Minggu 26 Januari 2020 20:29 WIB
Inter Milan gagal meraih hasil positif saat menghadapi Cagliari di pekan ke-21 Liga Italia 2019-2020. Sempat unggul lebih dulu lewat gol Lautaro Martinez di menit ke-29, kemenangan Nerazzurri yang seakan sudah berada di depan mata lantas sirna setelah Radja Nainggolan menyarangkan bola ke gawang mantan timnya pada menit ke-78.
Hasil imbang kontra Cagliari jelas bukan sesuatu yang diharapkan oleh pasukan Antonio Conte. Sebab, poin penuh di laga kandang kali ini amat penting bagi mereka untuk terus memangkas defisit poin dari Juventus yang berada di peringkat pertama.
Namun, kegagalan Inter mengatasai perlawanan Cagliari justru membuat posisi mereka di peringkat kedua kian terancam oleh rival terdekat yakni Lazio yang berada di posisi tiga.
Kembali ke pertandingan, tampil di depan pendukung sendiri, Inter berusaha unggul cepat atas tim tamu. Usaha mereka baru berbuah hasil setelah Lautaro mencetak gol usai memanfaatkan umpang dari Ahley Young pada menit ke-29.
Sayang, kemenangan Nerazzurri yang seakan sudah berada di depan mata lantas sirna setelah Radja Nainggolan menyarangkan bola ke gawang mantan timnya pada menit ke-78. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai.
Berikut susunan pemain Inter Milan vs Cagliari, Minggu (26/1/2020)
Inter Milan (3-5-2): Samir Handanovic; Milan Skriniar, Stefan de Vrij, Alessandro Bastoni; Ashley Young, Nicolo Barella, Borja Valero, Stefano Sensi, Cristiano Biraghi; Romelu Lukaku, Lautaro Martinez.
Cadangan: Diego Godin, Federico Dimarco, Sebastiano Esposito, Danilo D’Ambrosio, Andrea Ranocchia, Alexis Sanchez, Lucien Agoume, Daniele Padelli, Tommaso Berni, Victor Moses.
Cagliari (4-3-2-1): Alessio Cragno; Paolo Farago, Sebastian Walukiewicz, Ragnar Klavan, Luca Pellegrini; Nahitan Nandez, Christian Oliva, Artur Ionita; Radja Nainggolan, Joao Pedro; Giovanni Simeone.
Cadangan: Luca Cigarini, Valter Birsa, Fabio Porru, Rafael, Charalampos Lykogiannis, Luca Gagliano, Lucas Castro, Robin Olsen, Federico Mattiello.
Sumber :
https://bola.okezone.com/read/2020/01/26/47/2158629/gol-nainggolan-bawa-cagliari-imbangi-inter-milan?page=2
Minggu, 26 Januari 2020
Minggu, 19 Januari 2020
Lecce vs Inter Milan, Gagal Raih Poin Penuh, Nerazzurri Tertahan di Urutan Kedua
Minggu, 19 Januari 2020 23:01 WIB
Hasil pertandingan Liga Italia antara Lecce kontra Inter Milan berakhir dengan skor imbang 1-1. Bertanding di Stadion Comunale Via del Mare pada Minggu (1/1/2020), Inter Milan terlebih dahulu unggul melalui gol yang dileskakkan Bastoni (72).
Lima menit berselang, tuan rumag berhasil menyamakan kedudukan melalui sang kapten, Mancosu. Inter yang hanya sanggup meraih satu poin tentu menjadi hasil negatif, pasalnya Nerazzuri berpeluang besar diperlebar jarak poinnya oleh Juventus.
Kini, tim asuhan Antonio Conte memiliki jumlah poin 47 dari 20 laga yang dilakoni. Adpaun juventus yang berada di puncak klasemen mengoleksi 48 angka. Bianconeri ber[peluang besar memperlbar margin angka dari Inter, pasalnya tim asuhan Maurizo Sarri baru akan melakoni laga melawan Parma dini hari nanti.
Jalan Pertandingan Babak Pertama
Awal pertandingan babak pertama, Inter Milan melangsungkan gebrakan dengan peluang yang dimiliki oleh Romelu Lukaku. Belum genap dua menit, eks striker Everton dan Manchester United tersebut telah memiliki dua peluang untuk memimpin pertandingan.
Namun sundulan pemain Timnas Belgia tersebut masih melambung diatas gawang Lecce yang dijaga oleh Gabriel. Kembali, Inter Milan memiliki peluang melalu heading Lautaro Martinez di menit ke-3, namun sundulan eks pemain Racing club tersebut masih dapat diantisipasi oleh Gabriel.
Gelombang serangan terus menerus dilancarkan oleh Inter Milan di lima menit awal pertandingan babak pertama. Kendati demikian, Lecce yang bertindak sebagai tuan rumah tak tinggal diam, tim yang berjuluk Selentini tersebut mencoba membalas serangan melalui aksi esk striker AC Milan, Lapadula.
Inter Milan yang memasang duet andalannya, yakni Laukaku (Lautaro Martinez-Romelu Lukaku) mencoba bermain umpan direct yang memanfaatkan kecepatan yang dimiliki kedua strikernya tersebut.
Permainan terbuka coba ditunjukkan oleh tuan rumah untuk meladeni permainan menyerang tim tamu. Kendati menerapkan strategi counter attack, Lecce mampu merepotkan lini pertahanan Inter yang digalang tiga bek sejajar, Godin, De Vrij, Skriniar.
Rapatnya lini pertahanan truan rumah membuat Inter banyak melakukan umpan umpan lambung yang ditujukan pada Lukaku. Kendati demikian, pola penyerangan tersebut dapat mudah diantisipasi oleh lini pertahanan Salentini.
Selain itu, jarak pemain yang terlalu jauh membuat Inter Milan kesulitan untuk mengembangkan permainan satu dua sentuhannya. Pemain seperti Biraghi dan Candreva banyak melakukan aksi individu lewat kecepatan yang mereka miliki karena minimnya support.
Menit ke-12, Inter Milan memiliki peluang melalui Martinez, namun sepakan pemain berusia 22 tahun tersebut masih melebar disamping kanan gawang Lecce.
Memasuki menit ke-15, tensi pertandingan mulai menurun, Inter yang tengah gencar melakukan serangan mencoba men-delay permainan dengan banyak memainkan penguasaan bola di area pertahanannya.
Selain rapatnya lini belakang tuan rumah, Romelu Lukaku menjadi pemain yang dijaga ketat oleh Lecce, dua hingga tiga pemain mengawal eks pemain Chelsea tersebut. Pada menit ke-18, Romelu Lukaku yang mampu mencetak gol harus dianulir, sebelumnya pemain asal Belgia itu melakukan pelanggaran terlebih dahulu pada Gabriel dalam perebutan bola duel udara.
Kendati banyak melakukan serangan, Inter Milan gagal menciptakan peluang matang yang dapat dikonversikan menjadi gol oleh Lukaku maupun Lautaro Martinez. Permainan Inter Milan sepanjang 36 menit pertandingan banyak menggunakan sisi flank untuk melancarkan serangan.
Pola permaianan tersebut nampaknya sudah dapat dibaca oleh lini pertahanan Lecce, hasilnya secera bergantian, baik Lukaku dan lautaro Martinez diberikan penjagaan ketat.
