih gol dari Torino dan Juventus. Dalam laga berikutnya mereka akan menjamu Udinese.
Sumber :
https://bola.tempo.co/read/1242711/cagliari-vs-inter-milan-1-2-fakta-lukaku-dan-4-hal-menarik-lain/full&view=ok
Romelu Lukaku Jadi Pahlawan Nerrazurri
02/09/2019, 04:28 WIB
Romelu Lukaku jadi pahlawan Inter Milan saat menang 2-1 atas Cagliari pada pekan ke-2 Serie A, kasta tertinggi Liga Italia. Pertandingan antara Cagliari vs Inter berlangsung di Sardegna Arena, Minggu (1/9/2019) atau Senin dini hari WIB.
Pada laga Cagliari vs Inter, Lautaro Martinez membawa Nerrazurri unggul 1-0 lewat golnya pada menit ke-27. Tuan rumah membalas lewat Joao Pedro pada menit ke-50. Lukaku menjadi pahlawan Inter setelah mencetak gol lewat titik penalti pada menit ke-72.
Ini merupakan gol kedua Lukaku di Liga Italia setelah pekan lalu juga mencetak satu gol saat timnya menang 4-0 atas Lecce. Hasil ini membuat Inter memuncaki klasemen sementara Serie A dengan 6 poin dari 2 laga.
Inter mengoleksi poin yang sama dengan rival abadinya, Juventus. Nerrazurri berhak berada di puncak karena unggul selisih gol. Adapun Cagliari berkutat di zona degradasi karena menempati peringkat ke-18. Cagliari belum sama sekali mengoleksi poin walau sudah dua kali bertanding.
Jalannya Pertandingan Dikutip BolaSport.com dari Lega Serie A, Inter Milan memang tampil lebih mendominasi. I Nerazzurri memimpin penguasaan bola dengan 55 persen. Dari segi peluang, Inter memiliki 9 yang 8 di antaranya mengarah tepat sasaran.
Adapun Cagliari mempunyai 7 kesempatan dengan 3 menuju ke gawang. Mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan, Inter Milan unggul 1-0 pada menit ke-27. Menerima umpan silang dari Stefano Sensi, Lautaro Martinez dengan mantap menyundul bola. Skor 1-0 untuk Inter bertahan sampai turun minum.
Memasuki babak kedua, Inter Milan tetap memegang kendali permainan. Namun, pasukan Antonio Conte dibuat terdiam dengan gol dari Joao Pedro pada menit ke-50. Crossing matang Nahitan Nandez disambut Pedro dengan tandukan akurat yang membuat kiper Inter, Samir Handanovic, mati langkah.
Inter Milan mendapat penalti pada menit ke-70 setelah Stefano Sensi dilanggar Fabio Pisacane di kotak terlarang. Romelu Lukaku, yang maju sebagai eksekutor, melepaskan tendangan datar ke pojok kiri gawang Cagliari. Skor 2-1 untuk Inter Milan tetap tidak berubah hingga wasit Fabio Maresca meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan.
Kemenangan ini mengembalikan Inter ke puncak klasemen Liga Italia 2019-2020 dengan raihan enam poin. Inter unggul produktivitas gol atas Juventus dan Torino yang membuntuti di peringkat kedua dan ketiga.
Susunan pemain Cagliari dan Inter Milan:
Cagliari (3-5-2): 90-Robin Olsen; 15-Ragnar Klavan, 23-Luca Ceppitelli, 19-Fabio Pisacane (29-Lucas Castro 75'); 33-Luca Pellegrini, 4-Radja Nainggolan (8-Luca Cigarini 85'), 21-Artur Ionita, 6-Marko Rog, 18-Nahitan Nandez; 10-Joao Pedro, 9-Alberto Cerri (99-Giovanni Simeone 46')
Pelatih: Rolando Maran
Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 13-Andrea Ranocchia, 33-Danilo D'Ambrosio, 37-Milan Skriniar; 18-Kwadwo Asamoah, 87-Antonio Candreva (2-Diego Godin 79'), 8-Matias Vecino (23-Nicolo Barella 69'), 77-Marcelo Brozovic, 12-Stefano Sensi; 9-Romelu Lukaku, 10-Lautaro Martinez (16-Matteo Politano 78')
Pelatih: Antonio Conte
Sumber :
https://bola.kompas.com/read/2019/09/02/04283188/cagliari-vs-inter-milan-romelu-lukaku-jadi-pahlawan-nerrazurri?page=all.
