Halaman

Kamis, 20 April 2023

Inter Milan vs Benfica: Skor 3-3 (Agg. 5-3)

Hasil Inter Milan vs Benfica: Skor 3-3 (Agg. 5-3)

20 April 2023 03:55


Inter Milan ditahan imbang Benfica pada leg kedua perempat final Liga Champions 2022/2023. Pertandingan yang kali ini berlangsung di Giuseppe Meazza berakhir sama kuat dengan skor 3-3, Kamis (20/4/2023) WIB.

Tiga gol yang diciptakan Inter dicetak oleh pemain yang berbeda. Nicolo Barella membuka keunggulan terlebih dahulu (14'), Lautaro Martinez menggandakan keunggulan (65'), kemudian ditutup dengan gol dari Joaquin Correa (78').

Benfica juga berhasil mencetak tiga gol. Fredrik Aursnes (38') dan Antonio Silva (86') sama-sama mencetak gol dari sundulan, kemudian Petar Musa (90+5) mencetak gol penutup. Meski imbang, Inter memastikan tiket ke semifinal dengan keunggulan agregat 5-3. Mereka akan menghadapi AC Milan.


Babak Pertama

Inter hanya perlu menunggu hingga menit ke-14 untuk membuka keunggulan. Diawali dengan pressing Edin Dzeko, Lautaro Martinez lalu melepas umpan ke ke Nicolo Barella. Kemudian tendangan melengkung Barella gagal ditepis oleh kiper Vlachodimos.

Benfica yang harusnya membalikkan situasi di agregat justru kesulitan. Pertahanan terorganisasi Inter membuat Benfica tidak leluasa menyerang.

Skor akhirnya menjadi sama di menit ke-38. Umpan silang akurat dari Rafa Silva dari sayap kanan, disambut dengan sundulan keras oleh Fredrik Aursnes. Hingga babak pertama usai, skor tidak berubah. Inter sukses memaksa tim tamu bermain dengan tidak nyaman. Untungnya gol dari Aursnes menghidupkan sedikit asa Benfica.


Babak Kedua

Pertandingan sempat menjadi sengit dalam 15 menit pertama. Benfica mencoba keluar dari tekanan, tetapi Inter tetap disiplin seperti babak pertama.

Inter berada di atas angin setelah mencetak gol kedua di menit ke-65. Setelah bekerja sama dengan Henrikh Mkhitaryan, Federico Dimarco melakukan penetrasi di sayap kiri. Ia lalu melepas umpan silang mendatar yang disambut dengan mudah oleh Lautaro Martinez.

Inter semakin kembali menjauh di menit ke-78. Joaquin Correa yang baru saja masuk dua menit sebelumnya, sukses mencetak gol apik dari dalam kotak penalti. Ia melewati dua pemain lalu melakukan tendangan melengkung.

Benfica sempat memperkecil ketertinggalan di menit ke-86. Berawal dari tendangan bebas, Antonio Silva berhasil menyundul bola dan mengarahkannya ke gawang. Tepat di menit ke-90+5, Benfica mencetak satu gol tambahan. Petar Musa merebut bola liar hasil umpan silang yang gagal disapu bersih para pemain Inter.


Susunan Pemain

Inter Milan (3-5-2): Andre Onana; Matteo Darmian, Francesco Acerbi, Alessandro Bastoni (anilo D'Ambrosio 80'); Denzel Dumfries, Nicolo Barella (Hakan Calhanoglu 76'), Marcelo Brozovic, Henrikh Mkhitaryan, Federico Dimarco (Robin Gosens 80'); Edin Dzeko (Romelu Lukaku 76'), Lautaro Martinez (Joaquin Correa 76').

Pelatih: Simone Inzaghi


Benfica (4-2-3-1): Odysseas Vlachodimos; Gilberto (David Neres 46'), Antonio Silva, Nicolas Otamendi, Alejandro Grimaldo; Chiquinho (Petar Musa 80'), Florentino Luis; Rafa Silva (Joao Neves 80'), Joao Mario (Andreas Schjelderup 89'), Fredrik Aursnes; Goncalo Ramos (Goncalo Guedes 74').