Peregerakan Sensi maupun Nicolo Barella di lini tengah Nerazurri belum maksimal, beberapa kali kedua pemain yang bertugas sebagai motor penyerangan hanya melakukan umpan back pass ke lini belakang. Hingga babak pertama usai, kedua tim gagal menciptakan gol, skor imbang 0-0.
Jalan Pertandingan Babak Kedua
Inisiatif serangan di babak ekdua diambil oleh Inter Milan. Nerazzurri yang membutuihakn tiga poin untuk menggeser Juventus di puncak klasemen semakin gencar melakukan serangan. kendati demikian, Lecce masih menerapkan pemainnan layakanya babak pertama.
Samir Handanovic harus bekerja ekstra keras mengamankan gawangnya dari keboboolan, paslanya Salaentini mampu merepeotkan Inter ketika melakukan serangan balik. Serangan yang menoton membuat lecce dengan mudah mengantisipasinya.
Inter yang banyak menggunakan sektor flank untuk merangkai serangan kerap kali gagal mengirimkan umpangan silang kedalam kotak pinlti. Selain itu, penjagaan ketat masih diterapkan pada Lukaku dan Martinez.
Rapatnya lini pertahanan Lecce membuat lini serang Nerazzuri memilih opsi melakukan tembakan dari luar kotak pinalti. kendati berhasil on target, namun penampilan cemerlang Gabriel berhasil mematahkan peluang dari Nicolo Barella dkk.
Serangan demi serangan yang dilakukan Inter Milan akhirnya membuahkan ahsil dimenit ke-72. Ialah Bastoni berhasil memecah kebuntun lini depan Inter Milan, skor berubah 0-1 untuk keunggulan sementara tim tamu.
Serangan demi serangan yang dilakukan Inter Milan akhirnya membuahkan ahsil dimenit ke-72. Ialah Bastoni berhasil memecah kebuntun lini depan Inter Milan. Lima menit berselang, Lecce berhasil menyamakan kedudukan melalui Mancosu usai memanfaatkan assist dari Zan Majer.
Skor kembali imbang 1-1 untuk kedua tim. Hingga pertandingan selesai, tak ada gol yang tercipta, skor imbang 1-1 untuk kedua tim.
Susunan pemain Lecce vs Inter Milan
Lecce
Gabriel; Rossettini, Lucioni, Dell’Orco; Rispoli, Deiola, Petriccione, Donati; Mancosu; Babacar, Lapadula
Inter
Handanovic; Godin, De Vrij, Skriniar; Candreva, Barella, Brozovic, Sensi, Biraghi; Lukaku, Lautaro Martinez.
Sumber :
https://www.tribunnews.com/superskor/2020/01/19/hasil-liga-italia-lecce-vs-inter-milan-gagal-raih-poin-penuh-nerazzurri-tertahan-di-urutan-kedua?page=all.
Hasil pertandingan Liga Italia antara Lecce kontra Inter Milan berakhir dengan skor imbang 1-1. Bertanding di Stadion Comunale Via del Mare pada Minggu (1/1/2020), Inter Milan terlebih dahulu unggul melalui gol yang dileskakkan Bastoni (72).
Lima menit berselang, tuan rumag berhasil menyamakan kedudukan melalui sang kapten, Mancosu. Inter yang hanya sanggup meraih satu poin tentu menjadi hasil negatif, pasalnya Nerazzuri berpeluang besar diperlebar jarak poinnya oleh Juventus.
Kini, tim asuhan Antonio Conte memiliki jumlah poin 47 dari 20 laga yang dilakoni. Adpaun juventus yang berada di puncak klasemen mengoleksi 48 angka. Bianconeri ber[peluang besar memperlbar margin angka dari Inter, pasalnya tim asuhan Maurizo Sarri baru akan melakoni laga melawan Parma dini hari nanti.
Jalan Pertandingan Babak Pertama
Awal pertandingan babak pertama, Inter Milan melangsungkan gebrakan dengan peluang yang dimiliki oleh Romelu Lukaku. Belum genap dua menit, eks striker Everton dan Manchester United tersebut telah memiliki dua peluang untuk memimpin pertandingan.
Namun sundulan pemain Timnas Belgia tersebut masih melambung diatas gawang Lecce yang dijaga oleh Gabriel. Kembali, Inter Milan memiliki peluang melalu heading Lautaro Martinez di menit ke-3, namun sundulan eks pemain Racing club tersebut masih dapat diantisipasi oleh Gabriel.
Gelombang serangan terus menerus dilancarkan oleh Inter Milan di lima menit awal pertandingan babak pertama. Kendati demikian, Lecce yang bertindak sebagai tuan rumah tak tinggal diam, tim yang berjuluk Selentini tersebut mencoba membalas serangan melalui aksi esk striker AC Milan, Lapadula.
Inter Milan yang memasang duet andalannya, yakni Laukaku (Lautaro Martinez-Romelu Lukaku) mencoba bermain umpan direct yang memanfaatkan kecepatan yang dimiliki kedua strikernya tersebut.
Permainan terbuka coba ditunjukkan oleh tuan rumah untuk meladeni permainan menyerang tim tamu. Kendati menerapkan strategi counter attack, Lecce mampu merepotkan lini pertahanan Inter yang digalang tiga bek sejajar, Godin, De Vrij, Skriniar.
Rapatnya lini pertahanan truan rumah membuat Inter banyak melakukan umpan umpan lambung yang ditujukan pada Lukaku. Kendati demikian, pola penyerangan tersebut dapat mudah diantisipasi oleh lini pertahanan Salentini.
Selain itu, jarak pemain yang terlalu jauh membuat Inter Milan kesulitan untuk mengembangkan permainan satu dua sentuhannya. Pemain seperti Biraghi dan Candreva banyak melakukan aksi individu lewat kecepatan yang mereka miliki karena minimnya support.
Menit ke-12, Inter Milan memiliki peluang melalui Martinez, namun sepakan pemain berusia 22 tahun tersebut masih melebar disamping kanan gawang Lecce.
Memasuki menit ke-15, tensi pertandingan mulai menurun, Inter yang tengah gencar melakukan serangan mencoba men-delay permainan dengan banyak memainkan penguasaan bola di area pertahanannya.
Selain rapatnya lini belakang tuan rumah, Romelu Lukaku menjadi pemain yang dijaga ketat oleh Lecce, dua hingga tiga pemain mengawal eks pemain Chelsea tersebut. Pada menit ke-18, Romelu Lukaku yang mampu mencetak gol harus dianulir, sebelumnya pemain asal Belgia itu melakukan pelanggaran terlebih dahulu pada Gabriel dalam perebutan bola duel udara.
Kendati banyak melakukan serangan, Inter Milan gagal menciptakan peluang matang yang dapat dikonversikan menjadi gol oleh Lukaku maupun Lautaro Martinez. Permainan Inter Milan sepanjang 36 menit pertandingan banyak menggunakan sisi flank untuk melancarkan serangan.
Pola permaianan tersebut nampaknya sudah dapat dibaca oleh lini pertahanan Lecce, hasilnya secera bergantian, baik Lukaku dan lautaro Martinez diberikan penjagaan ketat.