Selasa, 27 Agustus 2019
Lukaku Cetak Gol Debut, Inter Gulung Lecce 4-0
Selasa, 27 Agustus 2019 | 03:59 WIB
Inter Milan sukses mengawali Liga Italia 2019-2020 dengan kemenangan telak 4-0 atas Lecce dan striker anyar mereka Romelu Lukaku mencetak gol debutnya pada pertandingan. Inter Milan melakoni laga perdana Liga Italia Serie A 2019-2020 melawan Lecce di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (25/8/2019).
Striker anyar Inter Milan, Romelu Lukaku mencetak gol debutnya pada menit ke-60 dalam kemenangan 4-0 timnya atas Lecce. Tiga gol lainnya berhasil disarangkan oleh Marcelo Brozovic (21'), Stefano Sensi (24'), dan sepakan jarak jauh Antonio Candreva (84').
Dalam pertandingan tersebut, Lecce harus bermain dengan 10 pemain setelah pemain Diego Farias diusir wasit pada menit ke-76.
Jalannya Pertandingan
Inter Milan mencoba mengambil inisiatif serangan selepas peluit babak pertama dibunyikan.
Peluang pertama justru hadir untuk Lecce pada menit ke-19 melalui sepakan Panagiotis Tachtsidis. Meneruskan umpan terukur dari Filippo Falco, Panagiotis Tachtsidis melakukan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti.
Inter Milan akhirnya mampu membuka keunggulan terlebih dahulu melalui sontekan kaki kanan Marcelo Brozovic pada menit ke-21.
Bermula dari usaha Kwadkwo Asamoah melakukan umpan sapuan, Marcelo Brozovic yang menyambut datangnya bola lantas melakukan sepakan ke pojok jauh gawang Gabriel. Inter Milan unggul 1-0.
Tidak butuh waktu lama, Inter Milan menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-24 melalui sepakan mendatar Stefano Sensi.
Gol berawal dari Matias Vecino yang mencoba merangsek ke tengah kotak penalti, melihat pergerakan dari Stefano Sensi yang kosong bola langsung disodorkan ke pemain. Kecerdikan Sensi dalam mengarahkan bola melalui kaki kanannya ke sela-sela kaki bek Lecce membuat Gabriel dibuat tak berdaya. Inter unggul 2-0 atas Lecce.
Permainan cepat kemudian diperagakan oleh anak asuh Antonio Conte memanfaatkan kecepatan dari Kwadkwo Asamoah dan Antonio Candreva. Lecce yang tertekan oleh serangan-serangan Inter tidak mampu masuk ke pertahanan tim tuan rumah berkat Andrea Ranocchia dan Milan Skriniar yang disiplin.
Hingga peluit panjang babak pertama dibunyikan, Inter sementara unggul 2-0 atas Lecce.
Pada babak kedua, Lecce mencoba untuk keluar dari tekanan Inter Milan dengan mengambil inisiatif menyerang.
Lecce melakukan percobaan pertama melalui Filippo Falco pada menit ke-47. Merangsek ke jantung pertahanan Inter, Filippo Falco meliuk-liuk melewati dua pemain belakang Inter tetapi sepakannya dari dalam kotak penalti masih dapat diblok.
Lecce kembali mendapatkan peluang melalui Falco pada menit ke-57. Sepakan kaki kanannya masih mampu dimentahkan Ranocchia dari dalam kotak penalti. Pasukan Antonio Conte semakin memperlebar keunggulan menjadi 3-0 berkat sontekan kaki kanan Romelu Lukaku pada menit ke-60.
Berawal dari sepakan Lautaro Martinez dari luar kotak penalti yang gagal ditangkap ditepis dengan baik oleh Gabriel, Romelu Lukaku yang bebas dari offiside lalu mengejar bola muntah.
Penyerang yang baru dibeli Inter pada bursa transfer musim panas ini lantas menyambar bola muntah dengan kaki kanannya dan memperdaya Gabriel. Gol itu menjadi gol pertama sekaligus gol debut Lukaku bersama Inter.
Inter nyaris menambah keunggulan andai sepakan kaki kiri Lautaro Martinez dari dalam kotak penalti tidak mampu digagalkan Gabriel pada menit ke-67. Lukaku yang berada di sisi kanan pertahanan Lecce melepaskan umpan mendatar ke kotak penalti, tetapi sepakan Martinez masih terlalu lemah.
Lecce harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-76 setelah pemain pengganti Diego Farias dikartu merah oleh wasit Federico La Penna akibat melakukan pelanggaran keras terhadap Nicolo Barella.