Pelatih: Roger Schmidt


Sumber :

https://www.bola.net/champions/hasil-inter-milan-vs-benfica-skor-3-3-agg-5-3-29e7f6.html

Rabu, 12 April 2023

Benfica vs Inter Milan: Skor 0-2

Hasil Benfica vs Inter Milan: Skor 0-2

12 April 2023 03:50


Inter Milan pulang dari Estadio da Luz dengan muka bahagia. Di sana, Inter menang 2-0 atas tuan rumah Benfica pada leg pertama perempat final Liga Champions 2022/2023, Rabu (12/4/2023) WIB. Di babak pertama Inter kesulitan melancarkan serangan. Tekanan bertubi-tubi dari Benfica membuat tim tamu seringnya hanya bisa bertahan.

Baru di babak kedua, skema serangan balik Inter lebih menggigit. Nicolo Barella membuka lebih dulu keunggulan Inter di menit ke-51, lalu di menit ke-82 Romelu Lukaku mencetak gol via penalti. Kemenangan ini sangat penting bagi Inter menatap leg kedua yang akan dimainkan di Giuseppe Meazza. Peluang untuk lolos empat besar kini membesar.


Babak Pertama

Sepuluh menit pertama pertandingan masih sengit. Kedua tim sama-sama keluar menyerang, tetapi umpan-umpan di sepertiga akhir seringkali salah sasaran.

Benfica punya peluang emas di menit ke-15. Umpan silang dari Alex Grimaldo salah diantisipasi oleh Federico Dimarco, sehingga bola liar mengarah ke Rafa Silva. Beruntung tendangan keras Silva masih dapat dimentahkan kiper Onana.

Serangan Benfica terus berlanjut. Pertahanan Inter yang tidak teroganisasi menghadapi Benfica menciptakan kemelut di depan kotak penalti. Tanpa pikir panjang, Joao Mario mencoba melakukan tendangan di menit ke-19, tetapi masih melenceng dari gawang.

Inter kesulitan mencari celah di pertahanan Benfica. Sampai akhir di menit ke-25, Fransesco Acerbi mencoba peruntungannya dengan tendangan jarak jauh, tetapi masih sedikit tinggi di atas gawang.

Inter kembali punya peluang di menit ke-40 saat Benfica kehilangan bola di lapangan tengah. Dimarco overlap di sisi kiri. Akan tetapi, umpan silang mendatarnya tak menjangkau satu pun rekannya yang sudah menunggu di kotak penalti.

Hingga babak pertama usai, tidak terlalu banyak peluang emas yang tercipta. Benfica walaupun bisa menciptakan empat tembakan, hanya mampu mencatatkan satu tendangan tepat sasaran. Inter sendiri gagal mencatatkan on target dari hanya dua tembakan.


Babak Kedua

Inter secara mengejutkan unggul lebih dahulu di menit ke-52. Overlap dari bek tengah Alessandro Bastoni diakhiri dengan umpan silang ke tiang jauh. Nicolo Barella yang juga turut naik menyambut umpan itu dengan sundulan yang membuat kiper Vlachodimos tak berkutik.

Di menit ke-57 terjadi kemelut di depan gawang Inter. Awalnya dari umpan silang Joao Mario ke kerumunan di depang gawang Inter. Tiga pemain Benfica yang berdiri di sana sama sekali gagal menendang bola dari jarak yang dekat.

Inter kembali mendapat peluang emas di menit ke-66. Berawal dari serangan balik yang cepat, Henrikh Mkhitaryan mendapat umpan terobosan di kotak penalti. Tendangan kaki kirinya dieksekusi dengan baik, tetapi Vlachodimos dengan cepat menutup ruang tembak itu.

Peluang emas Benfica kembali hadir di menit ke-73. Grimaldo yang naik dari sisi kiri mendapat bola muntah hasil sapuan yang tidak sempurna saat umpan silang. Tendangan setengah voli yang dilakukannya masih menyamping di gawang Inter.