Peregerakan Sensi maupun Nicolo Barella di lini tengah Nerazurri belum maksimal, beberapa kali kedua pemain yang bertugas sebagai motor penyerangan hanya melakukan umpan back pass ke lini belakang. Hingga babak pertama usai, kedua tim gagal menciptakan gol, skor imbang 0-0.
Jalan Pertandingan Babak Kedua
Inisiatif serangan di babak ekdua diambil oleh Inter Milan. Nerazzurri yang membutuihakn tiga poin untuk menggeser Juventus di puncak klasemen semakin gencar melakukan serangan. kendati demikian, Lecce masih menerapkan pemainnan layakanya babak pertama.
Samir Handanovic harus bekerja ekstra keras mengamankan gawangnya dari keboboolan, paslanya Salaentini mampu merepeotkan Inter ketika melakukan serangan balik. Serangan yang menoton membuat lecce dengan mudah mengantisipasinya.
Inter yang banyak menggunakan sektor flank untuk merangkai serangan kerap kali gagal mengirimkan umpangan silang kedalam kotak pinlti. Selain itu, penjagaan ketat masih diterapkan pada Lukaku dan Martinez.
Rapatnya lini pertahanan Lecce membuat lini serang Nerazzuri memilih opsi melakukan tembakan dari luar kotak pinalti. kendati berhasil on target, namun penampilan cemerlang Gabriel berhasil mematahkan peluang dari Nicolo Barella dkk.
Serangan demi serangan yang dilakukan Inter Milan akhirnya membuahkan ahsil dimenit ke-72. Ialah Bastoni berhasil memecah kebuntun lini depan Inter Milan, skor berubah 0-1 untuk keunggulan sementara tim tamu.
Serangan demi serangan yang dilakukan Inter Milan akhirnya membuahkan ahsil dimenit ke-72. Ialah Bastoni berhasil memecah kebuntun lini depan Inter Milan. Lima menit berselang, Lecce berhasil menyamakan kedudukan melalui Mancosu usai memanfaatkan assist dari Zan Majer.
Skor kembali imbang 1-1 untuk kedua tim. Hingga pertandingan selesai, tak ada gol yang tercipta, skor imbang 1-1 untuk kedua tim.
Susunan pemain Lecce vs Inter Milan
Lecce
Gabriel; Rossettini, Lucioni, Dell’Orco; Rispoli, Deiola, Petriccione, Donati; Mancosu; Babacar, Lapadula
Inter
Handanovic; Godin, De Vrij, Skriniar; Candreva, Barella, Brozovic, Sensi, Biraghi; Lukaku, Lautaro Martinez.
Sumber :
https://www.tribunnews.com/superskor/2020/01/19/hasil-liga-italia-lecce-vs-inter-milan-gagal-raih-poin-penuh-nerazzurri-tertahan-di-urutan-kedua?page=all.
Minggu, 12 Januari 2020
Inter Milan vs Atalanta Skor Akhir 1-1
Minggu, 12 Januari 2020, mulai pukul 02:45.
Hasil laga Internazionale vs Atalanta dalam lanjutan Liga Italia pekan ke-19, Minggu, 12 Januari 2020 rampung dengan skor akhir 1-1. tirto.id - Laga Inter Milan vs Atalanta dalam lanjutan Liga Italia berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Stadio Giuseppe Meazza pada Minggu 12 Januari 2020.
Hasil ini membuat Internazionale berada di urutan 1, sedangkan Atalanta bertengger di urutan 5 klasemen sementara Liga Italia. Sejauh ini Inter total mengumpulkan 14 kemenangan, 4 kali meraih hasil imbang, dan 1 kali tumbang. Koleksi angka mereka mencapai 46 poin.
Sementara itu, Atalanta tercatat mendapatkan 10 kali menang, 5 kali seri, dan 4 kalah dengan total poin 35 angka. Dalam pertandingan ini, tuan rumah menurunkan S. Handanovič sebagai kiper. Sementara itu, di lini depan, ada L. Martínez yang bertugas sebagai pembidik gawang lawan.
Tim tamu sendiri mengandalkan R. Gosens sebagai salah satu kunci mereka di lini tengah. Atalanta itu juga memasang B. Djimsiti dan J. Palomino untuk mengawal pertahanan. Berdasarkan penguasaan bola, Inter memenangi 36.3 persen ball possessions.
Sebaliknya, tim tamu mengoleksi 63.7 persen. Sepanjang pertandingan, tuan rumah melepaskan 0 tembakan, dan 0 diantaranya tepat sasaran. Dibandingkan tuan rumah, Atalanta total mengirimkan 0 ancaman. Namun, hanya 0 yang mengarah ke gawang tuan rumah Internazionale.
Susunan Pemain
Internazionale: S. Handanovič; A. Bastoni, S. de Vrij, D. Godín; C. Biraghi, R. Gagliardini, M. Brozović, S. Sensi, A. Candreva; L. Martínez, R. Lukaku.
Subs: L. Agoume, T. Berni, F. Dimarco, S. Esposito, V. Lazaro, D. Padelli, L. Pirola, M. Politano, A. Ranocchia, A. Sánchez, Borja Valero, M. Vecino.
Atalanta: P. Gollini; B. Djimsiti, J. Palomino, Rafael Tolói; R. Gosens, M. Pašalić, M. de Roon, H. Hateboer, A. Gómez; D. Zapata, J. Iličić.
Subs: T. Castagne, J. Da Riva, R. Freuler, D. Heidenreich, R. Malinovskiy, A. Masiello, L. Muriel, M. Okoli, R. Piccoli, F. Rossi, M. Sportiello, A. Traoré.
Sumber :
https://tirto.id/hasil-liga-italia-inter-milan-vs-atalanta-skor-akhir-1-1-esbC
Hasil laga Internazionale vs Atalanta dalam lanjutan Liga Italia pekan ke-19, Minggu, 12 Januari 2020 rampung dengan skor akhir 1-1. tirto.id - Laga Inter Milan vs Atalanta dalam lanjutan Liga Italia berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Stadio Giuseppe Meazza pada Minggu 12 Januari 2020.
Hasil ini membuat Internazionale berada di urutan 1, sedangkan Atalanta bertengger di urutan 5 klasemen sementara Liga Italia. Sejauh ini Inter total mengumpulkan 14 kemenangan, 4 kali meraih hasil imbang, dan 1 kali tumbang. Koleksi angka mereka mencapai 46 poin.
Sementara itu, Atalanta tercatat mendapatkan 10 kali menang, 5 kali seri, dan 4 kalah dengan total poin 35 angka. Dalam pertandingan ini, tuan rumah menurunkan S. Handanovič sebagai kiper. Sementara itu, di lini depan, ada L. Martínez yang bertugas sebagai pembidik gawang lawan.
Tim tamu sendiri mengandalkan R. Gosens sebagai salah satu kunci mereka di lini tengah. Atalanta itu juga memasang B. Djimsiti dan J. Palomino untuk mengawal pertahanan. Berdasarkan penguasaan bola, Inter memenangi 36.3 persen ball possessions.