Keunggulan Inter bisa bertambah menjadi 4-0 andai tembakan kaki kiri Matteo Politano dari luar kotak penalti pada menit ke-80 disahkan oleh wasit Federico La Penna. Gol dianulir lantaran Romelu Lukaku masih berada di dalam kotak penalti dan terlebih dahulu terkena offside.
Akhirnya Inter akhirnya benar-benar unggul 4-0 atas Lecce pada menit ke-84 melalui gol jarak jauh yang dicetak oleh Antonio Candreva.
Menerima umpan lambung dari Nicolo Barella, Antonio Candreva yang berada di depan kotak penalti Lecce terlebih dahulu mengontrol bola sebelum akhirnya melepaskan tembakan dengan kaki kanannya.
Bola menghujam deras ke pojok kanan atas gawang Lecce yang tidak mampu digapai oleh Gabriel. Hingga babak peluit panjang babak kedua dibunyikan tidak ada gol tambahan lagi yang tercipta.
Inter Milan 4-0 Lecce (Marcelo Brozovic 21', Stefano Sensi 24', Romelu Lukaku 60', Antonio Candreva 84')
Berikut susunan pemain Inter Milan Vs Lecce:
Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 33-Danilo D'Ambrosio, 13-Andrea Ranocchia, , 37-Milan Skriniar, ; 87-Antonio Candreva, 8-Matias Vecino (23-Nicolo Barella 66'), 77-Marcelo Brozovic, 12-Stefano Sensi (5-Roberto Gagliardini 73'), 18-Kwadwo Asamoah; 10-Lautaro Martinez (16-Matteo Politano 78'), 9-Romelu Lukaku
Pelatih: Antonio Conte
Lecce (4-3-3): 21-Gabriel; 27-Marco Calderoni, 5-Fabio Lucioni, 13-Luca Rossettini, 29-Andrea Rispoli (6-Romario Benzar 72'); 37-Zan Majer, 77-Panagiotis Tachtsidis, 4-Jacopo Petriccione (8-Marco Mancosu 61'); 10-Filippo Falco, 9-Gianluca Lapadula, 19-Andrea La Mantia (17-Diego Farias 62')
Pelatih: Fabio Liverani
Sumber :
https://www.bolasport.com/read/311831442/hasil-liga-italia-lukaku-cetak-gol-debut-inter-gulung-lecce-4-0?page=all
Inter Milan sukses mengawali Liga Italia 2019-2020 dengan kemenangan telak 4-0 atas Lecce dan striker anyar mereka Romelu Lukaku mencetak gol debutnya pada pertandingan. Inter Milan melakoni laga perdana Liga Italia Serie A 2019-2020 melawan Lecce di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (25/8/2019).
Striker anyar Inter Milan, Romelu Lukaku mencetak gol debutnya pada menit ke-60 dalam kemenangan 4-0 timnya atas Lecce. Tiga gol lainnya berhasil disarangkan oleh Marcelo Brozovic (21'), Stefano Sensi (24'), dan sepakan jarak jauh Antonio Candreva (84').
Dalam pertandingan tersebut, Lecce harus bermain dengan 10 pemain setelah pemain Diego Farias diusir wasit pada menit ke-76.
Jalannya Pertandingan
Inter Milan mencoba mengambil inisiatif serangan selepas peluit babak pertama dibunyikan.
Peluang pertama justru hadir untuk Lecce pada menit ke-19 melalui sepakan Panagiotis Tachtsidis. Meneruskan umpan terukur dari Filippo Falco, Panagiotis Tachtsidis melakukan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti.
Inter Milan akhirnya mampu membuka keunggulan terlebih dahulu melalui sontekan kaki kanan Marcelo Brozovic pada menit ke-21.
Bermula dari usaha Kwadkwo Asamoah melakukan umpan sapuan, Marcelo Brozovic yang menyambut datangnya bola lantas melakukan sepakan ke pojok jauh gawang Gabriel. Inter Milan unggul 1-0.
Tidak butuh waktu lama, Inter Milan menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-24 melalui sepakan mendatar Stefano Sensi.
Gol berawal dari Matias Vecino yang mencoba merangsek ke tengah kotak penalti, melihat pergerakan dari Stefano Sensi yang kosong bola langsung disodorkan ke pemain. Kecerdikan Sensi dalam mengarahkan bola melalui kaki kanannya ke sela-sela kaki bek Lecce membuat Gabriel dibuat tak berdaya. Inter unggul 2-0 atas Lecce.