Lagi, di menit ke-78 punya peluang dari serangan balik. Kali ini Gosens melepas umpan silang ke tiang jauh yang disambar Denzel Dumfries. Tendangan pertamanya diblok Vlachodimos, lalu tendangan keduanya dihentikan pemain belakang.

Inter menciptakan gol keduanya dari titik putih di menit ke-82. Wasit Michael Oliver sebelumnya memastikannya lewat VAR bahwa Joao Mario melakukan handball saat menghalangi umpan silang dari Dumfries. Romelu Lukaku yang maju sebagai eksekutor sukses menyarangkan bola.

Peluang terakhir Benfica hadir di menit ke-90+4. Rafa Silva yang lepas dari jebakan offside merangsek ke kotak penalti dan melepas tendangan. Namun, Onana tampil sigap menggagalkan peluang tersebut.


Susunan Pemain

Benfica (4-2-3-1): Odysseas Vlachodimos; Gilberto, Antonio Silva, Morato, Alejandro Grimaldo; Florentino (David Neres 64'), Chiquinho; Joao Mario, Rafa, Fredrik Aursnes; Goncalo Ramos.

Pelatih: Roger Schmidt


Inter Milan (3-5-2): Andre Onana; Matteo Darmian, Francesco Acerbi, Alessandro Bastoni; Denzel Dumfries (Danilo D’Ambrosio 87'), Nicolo Barella, Marcelo Brozovic, Henrikh Mkhitaryan, Federico Dimarco (Robin Gosens 63'); Lautaro Martinez (Joaquin Correa 63'), Edin Dzeko (Romelu Lukaku 63').

Pelatih: Simone Inzaghi


Sumber :

https://www.bola.net/champions/hasil-benfica-vs-inter-milan-skor-0-2-f26093.html

Rabu, 05 April 2023

Juan Cuadrado Tonjok Samir Handanovic

Kronologi Insiden Panas Juan Cuadrado Tonjok Samir Handanovic di Akhir Laga Juventus vs Inter Milan

Rabu 05 April 2023 14:14 WIB

Juan Cuadrado berulah di laga Juventus vs Inter Milan (Foto: REUTERS)


KRONOLOGI insiden panas Juan Cuadrado tonjok Samir Handanovic di akhir laga Juventus vs Inter Milan pada leg pertama semifinal Coppa Italia 2022-2023 akan dibahas di sini. Insiden tak terpuji ini terjadi di Allianz Stadium, Turin, pada Rabu (5/4/2023) dini hari WIB.

Pada laga tersebut, Juventus sebetulnya mampu unggul lebih dulu via gol Juan Cuadrado (83’). Namun, Inter Milan secara dramatis berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 via sepakan penalti Romelu Lukaku (90+5’).


Juventus vs Inter Milan

Sayangnya, duel Bianconeri –julukan Juventus- vs Il Nerazzurri –julukan Inter Milan- harus diwarnai kericuhan antara kedua kubu. Akibatnya, tiga kartu merah dilayangkan wasit kepada satu pemain Juventus, Juan Cuadrado (90+9’), dan dua pemain Inter Milan, Romelu Lukaku (90+5), Samir Handanovic (90+9’).

Menurut jurnalis Sport Italia, Tancredi Palmeri, pada momen itu telah terjadi insiden panas Juan Cuadrado tonjok Samir Handanovic di akhir laga Juventus vs Inter Milan. Dalam tayangan video yang diunggah di akun Twitternya, Juan Cuadrado terlihat tanpa ampun menghantam Samir Handanovic dengan tangannya.

Kericuhan pun meramaikan suasana di Allianz Stadium antara kedua tim. Insiden ini juga mengakibatkan kedua pemain tersebut diganjar kartu merah. Menurut Tancredi Palmeri, Juan Cuadrado terancam mendapatkan hukumn larangan bermain di lima laga ke depan.

“Inilah tonjokkan Cuadrado ke Handanovic. Itu tepat sasaran. Ini adalah isyarat diskualifikasi 5 pertandingan. Jika saya ingat dengan benar, jika terjadi perilaku kekerasan yang serius di Piala Italia, diskualifikasi diperpanjang ke liga,” tulis Tancredi Palmeri, di akun Twitternya.