Sebaliknya, tim tamu mengoleksi 63.7 persen. Sepanjang pertandingan, tuan rumah melepaskan 0 tembakan, dan 0 diantaranya tepat sasaran. Dibandingkan tuan rumah, Atalanta total mengirimkan 0 ancaman. Namun, hanya 0 yang mengarah ke gawang tuan rumah Internazionale.
Susunan Pemain
Internazionale: S. Handanovič; A. Bastoni, S. de Vrij, D. Godín; C. Biraghi, R. Gagliardini, M. Brozović, S. Sensi, A. Candreva; L. Martínez, R. Lukaku.
Subs: L. Agoume, T. Berni, F. Dimarco, S. Esposito, V. Lazaro, D. Padelli, L. Pirola, M. Politano, A. Ranocchia, A. Sánchez, Borja Valero, M. Vecino.
Atalanta: P. Gollini; B. Djimsiti, J. Palomino, Rafael Tolói; R. Gosens, M. Pašalić, M. de Roon, H. Hateboer, A. Gómez; D. Zapata, J. Iličić.
Subs: T. Castagne, J. Da Riva, R. Freuler, D. Heidenreich, R. Malinovskiy, A. Masiello, L. Muriel, M. Okoli, R. Piccoli, F. Rossi, M. Sportiello, A. Traoré.
Sumber :
https://tirto.id/hasil-liga-italia-inter-milan-vs-atalanta-skor-akhir-1-1-esbC
Selasa, 07 Januari 2020
Patahkan Kutukan di Markas Napoli, Inter Milan Kembali ke Puncak
Selasa, 07 Januari 2020 - 11:00 WIB
Duet bomber Inter Milan, Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez menjadi pahlawan kemenangan saat timnya menghancurkan Napoli di San Paolo, Selasa (7/1/2020) dini hari. Kemenangan 1-3 di markas Napoli itu sekaligus mengakhiri kutukan Inter Milan yang tidak pernah bisa menang di San Paulo.
Berdasarkan statistik, sebelum kemenangan ini, tiga poin terakhir yang bisa dipetik Inter Milan saat melawat ke San Paolo terjadi pada 21 Oktober 1997. Hal itu berarti sudah 22 tahun lebih Labeneamata-julukan Inter Milan, puasa kemenangan di markas Napoli.
Kemenangan ini juga memiliki arti penting bagi skuad asuhan Antonio Conte. Tiga poin dari Napoli membuat Inter Milan kembali ke puncak klasemen Liga Italia. Lukaku dkk melengserkan Juventus yang sehari sebelumnya sukses pesta gol melawan Cagliari.
Inter Milan dan Juventus diketahui sama-sama mengumpulkan 45 poin. Namun, Inter Milan berhak menduduki tahta klasemen Liga Italia karena unggul selisih gol. Kemenangan Lukaku dkk pun kian memberi tekanan bagi Cristiano Ronaldo dkk untuk mempertahankan gelar scudetto musim ini.
Seusai laga, Conte tidak ambil pusing dengan statistik, dimana timnya mampu mematahkan kutukan di markas Napoli. Baginya kemenangan dari anak asuhan Gennaro Gattuso merupakan yang paling penting. Terlebih, dalam beberapa tahun terakhir, Napoli merupakan tim kuat yang selalu menjadi calon juara Liga Italia.
“Jelas itu adalah kemenangan penting karena memenangkan laga tandang di Napoli tidak pernah mudah bagi siapa pun. Napoli dalam beberapa tahun terakhir menjadi penantang utama bagi Juventus, dengan Inter Milan jauh ke belakang, jadi menutup celah itu musim ini adalah langkah penting," kata Conte dilansir dari laman Football Italia.
Dalam laga ini, Inter Milan memang tampil hampir dengan kekuatan penuh. Hanya Danilo D'ambrosio (bek) dan Alexis Sanchez (penyerang) yang absen karena cedera. Sebaliknya, Napoli tampil pincang. Dua pilar utamanya Dries Mertens (penyerang) dan Kalidou Koulibaly (bek) tak bisa dimainkan.
Gol-gol kemenangan Inter Milan, masing-masing dilesakkan oleh Romelu Lukaku pada menit 14' dan 33' serta Lautaro Martinez pada menit 62'. Adapun gol hiburan dari tuan rumah dicetak oleh Arkadiusz Milik pada menit 39'.
Susunan Pemain Napoli vs Inter Milan:
Napoli: Meret; Hysaj (Lozano 81), Di Lorenzo, Manolas, Mario Rui; Fabian Ruiz (Llorente 84), Allan, Zielinski; Callejon, Milik, Insigne
Inter Milan: Handanovic; Skriniar, De Vrij, Bastoni; Candreva, Vecino (Sensi 72), Brozovic, Gagliardini (Barella 56), Biraghi, R Lukaku (Borja Valero 88), Lautaro Martinez
Sumber :
https://makassar.sindonews.com/read/39457/5/patahkan-kutukan-di-markas-napoli-inter-milan-kembali-ke-puncak-1578366111
Duet bomber Inter Milan, Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez menjadi pahlawan kemenangan saat timnya menghancurkan Napoli di San Paolo, Selasa (7/1/2020) dini hari. Kemenangan 1-3 di markas Napoli itu sekaligus mengakhiri kutukan Inter Milan yang tidak pernah bisa menang di San Paulo.
Berdasarkan statistik, sebelum kemenangan ini, tiga poin terakhir yang bisa dipetik Inter Milan saat melawat ke San Paolo terjadi pada 21 Oktober 1997. Hal itu berarti sudah 22 tahun lebih Labeneamata-julukan Inter Milan, puasa kemenangan di markas Napoli.
Kemenangan ini juga memiliki arti penting bagi skuad asuhan Antonio Conte. Tiga poin dari Napoli membuat Inter Milan kembali ke puncak klasemen Liga Italia. Lukaku dkk melengserkan Juventus yang sehari sebelumnya sukses pesta gol melawan Cagliari.
Inter Milan dan Juventus diketahui sama-sama mengumpulkan 45 poin. Namun, Inter Milan berhak menduduki tahta klasemen Liga Italia karena unggul selisih gol. Kemenangan Lukaku dkk pun kian memberi tekanan bagi Cristiano Ronaldo dkk untuk mempertahankan gelar scudetto musim ini.
Seusai laga, Conte tidak ambil pusing dengan statistik, dimana timnya mampu mematahkan kutukan di markas Napoli. Baginya kemenangan dari anak asuhan Gennaro Gattuso merupakan yang paling penting. Terlebih, dalam beberapa tahun terakhir, Napoli merupakan tim kuat yang selalu menjadi calon juara Liga Italia.
“Jelas itu adalah kemenangan penting karena memenangkan laga tandang di Napoli tidak pernah mudah bagi siapa pun. Napoli dalam beberapa tahun terakhir menjadi penantang utama bagi Juventus, dengan Inter Milan jauh ke belakang, jadi menutup celah itu musim ini adalah langkah penting," kata Conte dilansir dari laman Football Italia.
Dalam laga ini, Inter Milan memang tampil hampir dengan kekuatan penuh. Hanya Danilo D'ambrosio (bek) dan Alexis Sanchez (penyerang) yang absen karena cedera. Sebaliknya, Napoli tampil pincang. Dua pilar utamanya Dries Mertens (penyerang) dan Kalidou Koulibaly (bek) tak bisa dimainkan.