Permainan cepat kemudian diperagakan oleh anak asuh Antonio Conte memanfaatkan kecepatan dari Kwadkwo Asamoah dan Antonio Candreva. Lecce yang tertekan oleh serangan-serangan Inter tidak mampu masuk ke pertahanan tim tuan rumah berkat Andrea Ranocchia dan Milan Skriniar yang disiplin.
Hingga peluit panjang babak pertama dibunyikan, Inter sementara unggul 2-0 atas Lecce.
Pada babak kedua, Lecce mencoba untuk keluar dari tekanan Inter Milan dengan mengambil inisiatif menyerang.
Lecce melakukan percobaan pertama melalui Filippo Falco pada menit ke-47. Merangsek ke jantung pertahanan Inter, Filippo Falco meliuk-liuk melewati dua pemain belakang Inter tetapi sepakannya dari dalam kotak penalti masih dapat diblok.
Lecce kembali mendapatkan peluang melalui Falco pada menit ke-57. Sepakan kaki kanannya masih mampu dimentahkan Ranocchia dari dalam kotak penalti. Pasukan Antonio Conte semakin memperlebar keunggulan menjadi 3-0 berkat sontekan kaki kanan Romelu Lukaku pada menit ke-60.
Berawal dari sepakan Lautaro Martinez dari luar kotak penalti yang gagal ditangkap ditepis dengan baik oleh Gabriel, Romelu Lukaku yang bebas dari offiside lalu mengejar bola muntah.
Penyerang yang baru dibeli Inter pada bursa transfer musim panas ini lantas menyambar bola muntah dengan kaki kanannya dan memperdaya Gabriel. Gol itu menjadi gol pertama sekaligus gol debut Lukaku bersama Inter.
Inter nyaris menambah keunggulan andai sepakan kaki kiri Lautaro Martinez dari dalam kotak penalti tidak mampu digagalkan Gabriel pada menit ke-67. Lukaku yang berada di sisi kanan pertahanan Lecce melepaskan umpan mendatar ke kotak penalti, tetapi sepakan Martinez masih terlalu lemah.
Lecce harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-76 setelah pemain pengganti Diego Farias dikartu merah oleh wasit Federico La Penna akibat melakukan pelanggaran keras terhadap Nicolo Barella.
Keunggulan Inter bisa bertambah menjadi 4-0 andai tembakan kaki kiri Matteo Politano dari luar kotak penalti pada menit ke-80 disahkan oleh wasit Federico La Penna. Gol dianulir lantaran Romelu Lukaku masih berada di dalam kotak penalti dan terlebih dahulu terkena offside.
Akhirnya Inter akhirnya benar-benar unggul 4-0 atas Lecce pada menit ke-84 melalui gol jarak jauh yang dicetak oleh Antonio Candreva.
Menerima umpan lambung dari Nicolo Barella, Antonio Candreva yang berada di depan kotak penalti Lecce terlebih dahulu mengontrol bola sebelum akhirnya melepaskan tembakan dengan kaki kanannya.
Bola menghujam deras ke pojok kanan atas gawang Lecce yang tidak mampu digapai oleh Gabriel. Hingga babak peluit panjang babak kedua dibunyikan tidak ada gol tambahan lagi yang tercipta.
Inter Milan 4-0 Lecce (Marcelo Brozovic 21', Stefano Sensi 24', Romelu Lukaku 60', Antonio Candreva 84')
Berikut susunan pemain Inter Milan Vs Lecce:
Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 33-Danilo D'Ambrosio, 13-Andrea Ranocchia, , 37-Milan Skriniar, ; 87-Antonio Candreva, 8-Matias Vecino (23-Nicolo Barella 66'), 77-Marcelo Brozovic, 12-Stefano Sensi (5-Roberto Gagliardini 73'), 18-Kwadwo Asamoah; 10-Lautaro Martinez (16-Matteo Politano 78'), 9-Romelu Lukaku
Pelatih: Antonio Conte
Lecce (4-3-3): 21-Gabriel; 27-Marco Calderoni, 5-Fabio Lucioni, 13-Luca Rossettini, 29-Andrea Rispoli (6-Romario Benzar 72'); 37-Zan Majer, 77-Panagiotis Tachtsidis, 4-Jacopo Petriccione (8-Marco Mancosu 61'); 10-Filippo Falco, 9-Gianluca Lapadula, 19-Andrea La Mantia (17-Diego Farias 62')
Pelatih: Fabio Liverani
Sumber :
https://www.bolasport.com/read/311831442/hasil-liga-italia-lukaku-cetak-gol-debut-inter-gulung-lecce-4-0?page=all
Langganan:
Postingan (Atom)