Lantas, seperti apa kronologi insiden panas Juan Cuadrado tonjok Samir Handanovic di akhir laga Juventus vs Inter Milan? Menurut La Gazzetta dello Sport, insiden itu bermula ketika Romelu Lukaku mencetak gol penyeimbang di menit 90+5' via sepakan penalti.

Usai pencetak gol penyelamat bagi Inter Milan, Romelu Lukaku merayakan gol dengan menyimpan tangan kanan seperti sedang hormat dan telunjuk tangan kiri diletakkan depan bibir menyuruh orang diam hadapan pendukung Juventus, Curva Sud, sambil mengucapkan sesuatu.

Sehingga, fans Juventus itu tidak terima dengan selebrasi kontrobversial Romelu Lukaku itu. Selain itu, para pemain Bianconeri juga mengerumuni striker asal Belgia tersebut. Dilaporkan beberapa fans Bianconeri melempar beberapa benda ke lapangan.

Setelah Romelu Lukaku dianggap melakukan selebrasi itu provokatif, wasit pun memberi eks pemain Chelsea itu kartu kuning kedua dan harus terusir dengan kartu merah. Berlanjut dari masalah ini, pemain Inter Milan melakukan protes lantaran tak terima rekannya diganjar kartu kuning kedua.


Juan Cuadrado

Pada momen itu, Romelu Lukaku dan Juan Cuadrado terlibat aksi saling dorong. Sehingga, Juan Cuadrado juga diberi kartu kuning. Kemudin pada menit ke-90+7', Juan Cuadrado terlibat adu mulut lagi kali ini dengan kapten Inter, Samir Handanovic.

Juan Cuadrado masih memprotes kepada kapten Inter Milan itu soal cara Romelu Lukaku yang tidak pantas melakukan selebrasi kontrobversial itu. Akan tetapi, Samir Handanovic justru tak menggubris protes Cuadrado.

Alhasil, Juan Cuadrado dan Samir Handanovic terlibat saling dorong. Bahkan, Juan Cuadrado yang tak bisa menahan emosinya terlihat menonjok Samir Handanovic meski pada akhirnya bisa dilerai oleh rekan-rekan setimnya.

Atas insiden panas tersebut, Juan Cuadrado diberi kartu kuning kedua, sedangkan Samir Handanovic kartu merah. Dengan begitu, baik Romelu Lukaku, Juan Cuadrado, Samir Handanovic bakal absen pada leg kedua semifinal Coppa Italia 2022-2023 di San Siro (26/4/2023).


Sumber :

https://bola.okezone.com/read/2023/04/05/47/2793632/kronologi-insiden-panas-juan-cuadrado-tonjok-samir-handanovic-di-akhir-laga-juventus-vs-inter-milan?page=2

Rabu, 15 Maret 2023

Porto vs Inter Milan: Skor 0-0


Hasil Porto vs Inter Milan: Skor 0-0 (Agg. 0-1)
15 Maret 2023 04:58
 
Porto tidak bisa mencetak gol ketika meladeni Inter Milan dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2022-2023, Rabu (15/3/2023). Skor imbang 0-0 menutup pertemuan kedua kali ini.

Dalam pertemuan leg pertama dua pekan lalu, Inter tampil cukup baik untuk menundukkan Porto dengan skor tipis 1-0 di Giuseppe Meazza. Kini, bertandang ke Dragao, skuad Simone Inzaghi tampak siap untuk mempertahankan keunggulan agregat.

Porto bermain jauh lebih baik di pertandingan Liga Champions kali ini. Inter tampil defensif dan membiarkan tuan rumah menguasai bola, tapi pertahanan Andre Onana dkk. cukup solid. Total tujuh tembakan tepat sasaran Porto masih gagal menghasilkan gol. Skor 0-0 menutup laga seru selama 90 menit. Inter pun berhak menang dengan agregat 0-1.

Hasil ini memastikan langkah Inter ke babak perempat final Liga Champions 2022-2023. Yuk simak ulasan pertandingan selengkapnya, Bolaneters!