Gol-gol kemenangan Inter Milan, masing-masing dilesakkan oleh Romelu Lukaku pada menit 14' dan 33' serta Lautaro Martinez pada menit 62'. Adapun gol hiburan dari tuan rumah dicetak oleh Arkadiusz Milik pada menit 39'.
Susunan Pemain Napoli vs Inter Milan:
Napoli: Meret; Hysaj (Lozano 81), Di Lorenzo, Manolas, Mario Rui; Fabian Ruiz (Llorente 84), Allan, Zielinski; Callejon, Milik, Insigne
Inter Milan: Handanovic; Skriniar, De Vrij, Bastoni; Candreva, Vecino (Sensi 72), Brozovic, Gagliardini (Barella 56), Biraghi, R Lukaku (Borja Valero 88), Lautaro Martinez
Sumber :
https://makassar.sindonews.com/read/39457/5/patahkan-kutukan-di-markas-napoli-inter-milan-kembali-ke-puncak-1578366111
Minggu, 22 Desember 2019
Inter Milan Vs Genoa 4-0, Debut Manis Esposito
Minggu, 22 Desember 2019 04:59 WIB
Sebastiano Esposito mengukir gol pada debutnya di Liga Italia bersama Inter Milan. Ia ikut mengantar timnya menang 4-0 atas Genoa pada pertandingan Ahad dinihari WIB.
Pada usia 17 tahun, Esposito menjadi pemain termuda Inter yang tampil sebagai pemain inti di Liga Italia pada abad ke-21. Conte terpaksa memainkan Esposito karena sang pelatih mengalami masalah dalam ketersediaan pemain dalam skuatnya.
Tambahan tiga poin membawa Inter terus menempel pemuncak klasemen Juventus, di mana kedua tim sama-sama mengoleksi 42 poin, demikian catatan laman resmi Liga Italia.
Sedangkan Genoa meneruskan catatan kekalahan mereka dengan menelan kekalahan kedua secara beruntun dan terpuruk pada peringkat ke-19 dengan 11 poin. Esposito memiliki peluang pertamanya saat ia memaksa kiper Ionut Radu melakukan penyelamatan. Sang kiper Genoa kemudian mencegah sundulan Roberto Gagliardini masuk ke dalam gawangnya.
Radu, yang berstatus pemain pinjaman Inter di Genoa, akhirnya kemasukan gol pertama pada menit ke-31. Romelu Lukaku sukses mengonversi peluang dari umpan silang Antonio Candreva di sisi kanan untuk menjadi gol.
Sang kiper kembali kemasukan semenit kemudian. Radu mampu menahan tembakan Gagliardini, namun ia tidak kuasa mencegah bola melewati garis gawang setelah membentur Cristian Romero.
Kiper Inter Samir Handanovic baru melakukan penyelamatan pertama saat ia mencegah tembakan Antonio Sanabria, namun Inter mendapat hadiah penalti ketika Kevin Agudelo melanggar Gagliardini di kotak terlarang. Esposito yang ditunjuk menjadi eksekutor dengan dingin sukses menunaikan tugasnya.
Lukaku menambah keunggulan pada menit ke-71 setelah menerima operan Antonio Candreva, bergerak memotong dari kanan, dan melesakkan sepakan ke sudut atas gawang Genoa.
Susunan pemain:
Inter Milan (3-5-2): Samir Handanovic, Milan Skriniar, Stefan De Vrij, Alessandro Bastoni, Antonio Candreva (Valentino Lazaro 75'), Matias Vecino, Borja Valero, Roberto Gagliardini (Stefano Sensi 72'), Cristiano Biraghi (Federico Dimarco 78') Sebastiano Esposito, Romelu Lukaku
Genoa (3-5-2): Ionut Radu, Cristian Romero, Davide Biraschi, Domenico Criscito, Paolo Ghiglione, Francesco Cassata, Filip Jagiello (Nicolo Rovella 62'), Ivan Radovanovic, Kevin Agudelo, Andrea Pinamonti (Andrea Favilli 72'), Antonio Sanabria (Denilho Clenise 75').
Sumber :
https://bola.tempo.co/read/1286501/hasil-liga-italia-inter-milan-vs-genoa-4-0-debut-manis-esposito/full&view=ok
Sebastiano Esposito mengukir gol pada debutnya di Liga Italia bersama Inter Milan. Ia ikut mengantar timnya menang 4-0 atas Genoa pada pertandingan Ahad dinihari WIB.
Pada usia 17 tahun, Esposito menjadi pemain termuda Inter yang tampil sebagai pemain inti di Liga Italia pada abad ke-21. Conte terpaksa memainkan Esposito karena sang pelatih mengalami masalah dalam ketersediaan pemain dalam skuatnya.
Tambahan tiga poin membawa Inter terus menempel pemuncak klasemen Juventus, di mana kedua tim sama-sama mengoleksi 42 poin, demikian catatan laman resmi Liga Italia.
Sedangkan Genoa meneruskan catatan kekalahan mereka dengan menelan kekalahan kedua secara beruntun dan terpuruk pada peringkat ke-19 dengan 11 poin. Esposito memiliki peluang pertamanya saat ia memaksa kiper Ionut Radu melakukan penyelamatan. Sang kiper Genoa kemudian mencegah sundulan Roberto Gagliardini masuk ke dalam gawangnya.
Radu, yang berstatus pemain pinjaman Inter di Genoa, akhirnya kemasukan gol pertama pada menit ke-31. Romelu Lukaku sukses mengonversi peluang dari umpan silang Antonio Candreva di sisi kanan untuk menjadi gol.
Sang kiper kembali kemasukan semenit kemudian. Radu mampu menahan tembakan Gagliardini, namun ia tidak kuasa mencegah bola melewati garis gawang setelah membentur Cristian Romero.
Kiper Inter Samir Handanovic baru melakukan penyelamatan pertama saat ia mencegah tembakan Antonio Sanabria, namun Inter mendapat hadiah penalti ketika Kevin Agudelo melanggar Gagliardini di kotak terlarang. Esposito yang ditunjuk menjadi eksekutor dengan dingin sukses menunaikan tugasnya.
Lukaku menambah keunggulan pada menit ke-71 setelah menerima operan Antonio Candreva, bergerak memotong dari kanan, dan melesakkan sepakan ke sudut atas gawang Genoa.
Susunan pemain:
Inter Milan (3-5-2): Samir Handanovic, Milan Skriniar, Stefan De Vrij, Alessandro Bastoni, Antonio Candreva (Valentino Lazaro 75'), Matias Vecino, Borja Valero, Roberto Gagliardini (Stefano Sensi 72'), Cristiano Biraghi (Federico Dimarco 78') Sebastiano Esposito, Romelu Lukaku
Genoa (3-5-2): Ionut Radu, Cristian Romero, Davide Biraschi, Domenico Criscito, Paolo Ghiglione, Francesco Cassata, Filip Jagiello (Nicolo Rovella 62'), Ivan Radovanovic, Kevin Agudelo, Andrea Pinamonti (Andrea Favilli 72'), Antonio Sanabria (Denilho Clenise 75').
Sumber :
https://bola.tempo.co/read/1286501/hasil-liga-italia-inter-milan-vs-genoa-4-0-debut-manis-esposito/full&view=ok
Senin, 16 Desember 2019
Tahan Fiorentina, Inter Milan Kudeta Juventus
Senin, 16 Desember 2019 | 04:52 WIB
Inter Milan bertandang ke markas Fiorentina dalam lanjutan pertandingan Serie A 2019/20 giornata 16, di Artemio Franchi, Senin 16 Desember 2019 dini hari WIB. Di laga tersebut, kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1.
Selepas kick off, Inter Milan langsung tampil agresif. Sedangkan tuan rumah coba bermain taktis dalam menghadapi agresivitas yang ditunjukkan Inter Milan.
Laga baru berjalan 8 menit, Inter Milan sudah bisa menceploskan bola ke gawang Fiorentina. Adalah Borja Valero yang sukses membobol gawang mantan klubnya itu setelah tendangan terukurnya tak bisa dihalau Bartlomiej Dragowski.
Menit 13, Inter nyaris menggandakan keunggulan. Akan tetapi, sepakan akrobatik Lautaro Martinez menyambut umpan Romelu Lukaku masih bisa ditangkap oleh kiper Fiorentina.
Dua menit kemudian, Fiorentina sanggup mengancam gawang Inter Milan. Namun, tembakan Milan Badelj masih mampu digagalkan oleh Samir Handanovic.
Pada menit 40, Inter sebenarnya mampu mencetak gol lewat kaki Lautaro Martinez setelah menerima umpan Romelu Lukaku. Akan tetapi, wasit menganulir gol tersebut karena Lukaku sudah berdiri dalam posisi offside sebelum memberikan umpan.
Tiga menit berselang, La Beneamata mendapatkan peluang emas melalui pergerakan Romelu Lukaku. Sayangnya, tandukan Lukaku belum berhasil melewati garis gawang Fiorentina karena sanggup dimentahkan Bartlomiej Dragowski.
Dalam waktu yang tersisa di babak pertama, jual beli serangan sempat terjadi. Namun hingga peluit panjang tanda turun minum dibunyikan wasit, Inter mampu mempertahankan keunggulan 1-0 atas Fiorentina.
Usai rehat, Fiorentina coba meningkatkan intensitas serangan. Sedangkan Inter Milan tetap tampil seperti paruh pertama.
Pada menit 51, La Viola nyaris menyamakan skor. Akan tetapi, tembakan Edgar Pulgar masih menyamping tipis dari gawang Inter Milan.
Inter kembali mengancam di menit 63. Sayangnya, tendangan Lautaro Martinez menyambut umpan Cristiano Biraghi masih melambung di atas mistar gawang Fiorentina.
Dua menit kemudian, giliran Fiorentina yang mendapatkan kesempatan. Namun, sepakan menyusur tanah yang dilepaskan Gaetano Castrovilli masih sanggup ditepis oleh Samir Handanovic.
Menit 73, Inter hampir menggandakan keunggulan. Akan tetapi, tandukan Romelu Lukaku masih bisa diantisipasi dengan sigap oleh Bartlomiej Dragowski.
Pada masa injury time babak kedua, petaka menimpa Inter setelah Fiorentina berhasil menyamakan kedudukan. Dusan Vlahovic dengan brilian sanggup mengecoh Samir Handanovic melalui kaki kirinya.
Di sisa waktu yang ada, Inter melakukan serangan sporadis ke area pertahanan Juventus. Namun hingga laga usai, kedua tim harus puas berbagi poin.
Atas hasil ini, Inter Milan naik ke puncak klasemen sementara dengan raihan 39 poin, dilansir Sky Sports. Inter unggul selisih gol atas Juventus yang berada peringkat kedua dengan koleksi poin yang sama. Sedangkan Fiorentina tak beranjak dari posisi 13 dengan mengumpilkan 17 poin. Selisih gol dipakai karena head to head belum berlaku sebelum Juventus dan Inter bertemu dua kali.
Susunan pemain
Fiorentina: Bartlomiej Dragowski (GK); Mikola Milenkovic, German Pezzella, Martin Caceres, Pol Lirola, Erick Pulgar, Milan Badelj (Marco Benassi 66'), Gaetano Castrovilli (Valentin Eysseric 83'), Dalbert, Kevin-Prince Boateng, Federico Chiesa (Dusan Vlahovic 59').
Inter Milan: Samir Handanovic (GK); Milan Skriniar, Stefan de Vrij, Alessandro Bastoni (Diego Godin 88'), Danilo D'Ambrosio, Matias Vecino, Borja Valero (Lucien Agoume 84'), Marcelo Brozovic, Cristiano Biraghi, Romelu Lukaku, Lautaro Martinez (Matteo Politano 84').
Sumber :
https://www.vivanews.com/bola/liga-italia/24777-tahan-fiorentina-inter-milan-kudeta-juventus?medium=autonext
Inter Milan bertandang ke markas Fiorentina dalam lanjutan pertandingan Serie A 2019/20 giornata 16, di Artemio Franchi, Senin 16 Desember 2019 dini hari WIB. Di laga tersebut, kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1.
Selepas kick off, Inter Milan langsung tampil agresif. Sedangkan tuan rumah coba bermain taktis dalam menghadapi agresivitas yang ditunjukkan Inter Milan.
Laga baru berjalan 8 menit, Inter Milan sudah bisa menceploskan bola ke gawang Fiorentina. Adalah Borja Valero yang sukses membobol gawang mantan klubnya itu setelah tendangan terukurnya tak bisa dihalau Bartlomiej Dragowski.
Menit 13, Inter nyaris menggandakan keunggulan. Akan tetapi, sepakan akrobatik Lautaro Martinez menyambut umpan Romelu Lukaku masih bisa ditangkap oleh kiper Fiorentina.
Dua menit kemudian, Fiorentina sanggup mengancam gawang Inter Milan. Namun, tembakan Milan Badelj masih mampu digagalkan oleh Samir Handanovic.
Pada menit 40, Inter sebenarnya mampu mencetak gol lewat kaki Lautaro Martinez setelah menerima umpan Romelu Lukaku. Akan tetapi, wasit menganulir gol tersebut karena Lukaku sudah berdiri dalam posisi offside sebelum memberikan umpan.
Tiga menit berselang, La Beneamata mendapatkan peluang emas melalui pergerakan Romelu Lukaku. Sayangnya, tandukan Lukaku belum berhasil melewati garis gawang Fiorentina karena sanggup dimentahkan Bartlomiej Dragowski.
Dalam waktu yang tersisa di babak pertama, jual beli serangan sempat terjadi. Namun hingga peluit panjang tanda turun minum dibunyikan wasit, Inter mampu mempertahankan keunggulan 1-0 atas Fiorentina.
Usai rehat, Fiorentina coba meningkatkan intensitas serangan. Sedangkan Inter Milan tetap tampil seperti paruh pertama.
Pada menit 51, La Viola nyaris menyamakan skor. Akan tetapi, tembakan Edgar Pulgar masih menyamping tipis dari gawang Inter Milan.
Inter kembali mengancam di menit 63. Sayangnya, tendangan Lautaro Martinez menyambut umpan Cristiano Biraghi masih melambung di atas mistar gawang Fiorentina.