Babak pertama

Pertandingan dimulai dengan inisiatif Inter. Unggul agregat 1-0 tampaknya sedikit membantu skuad Simone Inzaghi. 10 menit pertama, Inter coba menggempur tuan rumah. Porto perlahan-lahan berhasil keluar dari tekanan Inter. Serangan balik cepat Porto tampak mengancam. Menit ke-19, Onana dipaksa membuat penyelamatan pertamanya.

Dominasi Inter terus berlanjut seiring dengan terbentuknya pola permainan. Hingga menit ke-30, inter lebih aktif membangun serangan. Barella jadi pemain yang paling menonjol. Memasuki 10 menit akhir, Porto semakin tampak frustrasi. Mereka tampil cukup baik dalam 35 menit pertama, tapi harus membangun serangan lebih cepat untuk mengatasi tekanan Inter.

Tidak ada gol dalam 45 menit pertama. Skor 0-0 mengantar para pemain ke ruang ganti.


Babak kedua

Duel antarpemain di laga Porto vs Inter Milan, Liga Champions 2022-2023 (c) AP Photo/Luis Vieira
Pertandingan dilanjutkan kembali dengan tempo sama. Inter membiarkan Porto membawa bola. Hingga menit ke-55 Inter hanya bergerak mengikuti pola serangan Porto.

Pepe Aquino jadi andalan serangan Porto dari sisi kanan. Taremi juga coba membongkar pertahanan Inter dari tengah. Skor masih belum berubah hingga 65 menit berlalu.

Memasuki menit ke-70, kedua pelatih coba menyegarkan pertandingan dengan pergantian pemain. Inter tampak ingin meningkatkan tempo serangan. Porto pun melawan dengan pemain-pemain yang lebih segar.

Pergantian pemain membantu Porto meningkatkan tempo serangan. Memasuki 10 menit akhir, Inter terpaksa bermain defensif dan menghadapi gempuran Porto. Serangan-serangan Porto tampak diupayakan berujung pada Taremi, sayangnya kali ini dia kurang beruntung. Tambahan waktu 7 menit pun tidak cukup bagi Porto.

Wasit meniup peluit panjang. Laga berakhir imbang tanpa gol. Inter menyingkirkan Porto dalam babak 16 besar Liga Champions 2022-2023.


Susunan pemain
PORTO (4-3-3): Diogo Costa; Pepe Aquino, Fabio Cardoso, Ivan Marcano, Zaidu Sanusi (85' Wendell); Stephen Eustaquio (71' Andre Franco), Mateus Uribe (85' Danny Namaso Loader), Marko Grujic; Evanilson (71' Toni Martinez), Mehdi Taremi, Galeno.

Pelatih: Sergio Conceicao.

INTER (3-5-2): Andre Onana; Matteo Darmian (80' Milan Skriniar), Francesco Acerbi, Alessandro Bastoni (74' Stefan De Vrij); Denzel Dumfries, Nicolo Barella (80' Marcelo Brozovic), Hakan Calhanoglu, Henrikh Mkhitaryan, Federico Dimarco (70' Danilo D`Ambrosio); Lautaro Martinez, Edin Dzeko (70' Romelu Lukaku).

Pelatih: Simone Inzaghi.


Sumber :
https://www.bola.net/champions/hasil-porto-vs-inter-milan-skor-0-0-agg-0-1-198fdd.html

Kamis, 23 Februari 2023

Inter Milan vs FC Porto: Skor 1-0

Hasil Inter Milan vs FC Porto: Skor 1-0

23 Februari 2023 04:56


Inter Milan sukses mengungguli FC Porto pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2022/2023, Kamis (23/2/2023) WIB. Inter menang tipis 1-0 atas wakil Portugal tersebut.

Inter sebenarnya punya sejumlah peluang emas untuk mencetak lebih dari satu gol. Sayangnya sepanjang babak pertama, kiper Porto Diogo Costa tampil memukau menggagalkan sejumlah peluang tersebut.