Dua menit kemudian, giliran Fiorentina yang mendapatkan kesempatan. Namun, sepakan menyusur tanah yang dilepaskan Gaetano Castrovilli masih sanggup ditepis oleh Samir Handanovic.
Menit 73, Inter hampir menggandakan keunggulan. Akan tetapi, tandukan Romelu Lukaku masih bisa diantisipasi dengan sigap oleh Bartlomiej Dragowski.
Pada masa injury time babak kedua, petaka menimpa Inter setelah Fiorentina berhasil menyamakan kedudukan. Dusan Vlahovic dengan brilian sanggup mengecoh Samir Handanovic melalui kaki kirinya.
Di sisa waktu yang ada, Inter melakukan serangan sporadis ke area pertahanan Juventus. Namun hingga laga usai, kedua tim harus puas berbagi poin.
Atas hasil ini, Inter Milan naik ke puncak klasemen sementara dengan raihan 39 poin, dilansir Sky Sports. Inter unggul selisih gol atas Juventus yang berada peringkat kedua dengan koleksi poin yang sama. Sedangkan Fiorentina tak beranjak dari posisi 13 dengan mengumpilkan 17 poin. Selisih gol dipakai karena head to head belum berlaku sebelum Juventus dan Inter bertemu dua kali.
Susunan pemain
Fiorentina: Bartlomiej Dragowski (GK); Mikola Milenkovic, German Pezzella, Martin Caceres, Pol Lirola, Erick Pulgar, Milan Badelj (Marco Benassi 66'), Gaetano Castrovilli (Valentin Eysseric 83'), Dalbert, Kevin-Prince Boateng, Federico Chiesa (Dusan Vlahovic 59').
Inter Milan: Samir Handanovic (GK); Milan Skriniar, Stefan de Vrij, Alessandro Bastoni (Diego Godin 88'), Danilo D'Ambrosio, Matias Vecino, Borja Valero (Lucien Agoume 84'), Marcelo Brozovic, Cristiano Biraghi, Romelu Lukaku, Lautaro Martinez (Matteo Politano 84').
Sumber :
https://www.vivanews.com/bola/liga-italia/24777-tahan-fiorentina-inter-milan-kudeta-juventus?medium=autonext
Sabtu, 07 Desember 2019
Hasil Akhir Inter Milan vs AS Roma, Romelu Lukaku Tumpul Nerazzuri Batal Berpesta
Sabtu, 7 Desember 2019 09:07
Tim Inter milan gagal merebut angka penuh saat menjamu AS Roma dalam lanjutan Liga Italia. Anak asuh Antonio Conte tersebut hanya mampu bermain imbang saat bermain di kandang sendiri Stadion Giuseppe Meazza
Inter Milan gagal memanfaatkan laga kandang mereka ketika menjamu AS Roma di Stadion Giuseppe Meazza dalam lanjutan pertandingan Liga Italia 2019-2020. Inter Milan hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan AS Roma pada pertandingan pekan ke-15 Liga Italia, Jumat (6/12/2019) atau Sabtu dini hari WIB.
Mengandalkan duet Lautaro Martinez-Romelu Lukaku, Inter Milan tidak mampu berbuat banyak dan mencetak gol satupun ke gawang AS Roma yang dikawal oleh Antonio Mirante.
Hasil imbang ini membuat posisi Inter Milan di puncak klasemen sementara Liga Italia rawan tergusur oleh Juventus yang baru akan bermain pada hari berikutnya melawan Lazio di Stadion Olimpico.
Jalannya Pertandingan
Inter Milan menjamu AS Roma dalam lanjutan pertandingan pekan ke-15 Liga Italia 2019-2020 di Stadion Giuseppe Meazza, Jumat (6/12/2019) atau Sabtu dini hari WIB. Inter Milan dan AS Roma sama-sama memainkan tempo sedang pada menit-menit awal pertandingan.
Tuan rumah mendapat peluang pertama untuk unggul pada menit ke-6 melalui tembakan kaki kiri Romelu Lukaku dari dalam kotak penalti yang memanfaatkan backpass gagal Jordan Veretout. Sepakan kaki kiri melengkung Romelu Lukaku masih bisa diantisipasi Antonio Mirante dengan penyelamatan satu tangan. Tembakan Lukaku pun hanya menghasilkan sepak pojok.
AS Roma justru tampil menekan melalui sisi kanan pertahanan Inter Milan melalui serangan dari sayap baik dari Diego Perotti maupun Henrikh Mkhitaryan.
Tim tamu gantian memiliki peluang untuk unggul setelah pada menit ke-18 Nicolo Zaniolo melepaskan tembakan setengah voli ke arah gawang Inter Milan lewat kaki kirinya di luar kotak penalti.
Tendangan kaki kiri Nicolo Zaniolo yang masih lemah mudah diantisipasi oleh Samir Handanovic. Inter Milan justru terus ditekan oleh AS Roma dan cenderung bermain bertahan ketika pertandingan memasuki menit ke-20.
Tuan rumah baru bisa keluar dari tekanan tim tamu ketika pertandingan berjalan 30 menit. Inter Milan dan AS Roma terlibat jual beli serangan lewat skema serangan balik cepat tetapi pertahanan tangguh kedua tim belum mampu membuat salah satu tim unggul.
Hingga babak pertama berakhir, kedudukan untuk kedua tim masih sama kuat tanpa gol. Pertandingan babak kedua baru dimulai dua menit, Inter Milan langsung mendapat peluang emas untuk unggul lebih dulu melalui tendangan kaki kanan bagian luar Matias Vecino dari dalam kotak penalti.
Umpan lambung Borja Valero langsung disambut dengan satu kontrol Matias Vecino sebelum akhirnya melepaskan tembakan ke arah gawang Roma. Kesigapan Antonio Mirante dalam menepis datangnya bola membuat gawang tim lawan masih belum kebobolan.
Babak kedua coba dikuasai oleh Inter Milan dengan tampil menekan sejak menit awal. Pertandingan memasuki menit ke-60, baik Inter Milan dan AS Roma masih mencoba saling mencari celah untuk mencetak gol.
Duet Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez masih tertahan dengan barisan belakang AS Roma sehingga minim menghasilkan peluang. Begitu juga dengan Nicolo Zaniolo yang belum mampu memberikan tekanan berarti bagi pertahanan Inter karena minimnya suplai bola dari rekan-rekannya.
Inter Milan nyaris unggul 1-0 atas AS Roma pada menit ke-68 jika saja tembakan Lautaro Martinez dari jarak dekat tidak diblok oleh kaki leonardo Spinazzola dari dalam kotak penalti. Kedua tim masih berusaha untuk mencari peluang dalam mencetak gol tetapi masih tertahan oleh rapatnya barisan pemain belakang baik milik Inter maupun Roma.
Memasuki menit-menit akhir pertandingan, Inter Milan gencar melakukan serangan ke kotak penalti AS Roma. Usaha mereka kerap terhalang oleh kedisiplinan pemain belakang tim lawan. Hingga pertandingan babak kedua berakhir, Inter Milan harus puas bermain imbang tanpa gol melawan AS Roma.
Berikut susunan pemain Inter Milan dan AS Roma:
Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 2-Diego Godin, 6-Stefan De Vrij, 37-Milan Skriniar; 87-Antonio Candreva (19-Valentino Lazaro 45+2'), 8-Matias Vecino, 20-Borja Valero (18-Kwadwo Asamoah 72'), 77-Marcelo Brozovic, 34-Cristiano Biraghi (33-Danilo D'Ambrosio 88'); 10-Lautaro Martinez, 9-Romelu Lukaku
Pelatih: Antonio Conte
AS Roma (4-2-3-1): 83-Antonio Mirante; 18-Davide Santon (37-Leonardo Spinazzola 16'), 23-Gianluca Mancini, 6-Chris Smalling, 11-Aleksandar Kolarov; 42-Amadou Diawara, 21-Jordan Veretout; 77-Henrikh Mkhitaryan(24-Alessandro Florenzi 89'), 7-Lorenzo Pellegrini, 8-Diego Perotti (9-Edin Dzeko 67'); 22-Nicolo Zaniolo
Pelatih: Paulo Fonseca
Sumber :
https://kaltim.tribunnews.com/2019/12/07/hasil-akhir-inter-milan-vs-as-roma-romelu-lukaku-tumpul-nerazzuri-batal-berpesta?page=all.
Tim Inter milan gagal merebut angka penuh saat menjamu AS Roma dalam lanjutan Liga Italia. Anak asuh Antonio Conte tersebut hanya mampu bermain imbang saat bermain di kandang sendiri Stadion Giuseppe Meazza
Inter Milan gagal memanfaatkan laga kandang mereka ketika menjamu AS Roma di Stadion Giuseppe Meazza dalam lanjutan pertandingan Liga Italia 2019-2020. Inter Milan hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan AS Roma pada pertandingan pekan ke-15 Liga Italia, Jumat (6/12/2019) atau Sabtu dini hari WIB.
Mengandalkan duet Lautaro Martinez-Romelu Lukaku, Inter Milan tidak mampu berbuat banyak dan mencetak gol satupun ke gawang AS Roma yang dikawal oleh Antonio Mirante.
Hasil imbang ini membuat posisi Inter Milan di puncak klasemen sementara Liga Italia rawan tergusur oleh Juventus yang baru akan bermain pada hari berikutnya melawan Lazio di Stadion Olimpico.
Jalannya Pertandingan
Inter Milan menjamu AS Roma dalam lanjutan pertandingan pekan ke-15 Liga Italia 2019-2020 di Stadion Giuseppe Meazza, Jumat (6/12/2019) atau Sabtu dini hari WIB. Inter Milan dan AS Roma sama-sama memainkan tempo sedang pada menit-menit awal pertandingan.
Tuan rumah mendapat peluang pertama untuk unggul pada menit ke-6 melalui tembakan kaki kiri Romelu Lukaku dari dalam kotak penalti yang memanfaatkan backpass gagal Jordan Veretout. Sepakan kaki kiri melengkung Romelu Lukaku masih bisa diantisipasi Antonio Mirante dengan penyelamatan satu tangan. Tembakan Lukaku pun hanya menghasilkan sepak pojok.
AS Roma justru tampil menekan melalui sisi kanan pertahanan Inter Milan melalui serangan dari sayap baik dari Diego Perotti maupun Henrikh Mkhitaryan.
Tim tamu gantian memiliki peluang untuk unggul setelah pada menit ke-18 Nicolo Zaniolo melepaskan tembakan setengah voli ke arah gawang Inter Milan lewat kaki kirinya di luar kotak penalti.
Tendangan kaki kiri Nicolo Zaniolo yang masih lemah mudah diantisipasi oleh Samir Handanovic. Inter Milan justru terus ditekan oleh AS Roma dan cenderung bermain bertahan ketika pertandingan memasuki menit ke-20.
Tuan rumah baru bisa keluar dari tekanan tim tamu ketika pertandingan berjalan 30 menit. Inter Milan dan AS Roma terlibat jual beli serangan lewat skema serangan balik cepat tetapi pertahanan tangguh kedua tim belum mampu membuat salah satu tim unggul.
Hingga babak pertama berakhir, kedudukan untuk kedua tim masih sama kuat tanpa gol. Pertandingan babak kedua baru dimulai dua menit, Inter Milan langsung mendapat peluang emas untuk unggul lebih dulu melalui tendangan kaki kanan bagian luar Matias Vecino dari dalam kotak penalti.
Umpan lambung Borja Valero langsung disambut dengan satu kontrol Matias Vecino sebelum akhirnya melepaskan tembakan ke arah gawang Roma. Kesigapan Antonio Mirante dalam menepis datangnya bola membuat gawang tim lawan masih belum kebobolan.
Babak kedua coba dikuasai oleh Inter Milan dengan tampil menekan sejak menit awal. Pertandingan memasuki menit ke-60, baik Inter Milan dan AS Roma masih mencoba saling mencari celah untuk mencetak gol.
Duet Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez masih tertahan dengan barisan belakang AS Roma sehingga minim menghasilkan peluang. Begitu juga dengan Nicolo Zaniolo yang belum mampu memberikan tekanan berarti bagi pertahanan Inter karena minimnya suplai bola dari rekan-rekannya.
Inter Milan nyaris unggul 1-0 atas AS Roma pada menit ke-68 jika saja tembakan Lautaro Martinez dari jarak dekat tidak diblok oleh kaki leonardo Spinazzola dari dalam kotak penalti. Kedua tim masih berusaha untuk mencari peluang dalam mencetak gol tetapi masih tertahan oleh rapatnya barisan pemain belakang baik milik Inter maupun Roma.
Memasuki menit-menit akhir pertandingan, Inter Milan gencar melakukan serangan ke kotak penalti AS Roma. Usaha mereka kerap terhalang oleh kedisiplinan pemain belakang tim lawan. Hingga pertandingan babak kedua berakhir, Inter Milan harus puas bermain imbang tanpa gol melawan AS Roma.
Berikut susunan pemain Inter Milan dan AS Roma:
Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 2-Diego Godin, 6-Stefan De Vrij, 37-Milan Skriniar; 87-Antonio Candreva (19-Valentino Lazaro 45+2'), 8-Matias Vecino, 20-Borja Valero (18-Kwadwo Asamoah 72'), 77-Marcelo Brozovic, 34-Cristiano Biraghi (33-Danilo D'Ambrosio 88'); 10-Lautaro Martinez, 9-Romelu Lukaku
Pelatih: Antonio Conte
AS Roma (4-2-3-1): 83-Antonio Mirante; 18-Davide Santon (37-Leonardo Spinazzola 16'), 23-Gianluca Mancini, 6-Chris Smalling, 11-Aleksandar Kolarov; 42-Amadou Diawara, 21-Jordan Veretout; 77-Henrikh Mkhitaryan(24-Alessandro Florenzi 89'), 7-Lorenzo Pellegrini, 8-Diego Perotti (9-Edin Dzeko 67'); 22-Nicolo Zaniolo
Pelatih: Paulo Fonseca
Sumber :
https://kaltim.tribunnews.com/2019/12/07/hasil-akhir-inter-milan-vs-as-roma-romelu-lukaku-tumpul-nerazzuri-batal-berpesta?page=all.
Langganan:
Postingan (Atom)