Gol yang ditunggu Inter baru tercipta di menit ke-86. Romelu Lukaku sukses menciptakan gol tersebut setelah menyambar bola muntah hasil sundulannya yang membentur mistar. Dengan begini, Inter punya modal yang cukup menghadapi leg kedua yang akan berlangsung di Estadio do Dragao, Rabu (15/3/2023) WIB.


Babak Pertama

Inter yang tampil di depan pendukungnya mengambil inisiatif serangan sejak awal laga. Porto coba melakukan serangan balasan, tetapi seringkali mandek. Peluang pertama Inter lahir di menit ke-13. Umpan silang Federico Dimarco sukses mencapai Lautaro Martinez di tiang jauh, namun sundulannya jauh melambung di atas mistar gawang.

Porto juga punya peluang emas di menit ke-37 dari tendangan keras Marko Grujic. Untungnya Andre Onana sigap di bawah mistar untuk menggagalkan peluang tersebut. Di akhir babak pertama pada menit ke-45+2, Inter nyaris unggul melalui Alessandro Bastoni. Kali ini giliran kiper Costa yang beraksi menggagalkan peluang emas tersebut.


Babak Kedua

Porto lebih dulu punya peluang di menit ke-55. Mehdi Taremi yang punya situasi satu lawan satu dengan Onana gagal menaklukkan sang kiper karena tendangannya melenceng. Inter baru mendapatkan peluangnya lagi di menit ke-69. Itupun tendangan dari Nicolo Barella masih melambung setelah di set-up oleh kontrol dada Romelu Lukaku.

Otavio mendapatkan kartu kuning kedua di menit ke-78 usai melanggar Hakan Calhanoglu. Porto harus mengakhiri pertandingan dengan sepuluh pemain. Seiring dengan kekurangan satu pemain, cara bermain Porto berubah. Inter pun memanfaatkannya untuk menekan lebih intenss.

Tekanan itu berbuah manis di menit ke-86. Lukaku sukses memecah kebuntuan. Sundulan pertamanya saat menerima umpan silang masih membentur mistar. Tetapi bola muntah langsung disambarnya lagi untuk menjebol gawang Porto.


Susunan Pemain

Inter Milan (3-5-2): Andre Onana; Milan Skriniar (Denzel Dumfries 81'), Francesco Acerbi, Alessandro Bastoni; Matteo Darmian, Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, Henrikh Mkhitaryan (Marcelo Brozovic 72'), Federico Dimarco (Robin Gosens 58'); Lautaro Martinez, Edin Dzeko (Romelu Lukaku 58').

Pelatih: Simone Inzaghi


FC Porto (4-4-2): Diogo Costa; Joao Mario (Goncalo Borges 90'+2), Pepe, Ivan Marcano, Zaidu Sanusi; Otavio, Mateus Uribe, Marko Grujic, Galeno (Evanilson 51'); Mehdi Taremi (Wendell 83'), Pepe Aquino.

Pelatih: Sergio Conceicao


Sumber :

https://www.bola.net/champions/hasil-inter-milan-vs-fc-porto-skor-1-0-eda11c.html

Selasa, 14 Februari 2023

Number 37 Jersey For Milan Skriniar

The History Behind the Number 37 Jersey For Milan Skriniar

Saturday, 21 March 2020

Since taking part in Italian professional football, Milan Skriniar is inseparable from the number 37 jersey. The Inter Milan defender claimed there was a little secret behind the jersey number which he then made into the Nerrazuri jersey number.

The choice for the jersey, according to Milan Skriniar, is inseparable from two simple things. First, the jersey number on the national team. Second, it is his favorite number.

“In the national team, I wore a jersey with the number 3. Meanwhile, my favorite number was 34. When in Sampdoria, I added the two numbers and chose number 37. The number that I also brought to Inter Milan,” Milan Skriniar said as quoted by Tuttomercatoweb .

One interesting thing, Skriniar’s jersey number in the Slovak national team today is different. Since 2015, he has always worn the jersey numbered 14. That too was interspersed with number 15 in 2016. The number 3 is only used when strengthening the Slovak U-21 national team.

At the club, Milan Skriniar wore the number 3 jersey while defending MSK Zilina in 2011-12 to 2015-16. However, when he joined the Primavera Sampdoria team, he played in the jersey number 2.

Currently, like the players who defend Italian clubs, Skriniar is undergoing a ‘quarantine’ lockdown. It was applied by the Italian government in tackling the Corona Virus pandemic.

Milan Skriniar admitted that he really missed football, but had to follow the applicable policies. “I locked myself in my house with my girlfriend and three little dogs. I practiced according to the direction of our staff, played darts, and watched television series, “he concluded.


Sumber :

https://my.dbasia.news/the-history-behind-the-number-37-jersey-for-milan-skriniar/

Rabu, 02 November 2022

Bayern Munchen vs Inter Milan: Skor 2-0

Hasil Bayern Munchen vs Inter Milan: Skor 2-0

2 November 2022 04:53


Bayern Munchen sukses membungkam Inter Milan dengan skor 2-0 dalam laga matchday 6 fase grup Liga Champions 2022/2023 yang digelar di Allianz Arena, Rabu (2/11/2022) dini hari WIB. Dua gol kemenangan Bayern Munchen masing-masing diciptakan oleh Benjamin Pavard di babak pertama serta Eric Maxim Choupo-Moting di babak kedua.

Berkat hasil ini, Bayern mengakhiri fase penyisihan dengan menjadi juara Grup C dengan poin sempurna 18. Sementara itu, Inter juga lolos ke 16 besar dengan status runner-up berkat perolehan poin 10.


Babak Pertama

Laga baru berjalan delapan menit, VAR meminta wasit Ivan Kruzliak untuk meninjau monitor di pinggir lapangan terkait kemungkinan penalti untuk Inter usai tembakan Nicolo Barella mengenai lengan Sadio Mane. Namun, tak ada penalti yang diberikan.

Memasuki menit ke-26, Inter memperoleh peluang emas ketika umpan silang Robin Gosens dari sisi kiri mampu disambut Lautaro Martinez di tiang jauh. Sayang, sontekannya masih tak mengenai sasaran.

Bayern akhirnya sukses membuka keunggulan pada menit ke-32 lewat sundulan Pavard. Menerima umpan sepak pojok Joshua Kimmich, Pavard memenangi duel dengan Martinez dan dengan leluasa menyundul bola menjadi gol. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.


Babak Kedua

Kembali dari kamar ganti, Bayern masih lebih mendominasi permainan. Meski demikian, tak ada peluang berbahaya yang bisa dihasilan pasukan Julian Nagelsmann di awal babak kedua. Bayern baru bisa menggandakan keunggulan pada menit ke-72. Tembakan keras yang dilepas Choupo-Moting dari luar kotak penalti menghujam deras menjadi gol tanpa bisa diantisipasi Andre Onana.

Tak ada gol tambahan yang tercipta dari kedua tim di sisa waktu. Skor 2-0 untuk kemenangan Bayern Munchen pun menjadi hasil akhir pertandingan ini.


Susunan Pemain

Bayern Munchen: Sven Ulreich; Noussair Mazraoui Jamal Musiala 66'), Benjamin Pavard, Dayot Upamecano (Alphonso Davies 46'), Josip Stanisic; Joshua Kimmich (c), Marcel Sabitzer; Kingsley Coman (Paul Wanner 77'), Ryan Gravenberch, Sadio Mane (Serge Gnabry 66'); Eric Maxim Choupo-Moting (Mathys Tel 73').


Inter: Andre Onana; Matteo Darmian, Stefan de Vrij (Milan Skriniar 76'), Francesco Acerbi; Raoul Bellanova, Nicolo Barella (Henrikh Mkhitaryan 60'), Kristjan Asllani, Roberto Gagliardini (Hakan Calhanoglu 60'), Robin Gosens; Lautaro Martinez (c) (Edin Dzeko 60'), Joaquin Correa (Valentin Carboni 76').


Sumber :

https://www.bola.net/champions/hasil-bayern-munchen-vs-inter-milan-skor-2-0-f1ef42.html